Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

CIMB Niaga Respons Kekhawatiran soal Fitur Transaksi Pakai NFC

3 min read
CIMB Niaga Respons Kekhawatiran soal Fitur Transaksi Pakai NFC
Illustrasi transaksi menggunakan NFC (pexels.com/iMin Technology)
  • CIMB Niaga merespons kekhawatiran soal keamanan transaksi berbasis NFC yang ramai dibahas di Threads.

  • QRIS Tap perlu diaktifkan melalui aplikasi sebelum pengguna melakukan tap dengan ponsel.

  • CIMB Niaga memanfaatkan AI untuk mendeteksi pola transaksi anomali dan memberi verifikasi tambahan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Keamanan transaksi menjadi sorotan seiring penggunaan pembayaran digital yang semakin luas. Salah satunya terkait penggunaan teknologi NFC yang belakangan ramai dibahas di media sosial (medsos) Threads.

Head of Digital Banking & Contact Center CIMB Niaga, Lusiana Saleh mengatakan ada informasi mengenai penggunaan NFC yang belum disampaikan secara utuh sehingga menimbulkan persepsi bahwa transaksi menggunakan teknologi tersebut tidak aman.

"Lagi banyak beredar di Threads mengenai tap-tapan NFC gitu ya. Itu mungkin ada beberapa yang tidak diungkapkan secara keseluruhan sehingga persepsi nasabah kok ngerasanya jadinya nggak aman," kata dia di Mall Senayan City, Jakarta, Jumat (2/10/2026).

  1. 1. QRIS Tap harus diaktifkan sebelum ponsel bisa digunakan

    Ilustrasi qris tap
    Ilustrasi qris tap (pexels.com/cottonbro studio)

    Menurutnya, mekanisme QRIS Tap melalui ponsel memiliki sejumlah tahapan sebelum transaksi dapat dilakukan. Pengguna perlu masuk ke aplikasi terlebih dahulu untuk mengaktifkan QRIS Tap. Setelah aktif, pengguna baru dapat melakukan tap menggunakan ponselnya.

    Dengan demikian, ponsel yang hanya didekatkan ke perangkat pembayaran tanpa QRIS Tap dalam kondisi aktif tidak akan langsung menjalankan transaksi. Dia menilai informasi yang beredar di Threads mengenai penggunaan NFC sebelumnya belum utuh.

    "Dia nggak bisa nih kalau handphone mendekat tapi belum diaktifin ya dia nggak akan bisa kena. Jadi ada beberapa menurut saya agak misleading yang kemarin beredar di Thread itu," ujar Lusiana.

  2. 2. Keamanan dan kepercayaan nasabah harus dijaga

    ilustrasi peringatan ancaman keamanan pada sistem digital
    ilustrasi peringatan ancaman keamanan pada sistem digital (magnific.com/upklyak)

    Dari sisi keamanan, Lusiana mengatakan kepercayaan nasabah menjadi salah satu hal yang diperhatikan CIMB Niaga dalam pengembangan layanan digital. Nasabah perlu merasa yakin dana mereka tetap aman ketika menggunakan aplikasi digital.

    Karena itu, keamanan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pengembangan aplikasi. CIMB Niaga juga terus berinvestasi pada teknologi untuk mendukung keamanan layanan digital yang digunakan nasabah.

    "Pada saat customer menggunakan digital, dia harus memastikan uangnya semua aman di dalam aplikasinya dia sehingga aplikasi dengan security itu erat banget nih. Kita selalu invest untuk mempunyai teknologi yang terbaik untuk security," tuturnya.

  3. 3. Gunakan AI untuk deteksi transaksi anomali

    ilustrasi teknologi AI
    ilustrasi teknologi AI (vecteezy.com/sompoch sivakosit)

    Selain sistem keamanan yang sudah berjalan, CIMB Niaga juga mulai menggunakan akal imitasi atau artificial intelligence (AI) untuk mendeteksi transaksi yang tidak sesuai dengan pola transaksi nasabah.

    Lusiana mencontohkan ketika seseorang biasanya melakukan transaksi sekitar Rp100 ribu, tetapi tiba-tiba melakukan transaksi hingga Rp30 juta. Perubahan tersebut dapat menjadi indikasi adanya aktivitas yang berbeda dari kebiasaan nasabah.

    AI kemudian digunakan untuk menganalisis perilaku transaksi nasabah. Jika ditemukan aktivitas yang dianggap tidak sesuai, sistem dapat memberikan verifikasi tambahan untuk memastikan transaksi tersebut benar dilakukan oleh nasabah.

    Menurut Lusiana, pendekatan itu juga digunakan untuk mengantisipasi kondisi ketika ponsel nasabah hilang dan kemudian digunakan oleh orang lain.

    Sebelumnya, analisis terhadap pola transaksi dilakukan secara manual. Penggunaan sistem membuat proses tersebut dapat dilakukan lebih cepat, sedangkan AI memungkinkan analisis terhadap perilaku nasabah dilakukan secara lebih detail.

    "Dengan AI mereka bisa berpikir lebih pintar, lebih detail kali ya terhadap dengan behavior nasabah tersebut, sehingga kita biasa bisa banyak mencegah transaksi-transaksi yang seharusnya tidak terjadi," katanya.

Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More