Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Daftar 11 Proyek Hilirisasi yang Diluncurkan Prabowo di Weda Bay

2 min read
Daftar 11 Proyek Hilirisasi yang Diluncurkan Prabowo di Weda Bay
Presiden Prabowo Subianto meluncurkan ekspor perdana baterai kendaraan listrik dari kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera Tengah, Maluku Utara (Malut), Kamis (8/10/2026). (YouTube/Sekretariat Presiden)
  • Prabowo meluncurkan 11 proyek hilirisasi di kawasan IWIP dengan total investasi sekitar Rp180 triliun.

  • Empat proyek senilai Rp60 triliun telah beroperasi secara komersial dan melakukan ekspor.

  • Tujuh proyek senilai 6,8 miliar dolar AS memasuki tahap peletakan batu pertama.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto meluncurkan 11 proyek hilirisasi di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera Tengah, Maluku Utara. Total nilai investasi dari proyek-proyek tersebut mencapai 10,2 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp180 triliun.

Hal itu disampaikan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani saat mendampingi Prabowo dalam peluncuran sejumlah proyek hilirisasi di kawasan IWIP, Kamis (8/10/2026).

"Empat proyek sudah selesai dan baru selesai dan melakukan seremonial komersial dan juga ekspor senilai 3,4 miliar dolar yang sudah selesai, Bapak Presiden, dari 4 proyek itu atau kurang lebih Rp60 triliun," kata Rosan dalam paparannya.

Empat perusahaan yang meresmikan kegiatan komersial dan ekspor tersebut yakni PT Blue Sparking Energy, PT Pioneer Aluminium Industries, PT XCMG Indonesia Manufacturing, dan REPT Battero Indonesia. REPT Battero Indonesia menjadi perusahaan yang melakukan peresmian ekspor.

"Ini bergerak dari material baterai berbasis nikel, kemudian produksi baterai, aluminium elektrolit, alat berat berbasis listrik, itu yang sudah selesai," tuturnya.

Sementara itu, proyek lainnya dengan nilai investasi 6,8 miliar dolar AS masuk tahap peletakan batu pertama (groundbreaking), yakni PT Guang Ching Nickel Cobalt, PT Inno Prima Material, PT Tinci Materials Indonesia, PT Weda Bay Aluminium, PT Bintang Karya Aluminium, PT Foton Guangqing Motor Indonesia, dan PT Flat Solar Energy Indonesia.

"Yang akan digerakkan groundbreaking adalah material baterai berbasis nikel juga, separator baterai EV, dan ini adalah yang pertama. Elektrolit baterai EV, dan juga aluminium elektrolit ada dua, dan juga alat berat berbasis listrik yang akan dibangun untuk truk dan juga pertambangan dan juga industri, dan juga photovoltaic glass untuk solar energi industri," ujar Rosan.

Rosan juga menyebut investor di kawasan IWIP berasal dari berbagai negara. Saat ini terdapat 52 tenant di kawasan tersebut. Investornya berasal dari berbagai negara, yakni Australia, India, dan sejumlah negara lainnya.

    Share Article
    Editorial Team

    Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

    Related Articles

    See More