Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Bos Danantara Ungkap Wacana IPO BUMN Sektor Keuangan-Infrastruktur

2 min read
Bos Danantara Ungkap Wacana IPO BUMN Sektor Keuangan-Infrastruktur
Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani dalam Investor Daily Summit 2026, di Jakarta, Rabu (7/10/2026). (IDN Times/Vadhia Lidyana)
  • Danantara Indonesia tengah mengidentifikasi peluang IPO BUMN, meski Rosan Roeslani menyebut langkah tersebut belum dalam waktu dekat dan kemungkinan dijajaki sebelum akhir 2026.

  • Sektor BUMN yang berpotensi melantai di BEI mencakup keuangan, infrastruktur, dan pertambangan, dengan perusahaan dipilih berdasarkan potensi serta minat pasar.

  • Rosan menekankan calon emiten harus berprospek dan mendapat respons positif investor domestik maupun asing; IPO diharapkan meningkatkan kinerja, transparansi, akuntabilitas, serta manfaat BUMN bagi masyarakat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Danantara Indonesia membeberkan wacana penawaran saham umum perdana atau initial public offering (IPO) sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Adapun terakhir kali IPO datang dari kalangan BUMN ialah pada 24 Februari 2023 lalu, dengan penawaran umum perdana PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO). Artinya, sudah lebih dari tiga tahun BUMN absen melantai di bursa.

Meski tak dalam waktu dekat, Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani, mengatakan pihaknya tengah menyisir peluang IPO perusahaan pelat merah.

"Kan kami lagi identifikasi nih, sedang menjelajah mungkin nanti sebelum akhir tahun ini," kata Rosan saat ditemui di Hotel Raffles, Jakarta, Rabu (7/10/2026).

  1. 1. Melihat potensi IPO

    Bursa Efek Indonesia (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)
    Bursa Efek Indonesia (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)

    Rosan tak membeberkan secara rinci nama BUMN yang berpotensi melakukan IPO. Namun, dia membeberkan adanya potensi yang terlihat.

    "Kami akan menelusuri beberapa perusahaan yang kita sudah lihat mempunyai potensi, mempunyai appetite dan juga mempunyai respons yang akan positif dari masyarakat, dari dunia usaha dan juga baik di dalam maupun luar negeri," ujar Rosan.

  2. 2. BUMN sektor keuangan hingga infrastruktur berpotensi IPO

    Kantor pusat Kementerian BUMN. (IDN Times/Vadhia Lidyana)
    Kantor pusat Kementerian BUMN. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

    Meski begitu, dia sempat membeberkan sektor yang menurutnya berpotensi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), yaitu BUMN sektor keuangan, infrastruktur, hingga pertambangan.

    "Selain itu, di sektor infrastruktur juga pasti ada, di sektor pertambangan," ujar Rosan.

  3. 3. BUMN yang IPO harus punya prospek

    Kantor Kementerian BUMN. (IDN Times/Vadhia Lidyana)
    Kantor Kementerian BUMN. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

    Rosan mengatakan, IPO juga menjadi salah satu cara untuk terus meningkatkan kinerja, transparansi, dan akuntabilitas perusahaan pelat merah. Namun, dia menekankan, BUMN yang nantinya IPO harus memiliki prospek, serta mengantongi respons positif dari pasar, baik dari investor dalam negeri maupun luar negeri. Dengan IPO, dia berharap manfaat BUMN sebagai penopang perekonomian semakin terasa di kalangan masyarakat.

    "Tentunya pertumbuhan dari BUMN-BUMN kita, ini ingin juga dirasakan langsung oleh masyarakat, baik dari segi value-nya maupun dari segi operasional dan juga manfaatnya dari keberadaan BUMN itu sendiri," kata Rosan.

Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More