Turki dan AS Bidik Target Dagang Rp1.787 Triliun di Forum New York

- Turki dan Amerika Serikat menggelar TRICON ke-19 di New York pada 21–23 September untuk memperdalam hubungan ekonomi dan mengejar target perdagangan bilateral 100 miliar dolar AS.
- Forum menghadirkan tujuh pertemuan sektoral, mencakup energi, teknologi tinggi, keuangan, semikonduktor, mobilitas, energi terbarukan, dan manufaktur maju, serta membahas kesehatan, digital, komunikasi, dan antariksa.
- Pejabat serta pemimpin korporasi membahas investasi, rantai pasok, dan kemitraan strategis; Turki menawarkan insentif termasuk HIT30 untuk menarik investasi asing dan proyek komersial baru.
Jakarta, IDN Times - Para pejabat senior serta pemimpin bisnis Turki dan Amerika Serikat berkumpul di New York untuk memperdalam hubungan ekonomi bilateral melalui ajang Konferensi Investasi Turki (TRICON) ke-19. Pertemuan ini menargetkan nilai perdagangan bilateral sebesar 100 miliar dolar AS atau setara Rp1.787 triliun (kurs Rp17.870) serta penjajakan berbagai kemitraan investasi baru.
Forum bisnis yang berlangsung selama tiga hari dari 21 hingga 23 September ini diselenggarakan bersamaan dengan pekan Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-81. Agenda ini juga digelar di tengah kunjungan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan ke Amerika Serikat.
Table of Content
1. Fokus utama pada sektor energi dan teknologi tinggi

ilustrasi produksi semikonduktor (unsplash.com/Louis Reed) Sebagaimana dilansir TRT World, agenda konferensi mencakup tujuh pertemuan sektoral yang berfokus pada berbagai bidang strategis. Bidang-bidang tersebut meliputi sektor energi, teknologi mutakhir, jasa keuangan, semikonduktor, mobilitas, energi terbarukan, hingga manufaktur maju.
Pembahasan dalam forum ini turut menyoroti sektor layanan kesehatan, teknologi digital, komunikasi, serta industri antariksa. Kehadiran topik-topik tersebut mencerminkan fokus kedua negara yang kian besar pada industri bernilai tinggi dan teknologi baru yang sedang berkembang.
Turki juga diperkirakan memanfaatkan kesempatan ini untuk memaparkan berbagai insentif penanaman modal demi menarik modal internasional, termasuk program investasi teknologi tinggi bernama HIT30. Di samping itu, isu keamanan siber serta transformasi digital menjadi agenda penting saat Ankara berupaya memperluas kerja sama dengan korporasi asal Amerika Serikat.
2. Pertemuan tingkat tinggi bersama para pemimpin korporasi global

Presiden Recep Tayyip Erdogan (Mikhail Klimentyev / Russian Presidential Press And Information Office / TASS, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons) Dewan Hubungan Ekonomi Luar Negeri Turki (DEİK) bersama Dewan Bisnis Turki-AS (TAİK) menjadi pihak penyelenggara dalam pertemuan tahunan TRICON di New York. Lembaga tersebut menggambarkan konferensi ini sebagai sarana tahunan yang mempertemukan pejabat senior Turki dengan para pemodal terkemuka serta perusahaan-perusahaan yang masuk daftar Fortune 100.
Presiden Recep Tayyip Erdogan yang tiba di New York pada hari Minggu (20/9/2026) waktu setempat dijadwalkan bertemu dengan jajaran pemimpin korporasi asal Amerika Serikat. Pertemuan dengan para pemimpin korporasi ini diarahkan untuk memperkuat dialog ekonomi dan mendukung kemitraan strategis antarperusahaan kedua pihak.
Ketua DEİK Nail Olpak dan Ketua TAİK Murat Ozyegin turut hadir sebagai perwakilan delegasi bisnis asal Turki dalam rangkaian agenda tersebut. Pendiri sekaligus pimpinan eksekutif produsen makanan Chobani, Hamdi Ulukaya, juga dijadwalkan menghadiri konferensi bergengsi ini.
3. Peluang rantai pasok dan realisasi target perdagangan bilateral

ilustrasi pesawat kargo (unsplash.com/Patrick Campanale) Pertemuan ini memberikan ruang bagi perusahaan Turki dan Amerika Serikat untuk membahas proyek investasi, rantai pasok, serta kemitraan potensial di industri strategis. Bagi Turki, pasar Amerika Serikat merupakan tujuan ekspor sekaligus mitra penanaman modal yang sangat penting.
Sebaliknya, perusahaan-perusahaan asal Amerika Serikat kian memandang Turki sebagai pusat manufaktur, logistik, dan investasi di kawasan regional. Pertemuan sektor dan dialog tingkat tinggi ini dirancang untuk menghasilkan proyek nyata demi merealisasikan target perdagangan bilateral sebesar 100 miliar dolar AS atau setara Rp1.787 triliun.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya diplomasi ekonomi Turki yang lebih luas untuk menarik investasi asing langsung. Pihak penyelenggara berupaya menerjemahkan dialog politik dan ekonomi menjadi peluang komersial baru yang mempererat kerja sama bisnis kedua negara.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)





















