Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
China dan AS Gelar Konsultasi Ekonomi Tingkat Tinggi di New York
ilustrasi bendera AS dan China (Territory of American Canada, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commos)
  • Pejabat ekonomi China dan AS menggelar konsultasi tingkat tinggi di New York untuk membahas isu perdagangan, investasi, implementasi kesepakatan sebelumnya, serta kecerdasan buatan.
  • Pertemuan dipimpin He Lifeng, Scott Bessent, dan Jamieson Greer sebagai persiapan kerangka ekonomi menjelang rencana kunjungan Presiden Xi Jinping ke Washington.
  • Negosiasi berlangsung di tengah ketegangan teknologi, termasuk tudingan AS terhadap perusahaan AI China dan penolakan Beijing, sementara rincian keputusan pertemuan belum diumumkan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pejabat ekonomi dan perdagangan tingkat tinggi dari China dan Amerika Serikat (AS) menggelar perundingan di New York, AS, pada Minggu (20/9/2026) waktu setempat. Pertemuan ini dipimpin oleh Wakil Perdana Menteri China He Lifeng bersama Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer di kantor pusat JPMorgan Chase, Manhattan.

Dialog bilateral tersebut membahas isu-isu ekonomi utama serta kecerdasan buatan (AI) guna menindaklanjuti konsensus yang telah dicapai sebelumnya. Rangkaian konsultasi tatap muka ini sekaligus menjadi langkah untuk meletakkan dasar hubungan ekonomi sebelum Presiden AS Donald Trump menerima kunjungan Presiden China Xi Jinping di Washington.

1. Bahas implementasi kesepakatan dagang dan isu AI

ilustrasi AI (pexels.com/Aerps.com)

Berdasarkan laporan kantor berita Xinhua, delegasi kedua pihak mengadakan pertukaran pandangan yang jujur, mendalam, dan konstruktif mengenai persoalan ekonomi serta perdagangan utama. Pembicaraan tersebut mencakup implementasi konsensus dari konsultasi sebelumnya serta upaya mendorong perdagangan dan investasi bilateral kedua negara. Selain isu perdagangan, kedua delegasi juga menggelar dialog mengenai isu-isu terkait kecerdasan buatan.

Konsultasi di New York ini menandai pertukaran terbaru setelah China dan AS mencapai hasil positif dalam perundingan ekonomi di Korea Selatan pada Mei lalu. Kesepakatan sebelumnya mencakup pengaturan tarif, penyelesaian hambatan nontarif, hingga peningkatan perdagangan dua arah termasuk komoditas pertanian. Peneliti senior Chinese Academy of International Trade and Economic Cooperation, Zhou Mi, menilai dialog lanjutan ini memperlihatkan komitmen kedua negara untuk mengubah konsensus para pemimpin menjadi tindakan nyata.

Zhou Mi menerangkan bahwa konsultasi rutin sangat dibutuhkan untuk mengurangi sengketa perdagangan di tengah kesamaan kepentingan ekonomi kedua belah pihak. "Dalam perdagangan dan investasi, China dan AS memiliki banyak kepentingan bersama, sementara perbedaan tetap ada pada sejumlah isu, yang membuat konsultasi berkelanjutan diperlukan untuk membangun konsensus, mengurangi sengketa dan gesekan perdagangan, serta menciptakan kondisi yang lebih baik bagi aktivitas bisnis dan komersial normal," kata dia kepada Global Times.

2. Persiapan kerangka kerja menjelang KTT Gedung Putih

Gedung Putih, Washington D.C. (unsplash.com/Tabrez Syed)

Perundingan tingkat menteri di Manhattan tersebut menjadi bagian penting dari persiapan diplomasi tingkat kepala negara. Melalui unggahan di media sosial X, Scott Bessent menekankan pentingnya komunikasi ini untuk memajukan kepentingan ekonomi Amerika dan memberikan hasil bagi rakyat AS. "Pembicaraan ini membantu meletakkan dasar bagi Presiden (AS) (Donald) Trump untuk memajukan kepentingan ekonomi Amerika dan memberikan hasil bagi rakyat Amerika," tulis Bessent.

Saat tiba di lokasi pertemuan, Bessent menyatakan kepada para jurnalis bahwa dia mengantisipasi pembicaraan yang fokus, menyeluruh, dan konstruktif bersama Jamieson Greer. Menurut laporan Fox Business, agenda tersebut awalnya mempertemukan seluruh delegasi sebelum para pimpinan memisahkan diri untuk berdiskusi secara tertutup dalam sesi empat mata. Tim negosiator berupaya mencari titik temu seputar keamanan AI serta pasokan logam tanah jarang guna menyusun kerangka kerja yang memungkinkan Trump mengambil keputusan ya atau tidak (thumbs up or thumbs down) menjelang KTT.

Pihak AS diperkirakan mendesak China untuk memenuhi komitmen pembelian produk pertanian serta menangani persoalan arus ekspor mineral kritis. Kendati demikian, otoritas kedua negara belum merilis rincian keputusan konkret dari hasil pertemuan di Manhattan itu ke publik.

3. Ketegangan sektor teknologi dan dinamika bilateral

AI Deepseek (pexels.com/Airam Dato-on)

Di tengah kelanjutan komunikasi ekonomi, AS tetap menerapkan pembatasan dagang dan tekanan terhadap sektor teknologi China. Sejumlah lembaga pemerintah AS, termasuk National Security Agency, menerbitkan pedoman bersama yang menuduh perusahaan AI China melakukan penyulingan model (model distillation) skala industri untuk menyerap kemampuan teknologi model AI canggih AS. Pedoman itu merekomendasikan serangkaian langkah pertahanan bagi perusahaan-perusahaan di AS.

Kementerian Perdagangan China pada 9 September 2026 menentang keras tudingan tersebut dan menyebutnya tidak berdasar serta mencerminkan standar ganda Washington. Pemerintah China juga menilai tindakan AS sebagai upaya menegakkan hegemoni teknologi, memonopoli daya komputasi, sekaligus menekan persaingan dalam industri AI global. Terlepas dari friksi baru itu, interaksi diplomatik kedua negara tetap berjalan, termasuk komunikasi telepon antara Menteri Luar Negeri China Wang Yi dan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada Kamis lalu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article