Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Apa Itu Break Even Point? Panduan Analisis BEP untuk Bisnis Pemula

Apa Itu Break Even Point? Panduan Analisis BEP untuk Bisnis Pemula
ilustrasi bisnis kecil, toko bunga (pexels.com/Amina Filkins)
Intinya sih...
  • Break Even Point (BEP) adalah titik di mana total pendapatan sama dengan total biaya, membantu menentukan target penjualan yang realistis.
  • Analisis BEP melibatkan biaya tetap dan variabel, memisahkan keduanya untuk perhitungan yang lebih akurat.
  • BEP membantu pengambilan keputusan bisnis, menilai rencana bisnis, investasi tambahan, serta memberikan gambaran batas aman operasional bagi pemilik bisnis dan investor.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Memulai bisnis tanpa memahami angka bisa terasa seperti berjalan tanpa peta. Banyak pemula fokus ke penjualan, tapi lupa menghitung kapan usaha benar-benar tidak rugi.

Break Even Point atau BEP menjadi salah satu konsep penting yang sering terdengar, tapi masih membingungkan. Padahal, BEP bisa membantu kamu menentukan target penjualan yang realistis, lho.

Pemahaman ini juga membuatmu lebih percaya diri dalam mengambil keputusan bisnis. Melalui artikel ini, kamu akan mengenal BEP secara sederhana dan praktis.

Table of Content

1. Apa itu break even point dan mengapa penting

1. Apa itu break even point dan mengapa penting

Apa Itu Break Even Point? Panduan Analisis BEP untuk Bisnis Pemula
ilustrasi bisnis kecil, toko bunga (pexels.com/Anna Shvets)

Break even point adalah titik di mana total pendapatan sama dengan total biaya. Kondisi ini berarti bisnis kamu belum untung, tapi juga gak merugi. Konsep ini membantumu mengetahui batas minimum penjualan agar usaha tetap berjalan. Bagi pemula, pemahaman ini bisa mencegah kesalahan perhitungan sejak awal.

Mengetahui BEP membuatmu lebih sadar terhadap risiko bisnis. Kamu jadi paham berapa banyak produk atau jasa yang harus terjual setiap periode. Informasi ini juga berguna saat kamu ingin menetapkan target bulanan atau tahunan. Tanpa BEP, strategi bisnis sering kali hanya berdasarkan perkiraan.

2. Komponen biaya dalam analisis BEP

Apa Itu Break Even Point? Panduan Analisis BEP untuk Bisnis Pemula
ilustrasi waiter atau pelayan restoran (pexels.com/Pixabay)

Analisis BEP selalu melibatkan dua jenis biaya, yaitu biaya tetap dan biaya variabel. Biaya tetap merupakan pengeluaran yang nilainya gak berubah meski penjualan naik atau turun. Contohnya seperti sewa tempat, gaji karyawan tetap, dan asuransi. Biaya ini harus dibayar walaupun bisnis sedang sepi.

Biaya variabel bergerak mengikuti jumlah produksi atau penjualan. Contohnya bahan baku dan upah tenaga kerja harian. Semakin banyak produk terjual, semakin besar biaya variabelnya. Pemisahan dua jenis biaya ini penting agar perhitungan BEP kamu lebih akurat.

3. Cara menghitung break even point dengan sederhana

Apa Itu Break Even Point? Panduan Analisis BEP untuk Bisnis Pemula
ilustrasi bisnis kecil, usaha kuliner (pexels.com/SHVETS production)

Rumus dasar BEP cukup mudah dipahami oleh pemula. Kamu hanya perlu membagi total biaya tetap dengan selisih antara harga jual per unit dan biaya variabel per unit. Selisih tersebut dikenal sebagai contribution margin. Nilai inilah yang menentukan seberapa cepat kamu bisa menutup biaya tetap.

