Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Chatib Basri Bilang Tugas Menkeu Gampang, Apa Saja?

Chatib Basri Bilang Tugas Menkeu Gampang, Apa Saja?
Mantan Menteri Keuangan, Chatib Basri. (instagram.com/chatibbasri)
Intinya Sih
  • Chatib Basri menjelaskan tugas menkeu sebenarnya sederhana, hanya memiliki tiga opsi kebijakan: menaikkan penerimaan negara, memangkas belanja, atau menambah utang.
  • Ia menilai kenaikan pajak tidak realistis karena dapat menekan aktivitas usaha dan daya beli masyarakat di tengah kondisi ekonomi saat ini.
  • Menurut Chatib, pilihan paling rasional bagi pemerintah adalah merasionalisasi belanja negara secara selektif demi menjaga kredibilitas fiskal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Ekonom Senior, Chatib Basri mengungkapkan tugas seorang menteri keuangan (menkeu) dalam menghadapi tekanan fiskal pada dasarnya mudah dan sederhana. Hal itu lantaran seorang menkeu hanya punya tiga pilihan kebijakan, yakni menaikkan penerimaan negara, memangkas belanja negara, dan menambah utang.

"Sebetulnya tugas dar menteri keuangan itu sangat gampang. Dia hanya punya opsi tiga hal, naikkan, potong, pinjam. Hanya tiga itu," kata Chatib dalam paparan di acara Grab Business Forum 2026, Selasa (9/6/2026).

1. Menaikan pajak bukan opsi realistis

Ilustrasi pajak
Ilustrasi pajak (IDN Times/Aditya Pratama)

Eks menteri keuangan tersebut menjelaskan, pemerintah sebenarnya hanya bisa meningkatkan penerimaan negara, memangkas pengeluaran, dan menutup kebutuhan pembiayaan melalui utang.

"Kalau Anda tidak bisa naikkan, maka Anda harus potong. Kalau Anda tidak bisa potong, Anda harus pinjam (utang). As simple as that," ujar Chatib.

Meski begitu, Chatib menilai menaikkan pajak untuk mengerek penerimaan negara bukan opsi yang tepat atau realististis dalam kondisi ekonomi saat ini. Hal itu berpotensi semakin menekan aktivitas usaha dan daya beli masyarakat.

"Masak di dalam situasi ini, tax-nya mesti dinaikkan? Gak mungkin juga," kata dia.

2. Penambahan utang juga bukan pilihan

ilustrasi utang (IDN Times/Aditya Pratama)
ilustrasi utang (IDN Times/Aditya Pratama)

Sementara itu, penambahan utang juga tidak jadi opsi ideal lantaran biaya pinjaman tengah mahal seiring tingginya suku bunga global.

"Siapa yang mau pinjam uang sekarang, cost-nya akan jadi sangat mahal," ujar Chatib.

3. Rasionalisasi belanja negara

20260505_134052.jpg
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di kantornya, Jakarta, Selasa (5/5/2026). (IDN Times/Trio Hamdani)

Oleh karena itu, Chatib menilai langkah yang paling realistis diambil pemerintah dalam situas ekonomi sekarang adalah merasionalisasi belanja negara secara selektif. Hal tersebut dipandang penting oleh Chatib untuk menjaga kredibilitas fiskal.

"Maka opsi yang paling mungkin itu adalah opsi tiga, cut the spending selectively," katanya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati

Related Articles

See More