Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

RI Jajaki China dan Rusia Garap Kereta Trans Kalimantan

RI Jajaki China dan Rusia Garap Kereta Trans Kalimantan
Ilustrasi Kereta Api. (Dok. KAI)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Pemerintah menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengembangkan Kereta Trans Sumatra dan Kereta Trans Kalimantan.
  • KAI menyiapkan roadmap, sementara peluang investasi dibuka dari dalam dan luar negeri.
  • China dan Rusia dijajaki untuk Trans Kalimantan, sedangkan urutan pembangunan bergantung pada minat dan perhitungan bisnis investor.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan, pemerintah mulai menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto terkait pengembangan Kereta Trans Sumatra dan Kereta Trans Kalimantan.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah berkoordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang kini menyiapkan roadmap sebagai dasar pengembangan proyek tersebut sekaligus membuka peluang investasi dari dalam maupun luar negeri.

"Kita menindaklanjuti apa yang disampaikan Presiden, itu kita sudah berkoordinasi dengan KAI. KAI sudah menyiapkan roadmap-nya," kata dia kepada jurnalis di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6/8/2026).

1. Trans Sumatra tinggal menyambung jalur dan Trans Kalimantan mulai dari nol

IMG-20250907-WA0004.jpg
Ilustrasi kereta angkutan barang (dok. KAI)

Dudy mengatakan, pengembangan Kereta Trans Sumatra lebih siap karena sebagian jalurnya sudah tersedia dan tinggal disambungkan. Sementara itu, pembangunan Kereta Trans Kalimantan harus dimulai dari awal karena belum memiliki jaringan rel.

Meski demikian, pemerintah belum memiliki perhitungan kebutuhan investasi untuk kedua proyek tersebut. Menurut Dudy, besaran investasi masih menunggu perhitungan bisnis dari calon investor.

"Kita kan juga harus lihat perhitungan bisnisnya mereka ya," ujar Dudy.

2. Pemerintah jajaki China, Rusia dan libatkan Danantara

RI Jajaki China dan Rusia Garap Kereta Trans Kalimantan
Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Dudy mengatakan, pemerintah sudah menjajaki kerja sama dengan investor dari dalam maupun luar negeri. Untuk proyek Kereta Trans Kalimantan, penjajakan dilakukan antara lain dengan China dan Rusia.

"Sudah kita jajaki dengan dalam negeri maupun dengan luar negeri, di antaranya China dan Rusia sudah kita jajaki," tuturnya.

Selain itu, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) juga bisa dilibatkan dalam proyek tersebut karena KAI merupakan bagian dari Danantara.

3. Urutan pembangunan bergantung minat investor

RI Jajaki China dan Rusia Garap Kereta Trans Kalimantan
ilustrasi rel kereta (pexels.com/Huu Huynh)

Dudy mengatakan, belum ada kepastian proyek yang akan lebih dulu berjalan. Menurutnya, keputusan akan bergantung pada investor yang melihat proyek tersebut paling layak secara bisnis.

Dia menyebut KAI diperkirakan lebih berminat mengembangkan jalur di Sumatra karena mendukung angkutan logistik. Sementara itu, proyek Kereta Trans Kalimantan disebut lebih banyak menarik minat investor dari China dan Rusia.

"Kalau komunikasi sudah. Mereka pasti sedang- sedang mencoba untuk menghitung, kemudian nanti akan menyampaikan proposal ke kita ya," katanya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More