Sebagai contoh sederhana, biaya tetap bulanan sebesar tiga juta rupiah. Harga jual produk empat puluh ribu rupiah dengan biaya variabel enam ribu rupiah per unit. Langkah pertama, kamu perlu menghitung contribution margin dengan mengurangkan biaya variabel dari harga jual, sehingga hasilnya tiga puluh empat ribu rupiah per unit.

Setelah itu, biaya tetap dibagi dengan angka tersebut, yaitu tiga juta rupiah dibagi tiga puluh empat ribu rupiah. Hasilnya sekitar delapan puluh delapan unit, lalu dibulatkan menjadi delapan puluh sembilan unit sebagai titik impas. Dari perhitungan ini, kamu bisa langsung tahu target penjualan minimum supaya bisnis gak merugi.

4. Perbedaan contribution margin dan gross margin

Apa Itu Break Even Point? Panduan Analisis BEP untuk Bisnis Pemula
ilustrasi senang punya banyak uang (pexels.com/Kaboompics.com)

Contribution margin sering disalahartikan sebagai gross margin. Contribution margin fokus pada keuntungan per unit setelah dikurangi biaya variabel. Perhitungan ini tidak memasukkan biaya tetap sama sekali. Analisis ini berguna untuk menilai kelayakan satu produk secara spesifik.

Gross margin melihat keuntungan secara keseluruhan dari total penjualan. Perhitungan ini sudah memasukkan biaya tetap dan biaya variabel. Gross margin memberi gambaran besar tentang profitabilitas bisnis. Perbedaan sudut pandang ini membuat kedua konsep gak bisa saling menggantikan.

5. Cara menggunakan BEP untuk mengambil keputusan bisnis

Apa Itu Break Even Point? Panduan Analisis BEP untuk Bisnis Pemula
ilustrasi bisnis kecil (pexels.com/Yan Krukau)

BEP bisa membantumu menilai apakah rencana bisnis masuk akal atau perlu penyesuaian. Jika target penjualan terasa terlalu berat, kamu bisa menurunkan biaya tetap. Alternatif lain berupa menaikkan harga jual atau menekan biaya variabel. Setiap perubahan akan langsung memengaruhi titik impas.

BEP juga berguna saat kamu ingin melakukan investasi tambahan. Misalnya, rencana promosi berbayar bisa dihitung dampaknya terhadap biaya tetap. Dari situ, kamu bisa tahu berapa tambahan penjualan yang harus dicapai. Pendekatan ini membuat keputusan terasa lebih rasional.

6. Manfaat analisis BEP bagi investor dan pemilik bisnis

Apa Itu Break Even Point? Panduan Analisis BEP untuk Bisnis Pemula
ilustrasi bisnis (pexels.com/Kampus Production)

Bagi pemilik bisnis, BEP memberikan gambaran batas aman operasional. Kamu jadi tahu kondisi minimum agar usaha tidak mengalami kerugian. Informasi ini penting saat membandingkan beberapa lini produk. Produk dengan BEP lebih rendah biasanya dianggap lebih aman.

Bagi investor, BEP membantu menilai efisiensi sebuah bisnis. Bisnis dengan biaya produksi rendah cenderung mencapai impas lebih cepat. Analisis ini juga sering dipakai untuk membandingkan dua usaha sejenis. Dari sana, investor bisa melihat keunggulan kompetitif masing-masing bisnis.

Break even point bukan sekadar istilah keuangan yang rumit. Konsep ini justru menjadi alat sederhana untuk memahami kesehatan bisnis kamu. Dengan BEP, kamu bisa menetapkan target penjualan, mengatur harga, dan menekan risiko kerugian.

Pemahaman ini sangat penting terutama bagi bisnis pemula. Semakin awal kamu memahami BEP, semakin kuat fondasi keputusan bisnis yang kamu bangun.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More

Prabowo Bahas 6 Hilirisasi Baru Senilai 6 Miliar Dolar AS di Hambalang

12 Jan 2026, 01:06 WIBBusiness