Danantara Siap Garap Energi Sampah 1.000 Ton di Jatim

- Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, berencana bekerja sama dengan Danantara untuk mengolah sampah menjadi energi di Malang Raya.
- Potensi sampah di wilayah tersebut sangat besar dan bisa menjadi sumber energi terbarukan jika dikelola dengan teknologi yang tepat.
- Proyek ini tidak hanya menyelesaikan masalah penumpukan sampah, tetapi juga menghasilkan energi hijau melalui metode waste to energy.
Jakarta, IDN Times - Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, mengungkapkan rencana kolaborasi strategisnya dengan Danantara. Rencana itu merupakan proyek pengolahan sampah menjadi energi di kawasan Malang Raya.
Emil menyebut, potensi sampah di wilayah tersebut sangat besar dan bisa menjadi sumber energi terbarukan jika dikelola dengan teknologi yang tepat. Volume sampah gabungan dari Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu, dinilai cukup ekonomis untuk dijadikan pembangkit listrik.
Hal itu dipaparkan Emil saat menghadiri program Semangat Awal Tahun 2026 by IDN Times, pada sesi "Peran Danantara Indonesia Mendorong Pertumbuhan Berkualitas". Emil satu panggung dengan Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani.
"Beberapa lokasi yang dilirik oleh Danantara di antaranya adalah Malang Raya. Dan itu bisa menghasilkan sekitar seribu ton sampah per hari dari Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu secara gabungan," kata Emil Dardak.
Proyek ini tidak hanya menyelesaikan masalah penumpukan sampah, tetapi juga menghasilkan energi hijau. Emil menekankan, metode penumpukan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) sudah tidak lagi memadai.
"Bagaimana potensi sampah yang tidak terkelola dan gak cukup kalau ditumpuk, itu pasti gak akan cukup. Itu kemudian dikonversi jadi energi terbarukan yaitu waste to energy," ujar Emil Dardak.
SAT 2026 by IDN Times menghadirkan sejumlah pemimpin nasional, pengambil kebijakan, pelaku industri, dan tokoh-tokoh inspiratif. Dengan tema 440 Hari Pemerintahan Presiden Prabowo: Menuju Pertumbuhan yang Berkualitas, SAT 2026 dirancang buat menjangkau Milenial dan Gen Z sekaligus menjadi wadah membahas isu-isu berkembang saat ini.
SAT 2026 juga menghadirkan Awarding Session sebagai bentuk apresiasi kepada tokoh-tokoh inspiratif melalui penghargaan "Inspiring Newsmaker of The Year 2026".













