Jakarta, IDN Times - PT Bayan Resources Tbk (BYAN) memastikan tambahan kuota produksi batu bara hingga sekitar 20 juta ton untuk tiga anak usahanya tidak berkaitan dengan rencana pengalihan saham perusahaan kepada pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam.
Penjelasan tersebut untuk menjawab pertanyaan Bursa Efek Indonesia (BEI) mengenai adanya hubungan atau manfaat yang diperoleh perseroan dari rencana pengalihan saham kepada Haji Isam.
Bayan menyebut proses persetujuan perubahan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 merupakan proses tersendiri yang berjalan berdasarkan ketentuan dan mekanisme yang berlaku.
"Sebagaimana dipahami oleh perseroan, proses persetujuan pemberian kuota tersebut tidak memiliki keterkaitan dengan rencana transaksi dimaksud dan merupakan proses tersendiri yang dijalankan berdasarkan ketentuan serta mekanisme yang berlaku," kata manajemen dikutip dari keterbukaan informasi di BEI, Sabtu (26/9/2026).
