Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Korsel Pilih Pembangkit Listrik Texas sebagai Proyek Investasi AS ke-1

3 min read
Korsel Pilih Pembangkit Listrik Texas sebagai Proyek Investasi AS ke-1
Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump (commons.wikimedia.org/The White House)
  • Korea Selatan memilih pembangkit gas siklus gabungan di Encinal, Texas, sebagai proyek perdana investasi strategis AS senilai 200 miliar dolar AS dalam kesepakatan perdagangan bilateral.

  • Proyek Texas bernilai 22,3 miliar dolar AS berkapasitas 6,3 gigawatt, dibiayai penuh Korsel dengan kepemilikan dibagi rata bersama AS dan pengembangan bertahap.

  • Seoul masih membahas proyek delapan reaktor nuklir serta gas alam cair Alaska, sementara kelayakan komersial dan perlindungan modal proyek Texas dipertanyakan sejumlah anggota parlemen.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times  - Korea Selatan (Korsel) memilih pembangkit listrik tenaga gas siklus gabungan di Kota Encinal, Texas, sebagai proyek pertama dalam komitmen investasi strategis senilai 200 miliar USD (setara Rp3.574,6 triliun) di Amerika Serikat (AS). 

Menteri Perdagangan, Industri, dan Energi Kim Jung Kwan menyampaikan keputusan tersebut kepada komite Majelis Nasional pada Selasa (22/9/2026). Proyek itu merupakan bagian dari komitmen investasi Korsel senilai 350 miliar USD (setara Rp6.255,55 triliun) kepada AS yang disepakati dalam kesepakatan perdagangan kedua negara.

  1. 1. Pembangkit listrik Texas bernilai 22,3 miliar USD

    bendera Amerika Serikat dan Texas
    ilustrasi bendera Amerika Serikat dan Texas (unsplash.com/Avi Werde)

    Kim mengatakan bahwa pemerintah telah memutuskan untuk menjalankan proyek pembangkit listrik di Texas setelah melalui peninjauan oleh komite yang dipimpin oleh menteri perdagangan, industri, dan energi serta menteri keuangan. 

    Proyek tersebut bernilai 22,3 miliar dolar AS (setara Rp398,57 triliun) dan mempunyai kapasitas pembangkitan sekitar 6,3 gigawatt. Pembangkit akan dimulai dengan fasilitas turbin gas berkapasitas 1,4 gigawatt untuk menilai permintaan listrik dan kelayakan komersial proyek. Setelah itu, sekitar 4,9 gigawatt kapasitas pembangkit siklus gabungan akan ditambahkan secara bertahap. 

    Proyek ini akan sepenuhnya dibiayai Korsel, sedangkan kepemilikannya dibagi rata antara Seoul dan Washington. Pemerintah memperkirakan proyek menghasilkan 43,29 miliar dolar AS (setara Rp773,72 triliun) hingga 45,43 miliar dolar AS (setara Rp811,97 triliun) selama 20 tahun, yang dinilai cukup untuk mengembalikan pokok dan bunga investasi.

  2. 2. Dua proyek lain masih dalam pembahasan

    Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump
    Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump (commons.wikimedia.org/The White House)

    Selain pembangkit Texas, pemerintah Korsel menyiapkan rencana untuk dua proyek lain, yakni pembangunan delapan reaktor nuklir di AS dan proyek gas alam cair Alaska. Kim menegaskan kedua proyek tersebut belum diputuskan untuk dijalankan.

    "Kami belum memutuskan secara khusus untuk menjalankan proyek-proyek tersebut, tetapi saya ingin melaporkan rencana pelaksanaan untuk dua proyek yang mencerminkan kepentingan kedua negara," kata Kim, dilansir The Korea Times. 

    Untuk proyek nuklir, pembahasannya mencakup enam reaktor AP1000 milik Westinghouse dan dua reaktor APR1400 yang dirancang Korsel. Namun, komposisi reaktor tersebut belum disepakati. 

    Korsel juga sedang membahas kepemilikan 5 — 10 persen di Westinghouse. Sebelumnya, Seoul disebut mengupayakan porsi sekitar 20 persen. Kim mengatakan kepemilikan 5 hingga 10 persen tetap dapat memberikan hak suara bagi Korsel.

  3. 3. Kelayakan komersial jadi sorotan

    Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump
    Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung (commons.wikimedia.org/The White House)

    Mengutip The Korea Herald, kelayakan komersial menjadi salah satu pertimbangan utama dalam proyek Texas. Anggota parlemen Kim Sung Won dari Partai Kekuatan Rakyat mengatakan, pemerintah telah menjamin kelayakan komersial tersebut. Anggota parlemen Oh Gi Young dari Partai Demokrat Korea juga berujar bahwa Kementerian Keuangan menggambarkannya sebagai proyek yang layak secara komersial. 

    Presiden Korsel Lee Jae Myung mengatakan dalam konferensi pers baru-baru ini bahwa kelayakan komersial merupakan isu penting dalam negosiasi paket investasi tersebut. Ia juga menekankan, pemerintah tidak akan menyetujui investasi apa pun yang tidak memenuhi kriteria.

    Namun, sejumlah anggota parlemen oposisi mempertanyakan apakah kelayakan komersial proyek tersebut telah dibuktikan secara memadai. Anggota parlemen Bae Jun Young juga mempertanyakan persiapan hukum untuk menghadapi skenario terburuk serta apakah kontrak dan dokumen yang diperlukan telah disiapkan untuk melindungi modal awal. 

    Kim Jung Kwan mengatakan, pemerintah terus melakukan konsultasi dengan AS untuk mengejar proyek yang layak secara komersial. Ia juga menekankan investasi tersebut diharapkan tidak hanya menyuntikkan modal, tetapi juga membuka peluang bagi perusahaan Korsel untuk memperluas kehadiran di pasar AS. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More