Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

China dan AS Sepakati Pemangkasan Tarif 30 Miliar Dolar AS

4 min read
China dan AS Sepakati Pemangkasan Tarif 30 Miliar Dolar AS
ilustrasi bendera AS dan China (Territory of American Canada, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commos)
  • Xi Jinping dan Donald Trump menyepakati kerangka pemangkasan tarif timbal balik untuk barang non-sensitif senilai 30 miliar dolar AS serta mengaktifkan dewan perdagangan dan investasi bilateral.
  • AS-China membentuk Forum Dialog Kecerdasan Super, saluran darurat teknologi, dan membahas pengawasan prekursor fentanil, pasokan mineral penting, energi, serta impor batu bara AS oleh China.
  • Kedua pemimpin membahas Iran, Rusia, Korea Utara, dan kebebasan jalur perairan internasional, sekaligus berkomitmen melanjutkan dialog serta pertemuan dua kali sebelum akhir 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Presiden China Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump menyepakati kerangka kerja pemangkasan tarif timbal balik senilai 30 miliar dolar AS atau setara Rp537,27 triliun (kurs Rp17.909) di Washington, Amerika Serikat, Jumat (25/9/2026). Kesepakatan ekonomi ini dicapai dalam kunjungan kenegaraan selama tiga hari oleh Xi demi memperkuat stabilitas hubungan bilateral kedua negara.

Lawatan ini menandai kunjungan kenegaraan pertama oleh pemimpin China ke Gedung Putih dalam kurun waktu lebih dari sepuluh tahun terakhir. Melalui konsensus delapan poin yang dicapai selama lawatan Xi, kedua negara ekonomi terbesar dunia ini menyepakati pemangkasan tarif timbal balik dan peluncuran dialog AI, di samping pembentukan dewan perdagangan.

  1. 1. Pembentukan dewan dagang dan pemangkasan tarif timbal balik

    ilustrasi pesawat kargo
    ilustrasi pesawat kargo (unsplash.com/Patrick Campanale)

    Kedua negara meresmikan Dewan Perdagangan AS-China dan Dewan Investasi AS-China yang telah dibentuk usai pertemuan bilateral di Beijing pada Mei 2026. Dilansir The Times of India, dewan perdagangan menyepakati rekomendasi perlakuan tarif yang lebih menguntungkan untuk barang non-sensitif senilai 30 miliar dolar AS atau setara Rp537,27 triliun di kedua arah. Badan ini juga langsung meluncurkan kelompok kerja teknis guna membedah hambatan akses pasar pada sektor pertanian.

    Komoditas ekspor AS yang memperoleh rekomendasi keringanan tarif mencakup barang pertanian, ikan dan seafood, produk kayu, kosmetik, serta peralatan medis. Sementara itu, impor AS dari China yang tercakup dalam kesepakatan terdiri atas produk konsumen seperti peralatan rumah tangga kecil, mainan, dekorasi hari raya, dan kursi mobil anak. Pemerintah Beijing turut berkomitmen mengimpor sedikitnya 10 juta metrik ton batu bara asal AS pada 2027 dan mengulanginya pada 2028.

    Dewan Investasi bertugas menyediakan saluran komunikasi resmi antarpemerintah guna mendiskusikan berbagai peluang penanaman modal sekaligus membedah kendala regulasi yang ada. Kedua negara pun sepakat menangani kekhawatiran Washington mengenai kelangkaan pasokan mineral penting dan logam tanah jarang demi memulihkan pengiriman ke tingkat normal. Di sisi lain, Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada Rabu (23/9/2026) menyatakan bahwa kedua negara sebelumnya telah sepakat memperpanjang jeda dagang (trade truce) selama dua bulan menjelang tenggat kedaluwarsa 10 November mendatang.

  2. 2. Kerja sama kecerdasan super dan penindakan narkoba

    ilustrasi AI
    ilustrasi AI (pexels.com/Aerps.com)

    Terkait pengembangan teknologi masa depan, kedua pihak sepakat memakai istilah super intelligence alih-alih kecerdasan buatan untuk teknologi mutakhir yang relevan. Forum Dialog Kecerdasan Super AS-China resmi dibentuk untuk bertukar pandangan terkait risiko maupun potensi manfaat teknologi tersebut, dengan agenda pertemuan lanjutan pada November 2026. Kedua pemimpin juga sepakat membangun saluran komunikasi bilateral khusus guna menangani situasi darurat atau insiden yang berkaitan dengan sistem kecerdasan tersebut.

    Pemerintah AS menyambut baik langkah China yang memasukkan orphines, salah satu kelompok senyawa terlarang yang mematikan, ke dalam daftar pengawasan ketat. Washington juga mencatat regulasi kontrol ekspor baru dari China terhadap dua bahan kimia prekursor fentanil, sembari terus mendorong penjadwalan permanen atas zat-zat tersebut demi membendung aliran prekursor ilegal ke produsen obat-obatan di Amerika Utara. Pemerintah AS menyatakan bahwa berdasarkan informasi dari aparat penegak hukum AS, kepolisian China telah menangkap 21 warga negara China pada Agustus 2026 atas dugaan pembuatan dan distribusi bahan kimia prekursor kepada produsen obat-obatan terlarang di Amerika Utara.

    Pihak AS juga mendorong penjatuhan vonis pidana maksimal, termasuk penerapan hukuman mati jika memungkinkan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Dalam urusan energi, Trump mendesak Xi agar meningkatkan kapasitas produksi produk minyak olahan demi membantu menstabilkan pasokan energi global. Kantor berita Xinhua mengabarkan bahwa Presiden Xi telah mendarat kembali di Beijing pada Sabtu (26/9/2026) usai menuntaskan seluruh rangkaian agenda diplomasi di Washington.

  3. 3. Penjagaan stabilitas geopolitik dan perairan internasional

    Kapal militer AS di Selat Hormuz
    Kapal militer AS di Selat Hormuz (Official U.S. Navy Page from United States, Public Domain, via Wikimedia Commons)

    Pembahasan antarpemimpin negara adidaya ini turut mencakup situasi di Rusia, Korea Utara, dan perang di Iran. Dilansir Business Standard, kedua negara menegaskan kesepakatan bahwa Iran harus memenuhi komitmennya untuk tidak mengembangkan senjata nuklir. Trump dan Xi juga menetapkan kesepahaman bersama bahwa tidak boleh ada satu pun negara atau institusi yang memungut bea transit pada jalur perairan internasional.

    Kedua pemimpin sepakat untuk saling memberikan dukungan penuh dalam kapasitas masing-masing sebagai tuan rumah KTT APEC dan KTT G20 mendatang. Trump dan Xi menyatakan niat mereka untuk menghadiri forum ekonomi internasional yang diadakan di masing-masing negara mitra. Pada kesempatan yang sama, Trump turut mengusulkan perundingan pembatasan persenjataan secara trilateral yang melibatkan AS, Rusia, dan China.

    Kedua kepala negara juga mengenang kembali sejarah kerja sama bilateral saat tentara AS dan China berjuang sebagai sekutu pada era Perang Dunia II. Trump menggarisbawahi kehadiran militer AS di kawasan Indo-Pasifik yang dinilai Gedung Putih telah menopang kemakmuran rakyat Amerika Serikat dari generasi ke generasi. Dalam penutupan lawatan ini, Xi mengumumkan rencananya untuk bertemu Trump dua kali lagi sebelum akhir tahun seiring komitmen kedua negara untuk terus memelihara dialog berlandaskan stabilitas strategis, saling menghormati, keadilan, dan prinsip timbal balik.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More