ilustrasi yuan China (unsplash.com/Eric Prouzet)
Dalam pertemuan tersebut, kedua gubernur sepakat menjajaki peningkatan nilai kerja sama Bilateral Currency Swap Arrangement (BCSA) antara BI dan PBOC. Kedua bank sentral juga menegaskan kembali komitmen untuk memperluas penggunaan mata uang lokal dalam transaksi bilateral serta memperkuat konektivitas sistem pembayaran lintas batas antara Indonesia dan China melalui tiga langkah strategis.
Pertama, Gubernur BI Perry Warjiyo, Gubernur PBOC Pan Gongsheng, dan Chief Executive Hong Kong Monetary Authority (HKMA) Eddie Yue menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) mengenai Local Currency Transaction (LCT) yang mencakup Indonesia dan Hong Kong. Kerja sama ini memperkuat kerangka LCT yang telah berjalan guna mendorong penggunaan mata uang lokal dalam transaksi bilateral, meningkatkan efisiensi transaksi, serta mendukung pendalaman integrasi pasar keuangan regional.
Kedua, BI dan PBOC meresmikan implementasi pembayaran QR lintas batas Indonesia–China. Inisiatif yang didukung oleh kerangka LCT ini memungkinkan transaksi ritel lintas negara dilakukan dengan lebih mudah, cepat, efisien, inklusif, dan andal, sekaligus memperkuat konektivitas ekonomi digital kedua negara. Implementasi tersebut juga memperluas cakupan jaringan pembayaran QR lintas batas dengan melibatkan 191 penyedia jasa pembayaran di China dan 24 penyedia jasa pembayaran di Indonesia.
Ketiga, Bank Mandiri resmi ditetapkan sebagai peserta langsung (direct participant) dalam Cross-border Interbank Payment System (CIPS), sistem pembayaran lintas batas milik China. Partisipasi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi proses kliring dan penyelesaian transaksi antara Indonesia dan China, sekaligus memperkuat ketahanan infrastruktur pembayaran lintas batas.