BNI Dorong UMKM Batik Naik Kelas, Perluas Pasar hingga Global

- BNI menjadikan batik sebagai busana kerja pegawai dua kali sepekan, sekaligus menegaskan batik sebagai warisan budaya dan sumber penghidupan perajin serta UMKM.
- BNI mendukung UMKM batik dan kriya melalui kegiatan budaya, pelatihan, pendampingan pengembangan produk berkelanjutan, serta akses pasar, termasuk lewat Puspa Nuswantara 2026.
- Sebagai bagian ekosistem Danantara Indonesia, BNI akan memperkuat sektor kreatif berbasis budaya agar kapasitas UMKM meningkat dan produk batik serta kriya menjangkau pasar lebih luas.
Jakarta, IDN Times- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) memperkuat dukungan terhadap industri batik nasional. Selain menjadikan batik sebagai bagian dari busana kerja pegawai, BNI mendorong pengembangan usaha para perajin dan pelaku UMKM batik di berbagai daerah.
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan, batik tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga menjadi sumber penghidupan bagi banyak perajin dan pelaku UMKM.
"Bagi BNI, batik bukan hanya warisan budaya, tetapi juga menjadi sumber penghidupan bagi banyak perajin dan pelaku UMKM. Karena itu, pelestarian batik perlu berjalan beriringan dengan penguatan kapasitas usaha, perluasan pasar, dan keberlanjutan para pelakunya," ujar Okki dalam keterangan tertulis, Jumat (2/10/2026).
1. Batik jadi busana kerja pegawai BNI

Ilustrasi layanan BNI. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar) Di lingkungan kerja, batik telah menjadi bagian dari busana kerja pegawai BNI yang dikenakan dua kali dalam sepekan.
Kebijakan ini menjadi salah satu upaya BNI menjaga kedekatan pegawai dengan warisan budaya Indonesia.
2. Dorong pemberdayaan UMKM

Kantor pusat PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI. (dok. BNI) Ia menjelaskan, dari sisi pemberdayaan UMKM, BNI memberikan dukungan melalui kegiatan budaya, pelatihan, pendampingan, hingga pembukaan akses pasar bagi pelaku usaha batik dan kriya.
Salah satunya melalui partisipasi BNI dalam Puspa Nuswantara 2026 yang digelar di Jakarta pada Juli lalu. Dalam kegiatan tersebut, BNI menghadirkan UMKM binaan untuk memperluas eksposur produk batik dan kriya dari berbagai daerah.
BNI juga memberikan pelatihan dan pendampingan kepada perajin, termasuk dalam pengembangan produk dan penerapan praktik usaha yang lebih berkelanjutan. Langkah tersebut ditujukan untuk mendorong pelaku usaha terus berinovasi sekaligus meningkatkan daya saing produknya.
"Pelestarian budaya tidak berhenti pada menjaga warisan yang sudah ada, tetapi juga bagaimana memastikan para pelaku di dalamnya dapat terus berkembang. Karena itu, kami berupaya menghubungkan pelestarian budaya dengan pemberdayaan UMKM, pengembangan produk, dan perluasan pasar," kata Okki.
3. BNI aktif dorong sektor produktif

UMKM Batik/ Shuterstock/Andri Wahyudi Sebagai salah satu BUMN dalam ekosistem Danantara Indonesia, BNI menyatakan akan terus mendukung sektor produktif, termasuk industri kreatif berbasis budaya yang berkembang di berbagai daerah. Dukungan tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas UMKM sekaligus membuka peluang bagi produk batik dan kriya Indonesia agar dapat menjangkau pasar yang lebih luas.
"Memperingati Hari Batik Nasional yang jatuh pada 2 Oktober, BNI menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menjaga batik sebagai warisan budaya, tetapi juga mendorong keberlanjutan usaha para perajin dan pelaku UMKM," tegasnya.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)




















