Jakarta, IDN Times - Calon Anggota Dewan Komisioner (DK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hasan Fawzi menargetkan penguatan sektor pasar modal, keuangan derivatif, dan bursa karbon (PMDK) melalui agenda reformasi integritas yang komprehensif.
Di hadapan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Komisi XI, Hasan memaparkan, sejumlah target kinerja strategis untuk lima tahun ke depan hingga 2031.
"Salah satu targetnya adalah mendorong kapitalisasi pasar modal Indonesia mencapai sekitar Rp25 ribu triliun atau setara dengan sekitar 80 persen dari produk domestik bruto (PDB) nasional," tegas Hasan.
Dalam paparannya, Hasan mengusung misi bertajuk Reformasi Integritas Sektor Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Indonesia. Program ini bertujuan mewujudkan sektor pasar modal dan keuangan derivatif yang terpercaya, dalam, likuid, modern, berdaya saing, serta mampu tumbuh secara berkelanjutan.
Menurut Hasan, visi dan rencana strategis tersebut disusun berdasarkan pemetaan terhadap berbagai permasalahan dan tantangan yang tengah dihadapi sektor pasar modal, keuangan derivatif, dan bursa karbon Indonesia dalam beberapa waktu terakhir.
“Ini merupakan hasil pemetaan atas permasalahan dan tantangan yang kita hadapi belakangan ini, terutama untuk merespons kondisi serta dinamika terbaru di sektor tersebut,” kata Hasan di Jakarta.
Hasan menegaskan, integritas pasar modal merupakan fondasi utama dalam menjaga stabilitas sistem keuangan. Integritas juga menjadi faktor penting untuk mempertahankan kepercayaan investor, baik domestik maupun global.
“Tanpa integritas yang kuat, pasar modal akan sulit menjalankan peran sentralnya sebagai sarana penghimpunan dana sekaligus sumber pembiayaan untuk mendukung agenda pembangunan nasional jangka panjang, yang pada akhirnya menopang pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.
Selain itu, Hasan juga menargetkan jumlah investor pasar modal dapat meningkat hingga 30 juta investor. Sementara itu, rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) di pasar modal diharapkan mencapai Rp35 triliun per hari.
“Sejalan dengan itu, diharapkan pula terjadi peningkatan jumlah emiten serta dana kelolaan investor di pasar modal,” jelasnya.
Hasan menambahkan, reformasi integritas pasar modal akan dijalankan melalui delapan rencana aksi yang kemudian diterjemahkan ke dalam berbagai program strategis pada setiap klaster reformasi. Program-program tersebut akan dilaksanakan secara terukur dengan target waktu implementasi yang jelas.
Dengan langkah tersebut, Hasan berharap sektor pasar modal Indonesia tidak hanya tumbuh secara kuantitatif dari sisi nilai dan volume transaksi. Ia menekankan, reformasi yang dijalankan juga harus mampu meningkatkan kualitas pasar sehingga menjadi lebih kredibel, dalam, likuid, dan berdaya saing.
“Melalui penguatan integritas, transparansi, tata kelola, serta penegakan hukum yang konsisten, kami ingin memastikan sektor pasar keuangan Indonesia tumbuh berkelanjutan dan mampu menjadi mesin pembiayaan pembangunan nasional,” ujarnya.
