Chief Investment Officer Danantara, Pandu Patria Sjahrir dalam acara Investor Daily Roundtable di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Selasa (26/5/2026). (IDN Times/Vadhia Lidyana)
Chief Investment Officer Danantara, Pandu Sjahrir, mengatakan investasi itu sejalan dengan mandat Danantara untuk berinvestasi di sektor strategis yang memberikan imbal hasil berkelanjutan dalam jangka panjang sekaligus mendukung kepentingan nasional Indonesia.
Di sisi lain, Danantara melihat Permian Basin sebagai wilayah penghasil minyak mentah terbesar di AS, yang menyumbang sebesar 48 persen dari total produksi AS selama 2025, menurut Badan Informasi Energi Amerika Serikat (U.S. Energy Information Administration).
Sejak 2007, pertumbuhan produksi di wilayah tersebut didorong utamanya oleh penerapan teknik pengeboran horizontal dan rekahan hidrolik atau fracking (hydraulic fracturing). Apabila kondisi reservoir mendukung, teknik-teknik ini juga dapat diterapkan pada lapangan migas darat yang telah matang untuk meningkatkan produktivitas sumur dan perolehan migas, sehingga dapat menjadi model yang relevan bagi Indonesia dalam upayanya meningkatkan produksi minyak dan gas bumi domestik.
"Posisi strategis HighPeak di salah satu pasar hulu minyak dan gas bumi paling maju di dunia menjadikannya peluang investasi yang potensial seiring dengan upaya kami membangun platform investasi yang terdiversifikasi secara global," ujar Pandu, dikutip dari keterangan resmi, Selasa (6/10/2026).