Perry Warjiyo Mundur, Bank Indonesia Minta Pasar Tak Perlu Panik

- Pejabat Gubernur Sementara BI Destry Damayanti meminta pasar tidak panik usai Perry Warjiyo mundur, karena arah kebijakan Bank Indonesia tetap berlanjut.
- BI menegaskan stabilitas nilai tukar tetap menjadi fokus, melalui intervensi pasar spot dan NDF serta kebijakan makroprudensial yang mendukung pertumbuhan.
- IHSG sesi I turun 0,36 persen ke 6.173,94, dengan transaksi Rp7,08 triliun; 332 saham melemah, sementara 311 saham menguat.
Jakarta, IDN Times - Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, meminta pasar tidak perlu panik dengan pengunduran diri Perry Warjiyo sebagai Gubernur BI. Sebab, Bank Indonesia akan tetap menerapkan kebijakan seperti yang selama ini sudah berjalan.
"Tentunya untuk market kita berharap tidak perlu panik. Kenapa? Karena kami dari Bank Indonesia tetap akan menjalankan kebijakan kami seperti juga yang sudah kami lakukan sebelumnya. Jadi stance kebijakan kami tidak berubah bahwa stabilitas nilai tukar akan tetap menjadi kunci dari kebijakan kami saat ini," ujar Destry di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (27/7/2026).
"Sehingga kami juga akan terus berada di pasar baik dengan melalui intervensi di spot, di NDF ataupun NDF. Dan juga tentunya di satu sisi juga kebijakan kami yang bersifat untuk pro-growth akan kami teruskan melalui kebijakan makroprudensial kami. Dan sekali lagi juga tentunya sesuai dengan keputusan RDG bulanan kami di bulan Juli ini," sambungnya.
Destry mengatakan, Bank Indonesia juga memastikan ada insentif untuk arus modal masuk untuk biaya hedging.
"Di mana kami juga mengharapkan inflow akan terus terjadi dengan kita juga memberikan insentif kepada dana capital inflow yang masuk dengan menurunkan biaya hedging. Jadi kebijakan itu masih tetap kami lakukan dan juga di Bank Indonesia ini kepemimpinan dilakukan secara kolektif kolegial," kata dia.
Pagi tadi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada level 6.185,8. Kemudian pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG melemah 22,49 poin atau 0,36 persen ke level 6.173,94.
Level tertinggi IHSG pagi ini ialah 6.219,42, dan level terendahnya 6.144,27. Investor membukukan transaksi sebesar Rp7,08 triliun, dengan volume transaksi yang diperjualbelikan sebesar 16,07 miliar lembar saham, dan frekuensi sebanyak 1,14 juta kali. Selain itu, ada 311 saham yang menguat, 332 saham melemah, dan 322 saham stagnan alias tidak mengalami perubahan.
















