Ucapan Maaf Mentan Amran untuk Perum Bulog

- Mentan Andi Amran Sulaiman menghadiri rapat di Perum Bulog lalu meminta maaf secara terbuka atas kebijakan masa lalu yang berdampak pada pegawai Bulog.
- Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menanggapi permintaan maaf itu dengan santai, menyebut kehadiran Amran sebagai bentuk perhatian dan dukungan terhadap kinerja Bulog.
- Rizal menjelaskan makna permintaan maaf Amran sebagai apresiasi atas kerja keras pegawai Bulog yang terus bekerja tanpa libur demi menjaga stok beras nasional.
Jakarta, IDN Times - Perum Bulog menggelar Rapat Percepatan Realisasi Pendanaan untuk Penyerapan Gabah/Beras Petani sesuai Inpres 4/2026 pada Senin (13/4/2026). Salah seorang pejabat yang diundang dalam rapat tersebut adalah Menteri Pertanian (Mentan) sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman.
Alih-alih mengikuti rapat hingga selesai, Amran justru keluar dari ruangan Rojolele yang ada di Gedung Perum Bulog Jakarta untuk turun ke lantai dasar. Amran mengaku mesti menghadiri panggilan Presiden Prabowo Subianto sehingga terpaksa pergi dari rapat duluan.
Namun, sebelum dia masuk ke mobilnya, awak media berhasil mencegat Amran untuk melakukan sesi doorstop atau wawancara. Banyak pertanyaan yang disampaikan awak media, tetapi pertanyaan terkait rapat yang diikuti dijawab Amran lewat pernyataan maaf kepada Perum Bulog.
1. Permintaan maaf Amran ke Bulog

Sebelum meminta maaf, Amran mengatakan bahwa rapat yang dihadirinya merupakan ucapan terima kasih Bulog kepada Kementan dan Bapanas atas capaian stok beras Bulog sebesar 4,7 juta ton per 13 April 2026.
"Ini sangat bagus. Saya hanya datang berterima kasih dan minta maaf karena dulu maaf atas nama negara, ada yang dicopot, ada yang diberi sanksi. Nah, itu kami mengapresiasi dan meminta maaf. Aku lakukan itu demi negara, bukan kepentingan pribadi. Sekali lagi, saya datang minta maaf," tutur Amran di depan awak media.
"Sekali lagi, saya terima kasih kepada seluruh Bulog dan jajarannya. Secara pribadi, aku minta maaf dan atas nama negara, kami apresiasi," sambungnya.
2. Respons Bos Bulog atas permintaan maaf Amran

Tak lama setelah wawancara tersebut, awak media kembali ke area tempat rapat berlangsung sembari menunggu konferensi pers Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani.
Dalam konferensi pers tersebut, Rizal pun ditanya perihal maksud dari permintaan maaf yang disampaikan Amran.
"Beliau di sini (karena) sayangnya Pak Mentan kepada Bulog. Jadi Pak Mentan karena sayang sama Bulog, beliau hadir di sini karena kebetulan juga kami undang beliau untuk kami laporan. Namanya rapat evaluasi kan, beliau selaku Kepala Bapanas kan sebagai ini sebagai pengendali kami," tutur Rizal sambil sedikit tertawa menjawab pertanyaan tersebut.
3. Arti permintaan maaf Amran menurut Bos Bulog

Di sisi lain, Rizal pun memiliki tafsiran sendiri terhadap permohonan maaf Amran ke pihaknya.
"Jadi intinya beliau menyampaikan permohonan maaf karena kerjanya Bulog itu sekarang mohon maaf tanggalannya warnanya hitam semua. Jadi semuanya tidak ada tanggal yang merah. Jadi tanggalnya hitam semua. Tadi permohonan maafnya maksudnya seperti itu," kata Rizal.
Rizal menambahkan, para pegawai di Perum Bulog kini harus merelakan sedikit waktunya pada akhir pekan untuk bekerja dibandingkan berkumpul dengan keluarga.
"Untuk mengabdi kepada bangsa dan negara, untuk melakukan penyerapan ataupun packaging dan lain sebagainya. Guna mencapai sasaran target yang telah ditentukan.
Syukur Alhamdulillah berkat kerja keras, kerja bersama, soliditas jajaran Bulog bisa terwujud capaian yang diharapkan dari pemerintah, baik tahun lalu maupun harapannya tahun depan," tutur Rizal.
















