Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Daftar Negara dengan Kelompok 1 Persen Terkaya Berharta Paling Banyak

ilustrasi China (pexels.com/Abderrahmane Habibi)
1. Italia
ilustrasi Italia (pexels.com/Helena Jankovičová Kováčová)
Italia mencatat kekayaan 1 persen teratas sebesar 7,2 juta dolar per orang. Angka ini lebih rendah dibanding negara Eropa Barat lain seperti Prancis atau Jerman. Kelompok 50% terbawah hanya memiliki sekitar 17 ribu dolar per orang. Hal ini menunjukkan tekanan ekonomi masih dirasakan cukup kuat oleh masyarakat kelas bawah.
2. Australia
ilustrasi Australia (pexels.com/Rohi Bernard Codillo)
Australia berada di posisi kedua dengan kekayaan 1 persen teratas sekitar 10,6 juta dolar per orang. Meski besar, kesenjangan internal di negara ini relatif lebih kecil dibanding Amerika Serikat. Kelompok 50 persen terbawah di Australia masih memiliki rata-rata kekayaan sekitar 36 ribu dolar. Hal ini menandakan distribusi kekayaan yang sedikit lebih merata.
3. Kanada
ilustrasi Kanada (pexels.com/Andre Furtado)
Kanada mencatat angka sekitar 9,1 juta dolar untuk 1 persen orang terkaya. Nilai ini sejajar dengan Jerman dalam daftar global. Kelompok 50 persen terbawah memiliki rata-rata kekayaan sekitar 30 ribu dolar per orang. Pola ini memperlihatkan bahwa negara maju dengan sistem sosial kuat cenderung punya jarak yang gak terlalu ekstrem.
4. Jerman
ilustrasi Jerman (pexels.com/Daniel Nettesheim)
Jerman juga memiliki kekayaan 1 persen teratas sekitar 9,1 juta dolar per orang. Negara ini dikenal dengan ekonomi stabil dan industri kuat. Kelompok 50 persen terbawah hanya memiliki sekitar 23 ribu dolar per orang. Data ini menunjukkan ketimpangan tetap ada meski sistem kesejahteraan cukup solid.
5. Prancis
ilustrasi Prancis (pexels.com/Jasper de Vreede)
Di Prancis, 1 persen orang terkaya mengantongi rata-rata sekitar 8,5 juta dolar per orang. Kelompok 50 persen terbawah masih memiliki kekayaan sekitar 31 ribu dolar. Kondisi ini menggambarkan adanya perlindungan sosial yang membantu menjaga daya beli masyarakat bawah. Namun, selisih antara elite dan warga biasa tetap terasa besar.
6. Amerika Serikat
ilustrasi New York City, Amerika Serikat (pexels.com/Matthis Volquardsen)
Amerika Serikat menempati posisi teratas dengan rata-rata kekayaan 1 persen orang terkaya mencapai sekitar 16,4 juta dolar per orang. Angka ini jauh meninggalkan negara lain di bawahnya. Pada saat yang sama, kelompok 50 persen terbawah hanya memiliki kekayaan sekitar 9 ribu dolar per orang. Kondisi ini menunjukkan jurang yang sangat lebar antara kelompok super kaya dan masyarakat bawah.
7. Korea Selatan
ilustrasi Korea Selatan (pexels.com/Tyler Wang)
Korea Selatan memiliki kekayaan 1% teratas sekitar 7,2 juta dolar per orang. Negara ini dikenal dengan pertumbuhan industri teknologi yang cepat. Kelompok 50% terbawah hanya menguasai sekitar 10 ribu dolar per orang. Perbedaan ini menandakan bahwa kemajuan ekonomi gak selalu dirasakan merata.
8. Jepang
ilustrasi Jepang (pexels.com/Nguyễn Khanh)
Di Jepang, 1 persen orang terkaya memiliki kekayaan sekitar 6,9 juta dolar per orang. Angka ini kurang dari setengah milik Amerika Serikat. Kelompok 50 persen terbawah memiliki sekitar 22 ribu dolar per orang. Struktur ekonomi Jepang yang matang membuat distribusi kekayaan relatif lebih stabil meski tetap timpang.
9. Inggris
ilustrasi Inggris (pexels.com/Wender Junior Souza Vieira)
Inggris mencatat kekayaan 1 persen teratas sekitar 5 juta dolar per orang. Nilai ini lebih rendah dibanding negara Eropa besar lainnya. Kelompok 50 persen terbawah memiliki rata-rata sekitar 22 ribu dolar. Perbedaan ini menggambarkan tantangan ekonomi pasca krisis dan perubahan global.
10. China
ilustrasi China (pexels.com/Abderrahmane Habibi)
China memiliki kekayaan 1 persen teratas sekitar 3,2 juta dolar per orang. Meski terlihat kecil dibanding negara Barat, jumlah ini tetap sangat besar dalam konteks nasional. Kelompok 50 persen terbawah memiliki sekitar 13 ribu dolar per orang. Menariknya, kelompok bawah di China justru lebih kaya dibanding kelompok bawah di Amerika Serikat jika disesuaikan daya beli.
