Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bulog Dapat Subsidi Bunga 2 Persen untuk Serap 4 Juta Ton Gabah
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani. (IDN Times/Pitoko)
  • Pemerintah memberikan subsidi bunga pinjaman 2 persen kepada Perum Bulog untuk mendukung penyerapan 4 juta ton gabah petani pada tahun 2026.

  • Bulog telah menyerap sekitar 1,9 juta ton beras atau 48,7 persen dari target, dengan total anggaran Rp68,6 triliun untuk pembelian gabah, kedelai, dan jagung.

  • Melalui Inpres Nomor 4 Tahun 2026, kebijakan penyerapan gabah kini tetap memperbolehkan anyquality namun harus dilakukan saat usia panen guna menjaga kualitas hasil panen.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Perum Bulog memperoleh subsidi bunga pinjaman 2 persen dari pemerintah guna mendukung penyerapan gabah petani yang jumlahnya mencapai 4 juta ton pada 2026.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani menyambut kebijakan itu dengan gembira, terlebih Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah memberikan lampu hijau terkait subsidi bunga pinjaman 2 persen itu.

"Harapan kami dengan bantuan ini sehingga Bulog semakin sehat, tidak terlalu banyak bunga, bunga yang tidak terlalu besar yang harus ditanggung sehingga ke depan Bulog lebih bisa mandiri, lebih profesional, dan lebih maksimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya para petani-petani di daerah," tutur Rizal dalam konferensi pers di Gedung Perum Bulog, Jakarta, Senin (13/4/2026).

1. Anggaran dan realisasi penyerapan

Gudang Beras Bulog (Dok. Perum Bulog)

Rizal menyampaikan terkait total anggaran yang digunakan untuk menyerap gabah, kedelai, dan jagung dari petani sebesar Rp68,6 triliun. Sementara itu, dari target penyerapan 4 juta ton gabah setara beras telah terealisasi per 13 April 2026 sebesar 48,7 persen.

"Capaian serapan Bulog sampai dengan hari ini tanggal 13 April 2026 adalah mencapai sekitar 48,7 persen, yang mana 48,7 persen itu sekitar 1,9 juta ton beras," kata Rizal.

2. Stok beras Bulog per 13 April 2026

Gudang beras bulog di Aceh. (IDN Times/Muhammad Saifullah)

Adapun untuk stok beras Bulog, Rizal menyampaikan bahwa per 13 April 2026 jumlahnya 4,72 juta ton. Rizal pun optimistis stok beras Bulog akan mengalami pertambahan dalam kurun waktu seminggu ke depan.

"Prediksi kami dalam seminggu ke depan atau bahkan 10 hari ke depan tembus mencapai 5 juta ton stok beras Bulog yang ada di gudang Bulog," kata dia.

3. Perubahan kebijakan penyerapan gabah lewat Inpres 4/2026

Dirut Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, turun langsung ke Desa Baderan, Kecamatan Geneng Ngawi panen Raya. IDN Times/Riyanto.

Sementara untuk kebijakan penyerapan, Rizal mengungkapkan ada sedikit perubahan yang tercantum Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2026 Tentang Pengadaan dan Pengelolaan Gabah/Beras Dalam Negeri serta Penyaluran Cadangan Beras Pemerintah Tahun 2026-2029.

Dalam Inpres sebelumnya, penyerapan dilakukan tanpa memerhatikan kualitas alias anyquality. Dengan Inpres 4/2026, kebijakan penyerapan tetap diperbolehkan anyquality, tetapi dipanen dalam usia panen.

"Pengalaman yang lalu masih banyak, ada sebagian kecil, mohon maaf yang belum saatnya dipanen harus dipanen. Mungkin petaninya lihat tetangganya udah panen, dapat uang mungkin sebelahnya buru-buru mau panen padahal belum usia panen," kata Rizal.

Editorial Team