ilustrasi AI (pexels.com/Aerps.com)
Berdasarkan laporan kantor berita Xinhua, delegasi kedua pihak mengadakan pertukaran pandangan yang jujur, mendalam, dan konstruktif mengenai persoalan ekonomi serta perdagangan utama. Pembicaraan tersebut mencakup implementasi konsensus dari konsultasi sebelumnya serta upaya mendorong perdagangan dan investasi bilateral kedua negara. Selain isu perdagangan, kedua delegasi juga menggelar dialog mengenai isu-isu terkait kecerdasan buatan.
Konsultasi di New York ini menandai pertukaran terbaru setelah China dan AS mencapai hasil positif dalam perundingan ekonomi di Korea Selatan pada Mei lalu. Kesepakatan sebelumnya mencakup pengaturan tarif, penyelesaian hambatan nontarif, hingga peningkatan perdagangan dua arah termasuk komoditas pertanian. Peneliti senior Chinese Academy of International Trade and Economic Cooperation, Zhou Mi, menilai dialog lanjutan ini memperlihatkan komitmen kedua negara untuk mengubah konsensus para pemimpin menjadi tindakan nyata.
Zhou Mi menerangkan bahwa konsultasi rutin sangat dibutuhkan untuk mengurangi sengketa perdagangan di tengah kesamaan kepentingan ekonomi kedua belah pihak. "Dalam perdagangan dan investasi, China dan AS memiliki banyak kepentingan bersama, sementara perbedaan tetap ada pada sejumlah isu, yang membuat konsultasi berkelanjutan diperlukan untuk membangun konsensus, mengurangi sengketa dan gesekan perdagangan, serta menciptakan kondisi yang lebih baik bagi aktivitas bisnis dan komersial normal," kata dia kepada Global Times.