Negara Mana Investasi Paling Banyak ke Luar Negeri? Ini Jawabannya

- Amerika Serikat tetap jadi investor terbesar dunia tahun 2024 dengan nilai FDI keluar mencapai 266,4 miliar dolar AS meski mengalami penurunan lebih dari 25 persen dibanding tahun sebelumnya.
- Jepang dan China menempati posisi kedua dan ketiga dengan total investasi luar negeri masing-masing 204,4 miliar dan 162,8 miliar dolar AS, menegaskan pengaruh besar Asia dalam ekonomi global.
- Enam negara dan wilayah—AS, Jepang, China, Luksemburg, Hong Kong, dan Kanada—menyumbang lebih dari setengah total investasi global senilai sekitar 915 miliar dolar AS pada tahun 2024.
Investasi gak hanya dilakukan oleh individu, tapi juga oleh perusahaan-perusahaan besar yang menanamkan modal ke berbagai negara. Aktivitas ini dikenal sebagai Foreign Direct Investment (FDI) atau investasi asing langsung. Melalui FDI, perusahaan dapat membangun pabrik, membuka kantor cabang, mengakuisisi perusahaan, atau mengembangkan bisnis di luar negara asalnya.
Data terbaru dari United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD) menunjukkan bahwa total investasi luar negeri global pada 2024 mencapai lebih dari 1,7 triliun dolar AS atau setara sekitar Rp27.700 triliun dengan asumsi kurs Rp16.300 per dolar AS. Angka tersebut memperlihatkan bahwa perusahaan-perusahaan di seluruh dunia masih aktif melakukan ekspansi internasional meskipun ekonomi global menghadapi berbagai tantangan. Menariknya, sebagian besar investasi tersebut ternyata berasal dari sejumlah negara tertentu, lho.
Lalu, negara mana yang paling banyak menginvestasikan uangnya ke luar negeri? Berikut daftar dan fakta menarik yang perlu kamu ketahui.
1. Amerika Serikat masih menjadi investor terbesar dunia

Berdasarkan data UNCTAD tahun 2024, Amerika Serikat berada di posisi pertama sebagai negara dengan investasi luar negeri terbesar di dunia. Nilai FDI yang keluar dari negara ini mencapai 266,4 miliar dolar AS atau kurang lebih Rp4.342 triliun. Angka tersebut menjadikan Amerika Serikat sebagai sumber investasi terbesar dibandingkan negara lain pada periode yang sama.
Posisi ini gak mengherankan mengingat Amerika Serikat merupakan ekonomi terbesar dunia. Banyak perusahaan raksasa asal negara tersebut memiliki jaringan bisnis internasional yang luas dan sumber daya finansial yang sangat besar. Inggris menjadi salah satu tujuan utama investasi perusahaan-perusahaan Amerika di luar negeri.
Meski tetap berada di puncak, nilai investasi luar negeri Amerika Serikat sebenarnya mengalami penurunan lebih dari 25 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pada saat yang sama, banyak perusahaan Amerika memilih memperbesar investasi domestik sehingga sebagian modal tetap berputar di dalam negeri. Namun, skala ekonomi yang sangat besar membuat negara ini tetap menjadi sumber investasi luar negeri terbesar di dunia.
2. Jepang dan China menjadi pesaing terdekat

Jepang menempati posisi kedua dengan total investasi luar negeri sebesar 204,4 miliar dolar AS. Nilai tersebut setara sekitar Rp3.332 triliun. Negara ini sudah lama dikenal sebagai salah satu eksportir modal terbesar melalui perusahaan-perusahaan otomotif, elektronik, dan manufaktur yang tersebar di berbagai negara.
Sementara itu, China berada di posisi ketiga dengan nilai investasi mencapai 162,8 miliar dolar AS atau sekitar Rp2.654 triliun. Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan-perusahaan China semakin aktif memperluas jangkauan bisnis mereka ke Asia, Afrika, Eropa, hingga Amerika Latin. Investasi tersebut banyak mengalir ke sektor infrastruktur, manufaktur, energi, dan teknologi yang dianggap memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang.
Besarnya investasi dari Jepang dan China menunjukkan bahwa kawasan Asia kini memiliki pengaruh yang sangat besar dalam perekonomian global. Kedua negara tersebut gak hanya menjadi pusat produksi dunia, tapi juga menjadi sumber modal yang penting bagi banyak negara berkembang. Tren ini diperkirakan akan terus berlanjut seiring meningkatnya ekspansi perusahaan-perusahaan Asia ke berbagai pasar internasional.
3. Enam negara dan wilayah ini menyumbang lebih dari setengah FDI dunia

