Ilustrasi Cadangan Devisa (IDN Times/Arief Rahmat)
Dari sisi kondisi keuangan, BI mencatat likuiditas perusahaan masih berada pada level yang baik meski sedikit melemah. Saldo Bersih (SB) likuiditas pada kuartal II 2026 tercatat sebesar 15,03 persen, lebih rendah dibandingkan 17,05 persen pada kuartal I 2026.
"Persentase responden yang menyatakan kondisi likuiditas perusahaan berada dalam kategori baik juga turun menjadi 22,78 persen dari sebelumnya 23,98 persen," jelas BI.
Hal serupa terjadi pada rentabilitas atau kemampuan perusahaan menghasilkan laba. SB rentabilitas tercatat sebesar 11,87 persen, turun dari 14,87 persen pada kuartal sebelumnya. Adapun proporsi responden yang menilai kondisi rentabilitas perusahaan baik menurun menjadi 22,34 persen dari 24,04 persen.
Sementara itu, akses pembiayaan perbankan dinilai masih mudah meski indikatornya juga melandai. SB akses kredit pada kuartal II 2026 tercatat sebesar 2,45 persen, lebih rendah dibandingkan 4,84 persen pada kuartal I 2026. Persentase responden yang menyatakan akses kredit mudah turun menjadi 7,03 persen dari 8,77 persen pada kuartal sebelumnya.