Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

BI Rate Naik, BNI Pastikan Intermediasi dan Pembiayaan Tetap

BI Rate Naik, BNI Pastikan Intermediasi dan Pembiayaan Tetap
Gedung BNI (Dok. BNI)
Intinya Sih
  • BI menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,50 persen untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global, dan BNI menilai langkah ini sebagai kebijakan moneter yang terukur.
  • BNI memastikan fungsi intermediasi tetap berjalan dengan menyalurkan pembiayaan secara selektif dan prudent, sambil menyesuaikan strategi bisnis terhadap dampak kenaikan suku bunga.
  • BNI mempercepat transformasi digital untuk efisiensi operasional dan peningkatan layanan, sekaligus memperkuat tata kelola serta manajemen risiko guna menjaga kualitas aset dan ketahanan bisnis.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menilai keputusan Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan atau BI rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,50 persen merupakan langkah strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

Meski biaya dana berpotensi meningkat, BNI memastikan komitmennya untuk tetap menyalurkan kredit secara selektif guna mendukung pertumbuhan sektor riil.

1. Kebijakan moneter yang ditempuh BI cerminkan respons terukur

Logo Bank Indonesia
Logo Bank Indonesia

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan, kebijakan moneter yang ditempuh BI mencerminkan respons yang terukur untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengendalikan inflasi, serta memperkuat kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia.

"Kami memandang kenaikan BI rate sebagai langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional dan memperkuat kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia. Stabilitas yang terjaga menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan pertumbuhan sektor riil maupun industri perbankan," ujar Okki dalam keterangan tertulis, Kamis (10/6/2026).

2. Stabilitas makroekonomi menjadi syarat utama untuk industri perbankan

Ilustrasi kredit
Ilustrasi kredit (IDN Times/Aditya Pratama)

Menurut dia, stabilitas makroekonomi menjadi syarat utama agar industri perbankan dapat menjalankan fungsi intermediasi secara sehat dan berkelanjutan. Dengan kondisi pasar yang lebih terkendali, perbankan memiliki ruang untuk tetap menyalurkan pembiayaan secara prudent, selektif, dan produktif.

Meski demikian, BNI tetap mewaspadai dampak kenaikan suku bunga terhadap permintaan kredit, khususnya dari sektor usaha yang sensitif terhadap peningkatan biaya pendanaan. Oleh karena itu, perseroan akan terus menyesuaikan strategi bisnis dengan perkembangan kondisi ekonomi, arah kebijakan moneter, dan kebutuhan pembiayaan nasabah.

3. Percepat transformasi digital

Investasi Sukuk ST014 Lewat wondr by BNI Bisa Dapat Cashback Hingga Rp10Juta. (Dok/Istimewa).
Investasi Sukuk ST014 Lewat wondr by BNI Bisa Dapat Cashback Hingga Rp10Juta. (Dok/Istimewa).

Di tengah tren suku bunga yang meningkat, BNI juga mempercepat transformasi digital guna meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas layanan. Pemanfaatan teknologi dilakukan pada berbagai lini bisnis, mulai dari pengembangan layanan perbankan, peningkatan pengalaman nasabah, hingga optimalisasi proses kredit agar lebih cepat dan efektif tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian.

Selain itu, perseroan terus memperkuat penerapan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/GCG) serta manajemen risiko yang disiplin untuk menjaga kualitas aset dan ketahanan bisnis. BNI secara konsisten memantau portofolio kredit, profil risiko, kondisi likuiditas, serta perkembangan ekonomi dan pasar sebagai bagian dari strategi mitigasi risiko.

"Kami terus memperkuat governance, manajemen risiko, dan kapabilitas digital agar tetap mampu memberikan layanan terbaik kepada nasabah sekaligus menjaga pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan. Dengan fondasi yang kuat tersebut, BNI optimistis dapat terus mendukung sektor riil dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia," kata Okki.

Ke depan, BNI akan terus mencermati perkembangan makroekonomi dan arah kebijakan moneter guna memastikan strategi bisnis tetap adaptif. Dengan dukungan permodalan yang kuat, likuiditas yang memadai, serta pengelolaan risiko yang prudent, perseroan optimistis dapat menjaga kinerja berkelanjutan sekaligus mendukung stabilitas sistem keuangan nasional.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati

Related Articles

See More