Sebelumnya, Delegasi Parlemen Uni Eropa yang dipimpin oleh Ketua Komite Pasar Internal dan Perlindungan Konsumen, Anna Cavazzini, berkunjung ke China pada 31 Maret hingga 2 April 2026. Delegasi tersebut meninjau langsung operasional platform raksasa seperti Alibaba, Shein, dan Temu, serta mengecek mekanisme pengiriman paket kecil di Bandara Internasional Pudong. Saat ini, paket-paket kecil tersebut mendominasi 91 persen dari total pengiriman internasional ke Eropa.
Eropa menyoroti secara serius risiko kesehatan dan keselamatan dari produk yang tidak sesuai standar, terutama mainan, alat elektronik, dan pakaian. Laporan Safety Gate mencatat lebih dari 2.000 peringatan bahaya untuk produk-produk asal China sepanjang tahun 2025. Terkait hal ini, Cavazzini menekankan pentingnya standar global yang seragam.
"Meski semua konsumen berhak mendapatkan produk dengan harga terjangkau, mereka tidak boleh merasa khawatir akan kesehatan dan keselamatan saat berbelanja," tegas Cavazzini, dilansir The Independent.
Dalam pertemuan tertutup di Beijing, delegasi Uni Eropa juga menyinggung ketidakseimbangan akses pasar dan kelebihan produksi yang memicu banjir barang murah dari China. Hal ini dinilai mengancam persaingan usaha yang adil di Eropa.
Sebagai langkah antisipasi, Uni Eropa telah memperbaiki sistem bea cukainya pada Maret 2026, yang memungkinkan pengenaan denda besar bagi platform digital yang gagal mencegah penjualan barang ilegal atau berbahaya. Cavazzini pun memberi peringatan agar China segera menyempurnakan sistem pengawasan ekspor mereka.
"Kami ingin melihat perbaikan yang cepat dan memastikan peringatan kami ditanggapi dengan serius oleh pemerintah serta perusahaan di China," tambahnya.