Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Buka AOE 2026, Apkasi Bidik Transaksi Riil dan Investasi Daerah
Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) secara resmi membuka ajang tahunan Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2026 di Ruang Nusantara ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Kamis (27/8/2026). (Dok. Apkasi)
  • Apkasi membuka AOE 2026 di ICE BSD untuk mempertemukan komoditas dan UMKM daerah dengan pembeli, investor, serta lembaga pembiayaan.
  • Bursah Zarnubi menilai daerah membutuhkan akses pasar, investasi nyata, dan kewenangan yang memadai di tengah beban pelayanan dasar.
  • Pemerintah pusat mendorong pameran daerah berlanjut dari MoU hingga groundbreaking investasi serta membuka peluang rantai pasok global bagi UMKM.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, apa fokus utama pameran daerah?
Vote Now
Kamis (27/8/2026)

Apkasi secara resmi membuka Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2026 di Ruang Nusantara ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Banten.

tahun 2027

Transfer ke Daerah diproyeksikan mencapai Rp735 triliun, naik 5,5 persen atau Rp38,1 triliun dari outlook 2026.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, apa fokus utama pameran daerah?
Vote Now
  • What?
    Apkasi membuka Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2026 yang berorientasi mempertemukan komoditas dan UMKM daerah dengan pembeli, investor, serta lembaga pembiayaan.
  • Who?
    Apkasi, Bursah Zarnubi, Bima Arya, Dyah Roro Esti Widya Putri, pemerintah kabupaten, UMKM, kementerian, lembaga, dan perwakilan diplomatik hadir dalam kegiatan ini.
  • Where?
    Ruang Nusantara ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Banten.
  • When?
    Kamis (27/8/2026).
  • Why?
    Daerah membutuhkan akses pasar dan investasi nyata untuk komoditas serta UMKM, di tengah kebutuhan pelayanan dasar, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan PAD.
  • How?
    AOE mempertemukan potensi daerah dengan pembeli, investor, dan pembiayaan, serta mendorong kolaborasi antardaerah dan kelanjutan investasi hingga groundbreaking.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, apa fokus utama pameran daerah?
Vote Now

Apkasi membuka AOE 2026 di Tangerang. Banyak pemerintah kabupaten, UMKM, pembeli, dan investor bertemu di sana. Mereka ingin barang dari daerah bisa punya pasar dan mendapat modal. Bima Arya juga bilang acara ini jangan hanya tanda tangan MoU. Acara ini diharapkan sampai ada investasi yang benar-benar dimulai.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, apa fokus utama pameran daerah?
Vote Now

Orientasi AOE 2026 pada pertemuan langsung antara potensi daerah, pembeli, investor, dan lembaga pembiayaan memberi ruang bagi pameran untuk menargetkan transaksi ekonomi. Keterlibatan kementerian, perwakilan perdagangan Indonesia di 33 negara, serta delegasi negara sahabat juga memperluas jalur fasilitasi bagi UMKM dan kerja sama ekonomi daerah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, apa fokus utama pameran daerah?
Vote Now

Tangerang, IDN Times — Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) secara resmi membuka ajang tahunan Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2026 di Ruang Nusantara ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Kamis (27/8/2026). Gelaran yang mempertemukan pemerintah kabupaten dari seluruh Indonesia dengan kementerian, lembaga, penyedia jasa, hingga pelaku UMKM ini tidak lagi dirancang sekadar sebagai ajang seremonial. Sebaliknya, AOE 2026 diorientasikan secara konkret untuk mempertemukan potensi komoditas dan UMKM daerah langsung dengan pembeli, investor, serta lembaga pembiayaan.

Ketua Umum Apkasi, Bursah Zarnubi, menegaskan bahwa penyelenggaraan pameran tahun ini didasari oleh kebutuhan mendesak daerah terhadap akses pasar dan investasi yang nyata. Ia menyoroti bahwa pemerintah kabupaten saat ini memikul beban berat untuk memenuhi pelayanan dasar seperti infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan, sekaligus dituntut untuk terus menciptakan lapangan kerja serta mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"AOE bukan sekadar pameran. Kalau hanya memamerkan produk, daerah sudah memiliki banyak tempat. Yang kita butuhkan adalah pasar. Kita punya komoditas, potensi investasi, dan UMKM unggulan, tetapi harus ada pembeli, investor yang masuk, serta akses pembiayaan dan teknologi," ujar Bursah Zarnubi.

