Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Business Hack: Strategi Pricing Sederhana tapi Efektif

ilustrasi struk belanja
ilustrasi struk belanja (pexels.com/supersizer)
Intinya sih...
  • Tentukan harga dari nilai, bukan cuma biaya.
  • Gunakan harga pembanding untuk mengarahkan pilihan.
  • Jangan jadikan diskon sebagai senjata utama.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Pricing sering dianggap sekadar soal angka, padahal ini adalah alat strategi paling sensitif dalam bisnis. Salah pasang harga, produk bagus bisa tidak laku atau justru merusak margin tanpa disadari. Banyak bisnis gagal bukan karena produknya buruk, tapi karena pricing tidak pernah dipikirkan secara serius.

Strategi pricing yang efektif tidak harus rumit. Dengan pendekatan sederhana tapi berbasis logika pasar, kamu bisa menjaga penjualan tetap jalan sekaligus melindungi kesehatan bisnis.

1. Tentukan harga dari nilai, bukan cuma biaya

ilustrasi pria belanja baju
ilustrasi pria belanja baju (pexels.com/Hispanolistic)

Kesalahan paling umum adalah menentukan harga hanya dari biaya produksi ditambah margin. Cara ini mengabaikan bagaimana konsumen memandang manfaat produk kamu. Dalam praktiknya, konsumen membayar berdasarkan nilai, bukan struktur biaya internal.

Secara teknis, ini disebut value-based pricing. Jika produk kamu menyelesaikan masalah penting atau menghemat waktu dan risiko konsumen, harga bisa lebih tinggi tanpa resistensi besar. Fokus pada manfaat utama membuat harga terasa masuk akal di mata pasar.

2. Gunakan harga pembanding untuk mengarahkan pilihan

ilustrasi pria belanja
ilustrasi pria belanja (pexels.com/Drazen Zigic)

Konsumen jarang menilai harga secara berdiri sendiri. Mereka hampir selalu membandingkan sebelum membeli, baik secara sadar maupun tidak. Di sinilah peran harga pembanding menjadi penting.

Dengan teknik price anchoring, kamu bisa menempatkan produk utama di antara opsi yang lebih murah dan lebih mahal. Secara psikologis, pilihan tengah sering terlihat paling rasional. Padahal, arah keputusan sudah kamu rancang lewat struktur harga.

3. Jangan jadikan diskon sebagai senjata utama

ilustrasi promo akhir tahun
ilustrasi promo akhir tahun (pexels.com/Max Fischer)

Diskon memang bisa meningkatkan penjualan cepat, tapi efek jangka panjangnya sering merugikan. Konsumen jadi terbiasa menunggu potongan harga dan menganggap harga normal tidak relevan. Ini berbahaya bagi persepsi nilai produk.

Secara teknis, diskon sebaiknya punya konteks jelas, seperti waktu terbatas atau volume tertentu. Dengan begitu, diskon tidak merusak struktur harga utama. Harga tetap dihormati, sementara diskon berfungsi sebagai alat taktis.

4. Sesuaikan harga dengan risiko dan beban kerja

ilustrasi beli sepatu (pexels.com/Antoni Shkraba Studio)
ilustrasi beli sepatu (pexels.com/Antoni Shkraba Studio)

Harga tidak hanya mencerminkan produk, tapi juga risiko yang kamu tanggung. Semakin tinggi kompleksitas, tanggung jawab, dan potensi masalah, semakin besar nilai yang seharusnya tercermin di harga. Ini sering diabaikan, terutama di bisnis jasa.

Jika risiko tidak dihitung, kamu bekerja di bawah tekanan tanpa kompensasi sepadan. Pricing berbasis risiko membuat bisnis lebih berkelanjutan. Konsumen pun sebenarnya membayar untuk rasa aman, bukan sekadar hasil akhir.

5. Lakukan uji harga kecil sebelum perubahan besar

ilustrasi pria belanja baju
ilustrasi pria belanja baju (pexels.com/JackF)

Banyak bisnis takut menaikkan harga karena khawatir kehilangan pelanggan. Akibatnya, harga stagnan meski biaya dan beban kerja meningkat. Padahal, asumsi ini sering tidak diuji secara nyata.

Kamu bisa melakukan price testing terbatas di segmen tertentu. Dari respons pasar, kamu mendapat data nyata tentang sensitivitas harga. Ini jauh lebih akurat dibanding menebak berdasarkan rasa takut.

Pricing bukan sekadar angka, tapi alat strategi untuk mengarahkan perilaku pasar. Saat harga punya logika yang jelas, keputusan bisnis jadi lebih tenang dan terukur.

Jika kamu berani berpikir strategis soal pricing, bisnis tidak hanya bertahan, tapi punya ruang untuk tumbuh sehat dalam jangka panjang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More

SPinjam “Jelas Tanpa Jebakan” Ajak Pilih Pinjaman Daring Bunga Rendah & Transparan

12 Jan 2026, 09:00 WIBBusiness