Salah satu fakta paling menarik dari data 2024 adalah lebih dari setengah investasi global ternyata berasal dari enam sumber utama saja. Keenamnya adalah Amerika Serikat, Jepang, China, Luksemburg, Hong Kong, dan Kanada. Jika digabungkan, total investasinya mencapai sekitar 915 miliar dolar AS. Nilai tersebut setara dengan lebih dari Rp14.900 triliun. Angka fantastis ini menunjukkan bahwa aktivitas investasi internasional masih sangat terkonsentrasi pada sejumlah negara dan wilayah tertentu yang memiliki kekuatan ekonomi besar.
Kanada sendiri berada di posisi keenam dengan investasi sebesar 86 miliar dolar AS atau sekitar Rp1.402 triliun. Sementara itu, Hong Kong mencatat investasi sebesar 87,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp1.421 triliun, sedangkan Luksemburg mencapai 108,6 miliar dolar AS atau sekitar Rp1.770 triliun. Keduanya menjadi pemain penting dalam arus modal internasional meskipun ukuran wilayahnya relatif kecil.
4. Luksemburg dan Hong Kong punya peran khusus dalam investasi global

Banyak orang mungkin terkejut melihat Luksemburg dan Hong Kong berada di peringkat atas investor dunia. Padahal, jumlah penduduk dan luas wilayah kedua kawasan tersebut jauh lebih kecil dibandingkan negara-negara besar seperti Amerika Serikat atau China. Hal ini terjadi karena banyak perusahaan multinasional menggunakan Luksemburg dan Hong Kong sebagai pusat keuangan internasional. Investasi sering kali dialirkan melalui wilayah-wilayah tersebut untuk kebutuhan perpajakan, regulasi, atau pengaturan struktur perusahaan yang lebih efisien.
Fenomena serupa juga terlihat pada British Virgin Islands yang mencatat investasi keluar sebesar 59,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp970 triliun. Cayman Islands juga masuk dalam daftar dengan nilai investasi sekitar 27,2 miliar dolar AS atau setara Rp444 triliun. Kehadiran wilayah-wilayah ini menunjukkan betapa pentingnya pusat keuangan internasional dalam mengalirkan investasi lintas negara.
5. Negara maju masih mendominasi daftar investor terbesar

Jika melihat daftar 20 besar investor dunia, mayoritas diisi oleh negara-negara maju. Selain Amerika Serikat dan Jepang, terdapat Belanda, Jerman, Prancis, Italia, Inggris, Irlandia, dan Swedia yang menjadi sumber investasi besar ke berbagai negara. Belanda misalnya mencatat investasi luar negeri sebesar 54,7 miliar dolar AS atau sekitar Rp892 triliun. Spanyol berada di kisaran 49,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp802 triliun. Sementara itu, Jerman mencatat investasi sebesar 38,5 miliar dolar AS atau setara Rp628 triliun.
Kondisi ini menunjukkan bahwa perkembangan ekonomi biasanya membuat perusahaan dalam negeri memiliki kemampuan untuk berekspansi secara global. Setelah berhasil menguasai pasar domestik, perusahaan mulai mencari peluang pertumbuhan baru di luar negeri melalui investasi langsung. Strategi tersebut juga membantu perusahaan memperluas pangsa pasar sekaligus mengurangi ketergantungan pada permintaan di satu negara saja.
6. Asia semakin kuat sebagai sumber investasi dunia

Selain Jepang dan China, sejumlah negara Asia juga menunjukkan performa yang cukup mengesankan. Singapura menempati posisi kedelapan dunia dengan investasi sebesar 55,3 miliar dolar AS atau sekitar Rp901 triliun. Angka tersebut bahkan lebih tinggi dibandingkan beberapa negara besar di Eropa.
Korea Selatan mencatat investasi sebesar 48,6 miliar dolar AS atau sekitar Rp792 triliun. Taiwan menginvestasikan sekitar 32 miliar dolar AS atau setara Rp521 triliun. India juga masuk dalam 20 besar dengan investasi mencapai 23,8 miliar dolar AS atau sekitar Rp388 triliun.
Indonesia juga tercatat dalam daftar investor global meskipun masih berada di posisi ke-30. Nilai investasi luar negeri Indonesia mencapai 9,7 miliar dolar AS atau sekitar Rp158 triliun. Angka ini menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan Indonesia mulai semakin aktif melakukan ekspansi bisnis ke pasar internasional.
Data UNCTAD menunjukkan bahwa Amerika Serikat masih menjadi negara yang paling banyak berinvestasi ke luar negeri pada 2024 dengan nilai mencapai 266,4 miliar dolar AS atau sekitar Rp4.342 triliun. Jepang dan China menyusul di posisi berikutnya, sementara Luksemburg, Hong Kong, dan Kanada melengkapi daftar enam sumber investasi terbesar dunia.
Menariknya, lebih dari setengah total investasi global ternyata berasal dari enam negara dan wilayah tersebut. Fakta ini membuktikan bahwa kekuatan ekonomi, kemampuan perusahaan untuk berekspansi, dan akses terhadap pasar internasional masih menjadi faktor utama yang menentukan besarnya investasi luar negeri suatu negara. Seiring pertumbuhan ekonomi Asia yang terus meningkat, peta investor terbesar dunia berpotensi menjadi semakin kompetitif pada tahun-tahun mendatang.


