1. Kemandirian daerah harus dibarengi kewenangan yang memadai

Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) secara resmi membuka ajang tahunan Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2026 di Ruang Nusantara ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Kamis (27/8/2026). (Dok. Apkasi)

Bupati Lahat tersebut juga menyinggung perihal rencana kenaikan Transfer ke Daerah (TKD) tahun 2027 yang diproyeksikan mencapai Rp735 triliun, atau naik 5,5 persen senilai Rp38,1 triliun dari outlook 2026 yang sebesar Rp696,9 triliun. Menurutnya, kenaikan angka tersebut tidak serta-merta melonggarkan ruang fiskal daerah karena beban belanja yang terus bertambah.

Kemandirian daerah, lanjut Bursah, harus dibangun dengan kewenangan yang memadai karena karakter setiap kabupaten tidak bisa diseragamkan dengan satu pendekatan. Oleh karena itu, ia mendorong agar revisi Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 dapat menjadi momentum untuk memperjelas kembali penataan kewenangan antara pusat dan daerah. Ia pun mengingatkan para kepala daerah untuk menjaga integritas tanpa batas dalam mengelola anggaran rakyat, serta memastikan acara ini benar-benar berujung pada transaksi ekonomi yang nyata.

2. Dorongan investasi riil dari Pemerintah Pusat

Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) secara resmi membuka ajang tahunan Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2026 di Ruang Nusantara ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Kamis (27/8/2026). (Dok. Apkasi)

Merespons tantangan yang dihadapi pemerintah kabupaten, Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya, yang hadir membuka pameran menyampaikan apresiasinya atas beban kerja para bupati. Ia memastikan bahwa Kementerian Dalam Negeri terus melakukan advokasi anggaran ke Kementerian Keuangan demi menjaga kesinambungan fiskal di daerah.

Bima turut memaparkan empat prioritas alokasi dana TKD yang harus dikawal di tingkat daerah. Keempatnya meliputi fokus pemenuhan pelayanan dasar, penjagaan ketahanan pangan dan energi, pelaksanaan transformasi ekonomi, serta konsistensi dalam menekan angka kemiskinan, stunting, dan pengangguran. Lebih lanjut, ia mendesak para kepala daerah untuk mengubah pola pikir dalam menyelenggarakan pameran agar mampu mengenali DNA ekonomi lokal masing-masing demi membentuk ekosistem yang tepat.

"Keberhasilan kepala daerah tidak bisa dilakukan seorang diri. Dituntut kepiawaian berkolaborasi antardaerah. Target dari acara seperti expo ini jangan berhenti pada penandatanganan MoU, tetapi harus berlanjut hingga groundbreaking investasi," tegas Bima Arya.

3. Ajang pameran turut menarik perhatian global

Talkshow BPDP bertema "Peran Strategis Pemerintah Daerah dalam Pembangunan Kelapa Sawit Indonesia Berkelanjutan" yang digelar dalam rangkaian Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2026 di Tangerang, Banten, Rabu (27/8). (dok. Apkasi)

Dorongan agar daerah mampu melangkah lebih jauh juga datang dari Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri. Ia menyatakan kesiapan Kementerian Perdagangan dalam memfasilitasi UMKM daerah agar mampu menembus rantai pasok global. Fasilitasi tersebut akan diwujudkan melalui pemanfaatan jaringan perwakilan perdagangan Indonesia yang saat ini telah tersebar luas di 33 negara.

Ajang pameran yang berfokus pada pasar, investasi, dan penguatan otonomi daerah ini turut menarik perhatian global. Hal ini dibuktikan dengan kehadiran jajaran gubernur, dewan pengurus Apkasi, serta para duta besar dan perwakilan diplomatik dari berbagai negara sahabat dalam acara pembukaan. Perwakilan negara asing tersebut antara lain berasal dari Belarus, Maroko, Kuwait, Yordania, Tunisia, Kamboja, Pakistan, Rusia, Azerbaijan, dan Spanyol, yang kehadirannya diharapkan mampu membuka gerbang kerja sama internasional secara riil bagi kemajuan ekonomi daerah.

Pilih fokus utama pameran daerah

Menurutmu, apa fokus utama pameran daerah?

See More
Transaksi dan investasi riil
A*** has voted
B*** has voted
C**** has voted
Pameran produk daerah

Editorial Team

Related Article