11. Meksiko
ilustrasi Meksiko (pexels.com/Alex wolf mx)
Meksiko berada di posisi terbawah dengan kekayaan 1 persen teratas sekitar 2,7 juta dolar per orang. Kelompok 50 persen terbawah hanya memiliki sekitar 3 ribu dolar per orang. Negara ini juga mencatat porsi kekayaan 1 persen teratas mencapai sekitar 37 persen dari total nasional. Kondisi ini menunjukkan ketimpangan yang sangat tinggi.
Dari daftar ini, terlihat jelas bahwa kekayaan 1 persen orang terkaya sangat bergantung pada negara tempat mereka tinggal. Amerika Serikat masih memimpin jauh dengan nilai per kapita tertinggi, sementara negara seperti Meksiko dan China berada di level yang jauh lebih rendah.
Meski begitu, hampir semua negara menunjukkan pola yang sama, yaitu jurang besar antara kelompok super kaya dan masyarakat bawah. Data ini bisa jadi pengingat bahwa pertumbuhan ekonomi gak otomatis berarti pemerataan kesejahteraan. Dengan memahami perbedaan ini, kamu bisa melihat isu ketimpangan global secara lebih realistis dan kritis.
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Curated For You
- [INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial 09 Sep 2026, 13:52 WIB
- Populasi Ultrakaya di Indonesia Tumbuh 9 Persen Selama 202228 May 2023, 10:40 WIB
- Penegakan Hukum Keracunan MBG Dipertanyakan, 11 Tokoh Bersuara21 Sep 2026, 07:00 WIB
- Populasi Ultrakaya Asia Salip Eropa 4 Tahun Lagi, Bertabur Crazy Rich!05 Mar 2022, 20:43 WIB
- Populasi Ultrakaya Dunia Bakal Tumbuh 28 Persen hingga 202605 Mar 2022, 12:55 WIB
Editorial Team
EditorAnata Siregar
Related Article
Blangkon Jawa Tetap Hidup di Tengah Zaman Bersama PNM Mekaar29 Sep 2026, 16:36 WIB
Zulhas: Penempatan Manajer Kopdes Jauh dari Domisili Cuma Sementara29 Sep 2026, 16:35 WIB
IHSG Gagal Balik ke Zona Hijau, SEMA-SOSS Melambung29 Sep 2026, 16:25 WIB
Harga Minyak Tinggi dan Bunga AS Tekan Rupiah ke Rp17.98129 Sep 2026, 16:24 WIB
NVIDIA Siapkan US$150 Miliar untuk Buyback, Apa Tujuannya?29 Sep 2026, 15:28 WIB
4 Faktor yang Memengaruhi Harga Bitcoin pada Oktober 202629 Sep 2026, 15:18 WIB
OSL Indonesia Resmikan Kantor Fisik, Incar Ekosistem Aset Digital29 Sep 2026, 13:55 WIB
Ini 3 Cara Subscription Economy Bekerja, Bikin Sulit Stop Langganan!29 Sep 2026, 13:50 WIB
Kementerian ESDM Buka Suara soal Kasus Korupsi Tata Kelola Nikel29 Sep 2026, 13:30 WIB
Sungai Kapuas Surut, Pertamina Alihkan Jalur Distribusi BBM ke Tayan29 Sep 2026, 13:28 WIB
5 Manfaat QRIS GoPay Merchant untuk UMKM29 Sep 2026, 13:22 WIB
Diserang Rusia, Industri Baja Ukraina Tutup Perdana dalam 100 Tahun29 Sep 2026, 12:08 WIB
ESDM Ungkap Opsi Batu Bara Diolah Jadi Metanol untuk Campuran BBM29 Sep 2026, 11:19 WIB
Harga Minyak Dunia Meroket, Pemerintah Genjot Produksi Dalam Negeri29 Sep 2026, 10:58 WIB
Bayar Makin Sat-set, GoPay Pamer Inovasi Digital di FEKDI 202629 Sep 2026, 10:29 WIB
Harga Emas Antam Merosot, Cek Daftar Ketersediannya di Sini29 Sep 2026, 09:41 WIB
Ekspektasi Bunga AS Naik, Rupiah Dibuka Melemah ke Rp18 Ribu per Dolar29 Sep 2026, 09:37 WIB
IHSG Lanjutkan Pelemahan, Ada 4 Saham Melambung29 Sep 2026, 09:35 WIB
5 Strategi Mengembangkan Bisnis tanpa Menambah Modal Terlalu Besar29 Sep 2026, 09:12 WIB
Ada Risiko Moral Hazard di Balik Rencana LPS Penjamin Koperasi29 Sep 2026, 09:02 WIB