Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Renovasi Rumah yang Malah Bikin Harga Jualnya Anjlok

5 Renovasi Rumah yang Malah Bikin Harga Jualnya Anjlok
ilustrasi rumah direnovasi (pexels.com/Brett Jordan)
  • Renovasi yang terlalu personal, seperti studio musik atau interior bertema ekstrem, dapat mempersempit minat pembeli karena membutuhkan biaya untuk dikembalikan ke desain umum.
  • Warna cat mencolok, pengurangan jumlah kamar tidur, serta proyek DIY yang tidak rapi berpotensi menurunkan daya tarik rumah dan menambah beban perbaikan bagi pembeli.
  • Perbaikan struktural seperti atap bocor, instalasi listrik, dan saluran air perlu diprioritaskan; renovasi fungsional berkualitas lebih menjaga nilai jual dibanding sekadar perubahan kosmetik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Renovasi rumah sering dilakukan untuk membuat hunian terlihat lebih menarik, nyaman, dan bernilai saat dijual kembali. Sayangnya, gak semua perubahan bisa meningkatkan nilai properti karena beberapa renovasi justru membuat rumah lebih sulit diterima calon pembeli. Bahkan, ada renovasi rumah yang malah bikin harga jualnya anjlok karena dianggap terlalu merepotkan untuk dikembalikan seperti semula.

Sebelum mulai membongkar atau mengubah bagian rumah, kamu perlu mempertimbangkan kebutuhan pasar dan selera calon pembeli. Renovasi yang terlalu mengikuti keinginan pribadi, mengorbankan fungsi ruangan, atau mengabaikan kualitas bangunan bisa menjadi bumerang. Lantas, renovasi seperti apa yang justru dapat menurunkan harga jual rumah?

  1. 1. Hiper-personalisasi yang terlalu berdasarkan selera pribadi

    ilustrasi renovasi rumah
    ilustrasi renovasi rumah (pexels.com/Brett Jordan)

    Membuat rumah sesuai karakter dan selera sendiri memang menyenangkan, tetapi pendekatan ini bisa menjadi masalah ketika rumah hendak dijual. Misalnya, kamu mengubah ruangan menjadi studio musik, ruang permainan dengan desain khusus, atau membuat interior bertema tertentu secara berlebihan.

    Fitur seperti itu mungkin menarik bagi orang tertentu, tetapi belum tentu sesuai dengan kebutuhan mayoritas calon pembeli. Mereka bahkan bisa memperhitungkan biaya tambahan untuk mengembalikan ruangan ke desain yang lebih umum. Kalau tujuan utama renovasi adalah meningkatkan nilai jual, sebaiknya pilih desain yang fleksibel dan mudah disesuaikan oleh penghuni berikutnya.

  2. 2. Warna cat yang terlalu mencolok atau tebal

    ilustrasi rumah
    ilustrasi rumah (pexels.com/Tom Fisk)

    Warna cat dapat mengubah suasana rumah secara signifikan. Namun, penggunaan warna yang terlalu mencolok, gelap, atau kombinasi yang berlebihan bisa membuat calon pembeli kesulitan membayangkan rumah tersebut dengan gaya mereka sendiri.

    Selain soal warna, lapisan cat yang terlalu tebal dan pengerjaan yang kurang rapi juga bisa memberikan kesan bahwa rumah membutuhkan perbaikan lagi. Calon pembeli mungkin justru menghitung biaya untuk mengecat ulang seluruh ruangan. Untuk rumah yang akan dijual, warna netral biasanya menjadi pilihan yang lebih aman karena terlihat bersih dan lebih mudah dipadukan dengan berbagai gaya interior.

  3. 3. Mengurangi jumlah kamar tidur demi ruangan luas

    ilustrasi renovasi rumah
    ilustrasi renovasi rumah (pexels.com/Max Vakhtbovych)

    Ruangan yang luas memang terlihat menarik, tetapi jangan sampai kamu mengorbankan terlalu banyak kamar tidur. Bagi keluarga, jumlah kamar merupakan salah satu faktor penting ketika memilih rumah.

    Contohnya, menggabungkan dua kamar menjadi satu ruangan besar mungkin membuat area tersebut terasa lebih lega. Namun, jika rumah yang awalnya memiliki tiga kamar berubah menjadi dua kamar, target pembelinya bisa menjadi lebih terbatas. Sebelum melakukan perubahan seperti ini, pertimbangkan kembali kebutuhan pasar di kawasan tersebut. Renovasi sebaiknya tetap mempertahankan fungsi utama rumah agar nilainya gak turun.

  4. 4. Proyek do it yourself (DIY) yang gagal atau setengah matang

    ilustrasi renovasi rumah
    ilustrasi renovasi rumah (pexels.com/Nothing Ahead)

    Proyek do it yourself atau DIY memang bisa menghemat biaya renovasi jika dilakukan dengan keterampilan yang memadai. Masalahnya, pekerjaan yang hasilnya kurang rapi justru dapat membuat rumah terlihat kurang terawat.

    Kesalahan pemasangan keramik, pengecatan yang belang, kabinet yang tidak presisi, atau instalasi tertentu yang dikerjakan sembarangan bisa menjadi tanda bahaya bagi calon pembeli. Mereka mungkin melihat pekerjaan tersebut sebagai tanggungan yang harus diperbaiki setelah membeli rumah. Kalau kamu gak memiliki kemampuan atau peralatan yang sesuai, lebih baik menggunakan tenaga profesional untuk pekerjaan yang berhubungan dengan struktur dan fungsi penting rumah.

  5. 5. Mengabaikan kualitas pekerjaan dan kerusakan utama

    ilustrasi renovasi rumah
    ilustrasi renovasi rumah (pexels.com/Francesco Ungaro)

    Renovasi kosmetik gak akan banyak membantu jika masalah utama rumah justru dibiarkan. Misalnya, kamu mengganti tampilan dapur dan mengecat seluruh ruangan, tetapi atap masih bocor atau terdapat masalah pada instalasi listrik dan saluran air.

    Calon pembeli biasanya akan lebih memperhatikan kondisi bangunan secara keseluruhan daripada sekadar tampilan interior. Kerusakan besar juga bisa menjadi alasan mereka menawar harga jauh lebih rendah karena harus mengeluarkan biaya perbaikan.

    Jadi, sebelum mempercantik rumah, prioritaskan masalah yang berkaitan dengan struktur, kebocoran, listrik, air, dan bagian bangunan yang sudah rusak. Rumah yang terawat dengan baik akan memberikan kesan lebih meyakinkan ketika dipasarkan.

    Renovasi seharusnya membuat rumah lebih nyaman sekaligus menjaga atau meningkatkan nilai jualnya. Namun, perubahan yang terlalu personal, warna berlebihan, pengurangan kamar, proyek DIY yang gagal, hingga renovasi yang mengabaikan kerusakan utama justru bisa membuat harga rumah turun.

    Kalau kamu berencana menjual rumah setelah renovasi, utamakan perubahan yang fungsional, berkualitas, dan sesuai dengan kebutuhan calon pembeli. Hindari melakukan renovasi rumah yang malah bikin harga jualnya anjlok. Dengan begitu, biaya renovasi yang dikeluarkan gak hanya mempercantik hunian, tetapi juga membantu menjaga daya tarik dan nilai jualnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More