Plastik Mahal, Dirut Bulog Tegaskan Harga Beras Tidak Akan Naik

- Dirut Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan harga beras tidak akan naik meski harga plastik meningkat, sesuai arahan Presiden Prabowo untuk menjaga stabilitas harga pangan.
- Stok cadangan beras pemerintah mencapai 4,72 juta ton per 13 April 2026, memastikan ketersediaan beras nasional tetap aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
- Bulog berkoordinasi dengan Kemenperin untuk memperoleh keringanan harga plastik serta menyesuaikan HPS agar biaya produksi tetap efisien tanpa menurunkan kualitas kemasan.
Jakarta, IDN Times - Harga plastik di Indonesia saat ini tengah mengalami kenaikan imbas meroketnya harga biji plastik global di tengah konflik geopolitik di Timur Tengah antara Amerika Serikat (AS)-Israel versus Iran. Meski begitu, Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan tidak akan menaikkan harga beras yang masih dikemas menggunakan plastik.
Rizal juga mengatakan, hal tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang memerintahkan jajarannya agar tidak menaikkan harga pangan, terutama beras.
"Jadi sesuai dengan arahan bapak presiden, sudah ditentukan pada saat beliau rapat istana kemarin tidak ada kenaikan harga pangan, termasuk harga beras. Jadi tidak ada kenaikan harga pangan maupun harga beras," kata Rizal dalam konferensi pers di Gedung Perum Bulog, Jakarta, Senin (13/4/2026).
1. Stok cadangan beras pemerintah aman

Keyakinan itu disampaikan Rizal berdasarkan stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang saat ini diklaim masih dalam kondisi aman. Per 13 April 2026, Rizal mengatakan stok CBP mencapai 4,72 juta ton.
"Yang mana kita ketahui bersama bahwa beras kita dalam posisi yang luar biasa cadangan stoknya. Jadi, kami yakinkan tidak ada kenaikan harga pangan, khususnya beras untuk masyarakat Indonesia," ujar dia.
2. Perum Bulog berkoordinasi dengan Kemenperin

Rizal menambahkan, Perum Bulog juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) untuk mendapatkan keringanan mendapatkan plastik untuk kemasan beras dan produk Perum Bulog lainnya yang ditujukan untuk masyarakat banyak.
"Bantuan-bantuan pangan, beras SBHP dan lain sebagainya sehingga mudah-mudahan kita diberikan harga yang terbaik, dengan harga yang paling rendah. Namun, tidak mengurangi ataupun menurunkan kualitas dari kemasan tersebut. Harapannya seperti itu," tutur dia.
3. Penyesuaian harga perkiraan sendiri

Selain itu, Rizal mengaku telah menggelar rapat dengan jajaran direksi Perum Bulog yang lain guna menyesuaikan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) terkait pengadaan kemasan. Perum Bulog bakal memberikan ruang penyesuian dengan harapan operasional di daerah tetap berjalan tanpa mengorbankan kualitas dan di saat bersamaan mampu menekan biaya produksi agar tetap rendah.
"Jadi, kami kemarin sudah rapat direksi. Jadi, HPS-nya disesuaikan dengan kondisi seperti itu. Namun, dengan harga yang betul-betul, yang seminimal mungkin untuk menekan supaya cost-nya tidak terlalu tinggi," ujar Rizal.


















