Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

7 Trik Pusat Perbelanjaan Saat Lebaran Bikin THR Cepat Habis

7 Trik Pusat Perbelanjaan Saat Lebaran Bikin THR Cepat Habis
Ilustrasi supermarket (IDN Times/Anata)
Intinya Sih
  • Pusat perbelanjaan menggunakan berbagai trik psikologis seperti ukuran keranjang besar dan penataan warna cerah untuk mendorong pembeli berbelanja lebih banyak saat musim THR.
  • Survei menunjukkan pembeli hanya mengingat harga sedikit barang, sehingga mudah tergoda membeli produk dalam jumlah lebih besar atau paket yang tampak lebih hemat.
  • Kondisi toko yang ramai dan area kasir sempit membuat pembeli sulit menahan diri, menyebabkan uang THR cepat habis tanpa disadari.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Menjelang Lebaran, pusat perbelanjaan biasanya menjadi tempat yang ramai dikunjungi oleh masyarakat. Tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan Lebaran, banyak orang juga mencari promo menarik, diskon besar, dan berbagai produk musiman yang hanya tersedia di periode ini. Namun di balik ramainya pusat perbelanjaan, terdapat strategi cerdas yang membuat pengunjung sering tanpa sadar tergoda belanja lebih banyak.

Strategi-strategi ini dirancang oleh pihak mal atau toko untuk meningkatkan angka penjualan, seperti pengaturan display produk, waktu promo yang tepat, hingga penawaran bundling yang terlihat lebih menarik. Keadaan ini sering membuat pembeli membeli barang yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan hanya karena promo terlihat “terlalu menarik untuk dilewatkan”.

Selain itu, suasana di pusat perbelanjaan yang dirancang nyaman dan menarik turut mempengaruhi perilaku belanja konsumen. Musik, pencahayaan, dan tata letak toko bisa memengaruhi mood belanja seseorang sehingga pengeluaran bisa jadi lebih besar dari yang direncanakan.

Table of Content

1. Beberapa tempat membuat keranjang belanjanya lebih besar

1. Beberapa tempat membuat keranjang belanjanya lebih besar

Keranjang dorong untuk belanja dan tas belanja. (pexels.com/KarolinaGrabowska)
Keranjang dorong untuk belanja dan tas belanja. (pexels.com/KarolinaGrabowska)

Berdasarkan survei yang dikutip oleh Reader's Digest, pembeli terbukti menambah 19 persen belanjaannya ketika keranjang belanja diperbesar ukurannya. 

Wah perlu diwaspadai nih, jangan terkecoh!

2. Memperbanyak isi produk dalam satu pak

ilustrasi promo Ramadan (Pexels.com/Pixabay)
ilustrasi promo Ramadan (Pexels.com/Pixabay)

Jika biasanya satu pak hanya berisi enam buah produk misalnya, pada musim THR seperti ini tak jarang tempat belanja yang menambah isinya menjadi dua kali lipat.

Padahal kamu tidak butuh sebanyak itu kan. Kamu terpaksa membeli satu pak, karena terasa lebih hemat. Padahal 

3. Survei buktikan pembeli hanya ingat harga 4 item saja

Ilustrasi Belanja. (IDN Times/Sunariyah)
Ilustrasi Belanja. (IDN Times/Sunariyah)

Hasil survei membuktikan, kamu tidak akan ingat harga seluruh barang yang kamu ambil ke keranjang. Kondisi psikologis ini dimanfaatkan dengan sangat baik oleh para pemilik toko atau pusat perbelanjaan untuk "menguras" uang THR kita tanpa kita sadari.

4. Produk dengan warna cerah ditaruh di depan

Ilustrasi supermarket. unsplash.com/Rob Maxwell
Ilustrasi supermarket. unsplash.com/Rob Maxwell

Masih berhubungan dengan psikologis konsumen, produk-produk berwarna cerah sengaja ditampilkan di bagian depan. Tujuannya, adalah untuk membuat mood kita para pembeli menjadi bagus sehingga dapat berbelanja dengan nyaman dan tentunya lebih banyak produk yang dibeli.

5. Membuat tempat check-out yang sempit

ilustrasi supermarket (IDN Times/Anata)
ilustrasi supermarket (IDN Times/Anata)

Biasanya pembeli akan menyadari mereka belanja kebanyakan di detik-detik terakhir. Nah, tempat check out atau kasir pembayaran yang sempit ini membuat pembeli secara psikologis kesulitan jika ingin membatalkan pembeliannya.

6. Mereka berani mengambil keuntungan yang sedikit

Ilustrasi Supermarket (IDN Times/Anata)
Ilustrasi Supermarket (IDN Times/Anata)

Demi mengalahkan para pesaing dan memenangkan hati pembeli, para pemilik tempat perbelanjaan entah baju, makanan atau apapun berlomba-lomba mengambil untung yang sedikit.

7. Kamu akan membeli lebih banyak saat pengunjung ramai

IDN Times/Indiana Malia
IDN Times/Indiana Malia

Ini juga merupakan hasil survei yang dipaparkan Reader's Digest. Setiap pusat perbelanjaan di musim mendekati lebaran pasti ramai atau "dibuat" ramai. 

Jadi siap-siap ya, jangan kasih kendor ATM dan dompetmu jika tidak ingin uang THR-mu menguap dalam sekejap!

FAQ seputar Trik Pusat Perbelanjaan Saat Lebaran Bikin THR Cepat Habis

Apa trik pusat perbelanjaan saat Lebaran untuk menarik pengunjung?

Pusat perbelanjaan sering menggunakan promo besar, diskon menarik, bundling produk, serta penataan etalase yang eye-catching untuk menarik lebih banyak pengunjung dan meningkatkan pembelian.

Kenapa promo Lebaran sering membuat orang belanja lebih banyak?

Promo besar, harga diskon yang dibatasi waktu, dan strategi psikologi seperti display menarik bisa membuat pembeli merasa “wajib mendapatkan penawaran tersebut” padahal belum tentu sesuai kebutuhan.

Apakah pusat belanja memakai strategi psikologi untuk memengaruhi belanja?

Ya, elemen seperti musik, pencahayaan, serta penempatan produk di jalur strategis sering dimanfaatkan untuk meningkatkan mood belanja dan membuat konsumen lebih lama berada di toko.

Bagaimana pusat perbelanjaan menentukan waktu promo Lebaran?

Promo direncanakan strategis beberapa minggu sebelum Lebaran saat banyak orang mulai mencari kebutuhan hari raya, sehingga traffic pengunjung dan potensi konversi penjualan meningkat.

Bagaimana cara menghindari godaan promo di pusat perbelanjaan saat Lebaran?

Buat daftar belanja sebelum datang, tetapkan bujet, fokus pada kebutuhan utama, dan hindari tergoda harga “terlalu diskon” tanpa cek kebutuhan asli.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
Jumawan Syahrudin
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More