Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Dana Asing Rp5,96 Triliun Keluar dari Saham dan SBN

ilustrasi saham
ilustrasi saham (pexels.com/AlphaTradeZone)
Intinya sih...
  • Investor asing jual neto Rp5,96 triliun pada Januari 2026
  • Asing beli neto Rp8,02 triliun di saham dan Rp1,89 triliun di SBN sepanjang 2026
  • Yield SBN naik ke 6,32 persen dan premi CDS Indonesia naik menjadi 73,28 basis poin
  • BI perkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk jaga ketahanan eksternal
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Bank Indonesia (BI) mencatat investor asing melakukan jual neto sebesar Rp5,96 triliun pada periode 19–22 Januari 2026. Jual neto tersebut berarti nilai penjualan aset oleh investor asing lebih besar dibandingkan pembeliannya.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menyampaikan aksi jual berasal dari pasar saham sebesar Rp2,67 triliun, pasar Surat Berharga Negara (SBN) Rp1,44 triliun, serta Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) Rp1,85 triliun.

"Berdasarkan data transaksi 19-22 Januari 2026, nonresiden (investor asing) tercatat jual neto sebesar Rp5,96 triliun," kata Benny dalam keterangan resmi, Sabtu (24/1/2026).

1. Asing lebih banyak beli sepanjang awal 2026

ilustrasi saham
ilustrasi saham (pexels.com/Hanna Pad)

Meski terjadi arus keluar dalam jangka pendek, Ramdan menyampaikan secara kumulatif sepanjang 2026, investor asing masih membukukan beli neto di sejumlah instrumen keuangan domestik.

Berdasarkan data setelmen hingga 22 Januari 2026, nonresiden tercatat beli neto sebesar Rp8,02 triliun di pasar saham dan Rp1,89 triliun di pasar SBN. Sementara itu, di instrumen SRBI, investor asing tercatat melakukan jual neto sebesar Rp2,67 triliun.

2. Yield SBN naik dan premi CDS ikut meningkat

Obligasi negara (pexels.com/AlphaTradeZone)
Obligasi negara (pexels.com/AlphaTradeZone)

Dari sisi pasar obligasi, Ramdan menyatakan pada akhir perdagangan 22 Januari 2026, yield SBN tenor 10 tahun tercatat naik ke level 6,32 persen. Pada periode yang sama, yield US Treasury Note tenor 10 tahun juga meningkat ke level 4,245 persen. Sehari berselang, yield SBN tenor 10 tahun terpantau relatif stabil di level 6,33 persen.

Selain itu, Ramdan mengungkapkan premi credit default swap (CDS) Indonesia tenor 5 tahun per 22 Januari 2026 tercatat sebesar 73,28 basis poin. Angka tersebut naik dibandingkan posisi pada 15 Januari 2026 yang berada di level 70,86 basis poin.

3. BI perkuat koordinasi jaga ketahanan eksternal

Ilustrasi Logo Bank Indonesia. bi.go.id
Ilustrasi Logo Bank Indonesia. bi.go.id

Ramdan menegaskan, Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait dalam merespons dinamika global dan domestik.

"Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk mendukung ketahanan eksternal ekonomi Indonesia," ujarnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Satria Permana
EditorSatria Permana
Follow Us

Latest in Business

See More

4 Tips Menjual Emas Perhiasaan yang Sudah Tidak Lengkap

24 Jan 2026, 12:18 WIBBusiness