Jakarta, IDN Times - Pengamat Energi sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa menilai kelangkaan minyak goreng yang disoroti Presiden Prabowo Subianto tidak semata-mata dipicu praktik under-invoicing maupun transfer pricing.
Menurutnya, lonjakan serapan crude palm oil (CPO) untuk program biodiesel B40 di tengah produksi yang stagnan menjadi penyebab utama menyusutnya pasokan minyak goreng di pasar domestik.
"Presiden menyoroti minyak goreng yang sempat hilang di pasar dan harganya membumbung tinggi. Menurut saya, perlu dicari apa akar persoalannya, sehingga tidak melulu terjebak pada isu under-invoicing dan transfer pricing," ujar Fabby kepada IDN Times, Sabtu (25/7/2026).
