BNI Kejar Pertumbuhan Kredit 10 Persen Tahun Ini

BNI menargetkan pertumbuhan kredit 8-10 persen pada 2026, setelah kredit Semester I mencapai Rp968,5 triliun, tumbuh 7,7 persen secara YTD dan 24,4 persen yoy.
Di tengah tekanan suku bunga dan kenaikan biaya dana, BNI membidik NIM 3,3-3,5 persen melalui penguatan CASA serta penyaluran kredit selektif dan disiplin harga.
Transformasi digital diperkuat lewat wondr by BNI, BNIdirect, jaringan ATM, agen, merchant, serta Open API untuk meningkatkan transaksi, efisiensi, dan peluang pertumbuhan bisnis.
Jakarta, IDN Times - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) atau BNI menargetkan pertumbuhan kredit tahun ini bisa mencapai 8-10 persen.
Per Semester I-2026, kredit BNI mencapai Rp968,5 triliun, tumbuh 7,7 persen secara year-to-date (YTD), dan tumbuh 24,4 persen secara year on year (yoy).
“Untuk target full year adalah di 8 hingga 10 persen secara year on year,” kata Direktur Finance & Strategy BNI, Hussein Paolo Kartadjoemena dalam Public Expose (Pubex) 2026, Rabu (9/9/2026).
1. Salurkan kredit secara selektif

Teller sedang menghitung uang di di kantor cabang BNI. (dok. BNI) Perusahaan menargetkan Net Interest Margin (NIM) tahun ini menjadi 3,3-3,5 persen, turun dari target sebelumnya 3,6 persen. Hal itu disebabkan oleh tekanan suku bunga, ditambah lagi meningkatnya biaya dana pihak ketiga (DPK).
Namun, Paolo mengatakan tekanan NIM bisa dikompensasi dengan kredit yang masih mencatatkan pertumbuhan.
“NIM memang sedikit mengalami tekanan di tahun 2026, karena persaingan suku bunga kredit di industri, dan juga kenaikan biaya dana pihak ketiga,” ucap Paolo.
Di semester II-2026 ini, perseroan menyiapkan dua strategi utama untuk menjaga kinerja. Strategi pertama dengan memperkuat pertumbuhan dana murah atau current account saving account (CASA).
Kedua, BNI akan menyalurkan kredit secara selektif dan disiplin terkait pricing untuk menjaga prinsip kehati-hatian dan mempertimbangkan kondisi likuiditas. Dengan upaya itu, harapannya pertumbuhan kredit tak menekan margin perusahaan.
“Dengan strategi ini kami optimis akan mencapai target pertumbuhan di kisaran 8 persen sampai 10 persen untuk loan, dengan net interest margin di kisaran 3,3 persen sampai 3,5 persen,” tutur Paolo.
2. Inovasi digital jadi tumpuan

Ilustrasi aplikasi Wondr by BNI. (dok. BNI) Selain itu, BNI juga terus mendorong inovasi digital yang memberikan kemudahan pada nasabah.
Melalui wondr by BNI, perusahaan memberikan layanan terintegrasi untuk memenuhi berbagai kebutuhan finansial nasabah ritel.
Hingga semester I-2026, wondr by BNI telah memiliki 15,1 juta pengguna, dengan jumlah transaksi mencapai 1,1 miliar transaksi dan nilai transaksi sebesar Rp958 triliun.
Di segmen wholesale, transformasi digital diperkuat melalui BNIdirect yang menyediakan solusi perbankan terintegrasi bagi nasabah korporasi. Platform tersebut telah mencatat 279,7 ribu pengguna dengan 789 juta transaksi senilai Rp6.039 triliun.
3. BNI terus perkuat infrastruktur dan jaringan transaksi

Potret ATM BNI. (dok. BNI) Penguatan ekosistem digital tersebut juga didukung oleh infrastruktur dan jaringan transaksi BNI yang luas. Hingga semester I-2026, BNI memiliki 13.386 ATM, lebih dari 229 ribu agen branchless banking, serta lebih dari 1.042 ribu merchant dan QRIS.
BNI juga mengembangkan Open API ecosystem yang telah terhubung dengan lebih dari 2.000 partner melalui 283 layanan API.
Ekosistem tersebut memungkinkan BNI menghubungkan berbagai kebutuhan finansial nasabah dalam satu jaringan layanan, sekaligus memperluas titik interaksi dengan nasabah. Pendekatan ini menjadi bagian dari strategi BNI untuk membangun layanan perbankan yang semakin terintegrasi dan berbasis kebutuhan nasabah.
Menurut Paolo, pengembangan kapabilitas digital juga menjadi bagian dari upaya BNI untuk meningkatkan efisiensi sekaligus menciptakan sumber pertumbuhan baru bagi perseroan.
“Ke depan, kami akan terus memastikan investasi dan inovasi digital memberikan dampak nyata terhadap bisnis, baik melalui peningkatan transaksi, efisiensi proses, maupun peluang cross-selling dan pengembangan ekosistem. Dengan demikian, teknologi tidak hanya menjadi enabler, tetapi menjadi bagian dari mesin pertumbuhan BNI,” tutur Paolo.




![[QUIZ] Tebak Nama Mata Uang dari Berbagai Negara, Bisa Benar Semua?](https://image.idntimes.com/post/20241107/live-richer-ryq-gmdshhe-unsplash-fb4c605abf3a13e72dd29773febae8af.jpg)
















