Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Satgas PRR Rampungkan 208 MCK dan 474 Sumur Bor di Sumatra

Satgas PRR Rampungkan 208 MCK dan 474 Sumur Bor di Sumatra
Percepatan sumur bor penuhi air bersih Aceh Tamiang. (Dok. Direktorat Cipta Karya Kementerian PU)
Intinya Sih
  • Satgas PRR Pascabencana Sumatra telah menyelesaikan 208 unit MCK dan 474 sumur bor di Aceh, Sumut, dan Sumbar untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga terdampak bencana.
  • Pemerintah menyoroti kerusakan jaringan air akibat longsor dan banjir, serta mempercepat pembangunan infrastruktur sanitasi dengan dukungan PLN, Danantara, dan Kementerian ESDM.
  • Rapat koordinasi dipimpin Menko PMK Pratikno bersama sejumlah menteri kabinet dan pejabat terkait guna memantau progres rehabilitasi serta memperkuat sinergi antarinstansi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatra terus mengebut penyediaan fasilitas air bersih dan sanitasi di Provinsi Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar).

Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatra, Muhammad Tito Karnavian memaparkan hingga saat ini sebanyak 208 unit fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) dan 474 titik sumur bor telah berhasil dibangun untuk melayani warga terdampak.

Hal itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri Perkembangan Percepatan Rehabilitasi dan Rekontruksi Pascabencana Alam di Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat di Kantor Kementerian Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Jakarta.

"Terima kasih banyak kepada PLN, Danantara, Kementerian ESDM ada pembuatan sumber bor dan MCK ada untuk MCK 80 persen, sumur bornya masih perlu banyak 56 persen masih baru 474, karena ini ada masalah air minum, jaringan-jaringan yang putus," kata dia dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu (1/3/2026).

1. Progres pembangunan di Aceh, Sumut dan Sumbar

Banjir Sumatra, TNI AD
Satgas dari Kodam I/Bukit Barisan membangun fasilitas mandi, cuci dan kakus (MCK) untuk korban banjir. (Dokumentasi TNI AD)

​Berdasarkan data Satgas PRR per 26 Februari 2026, progres pembangunan fisik di tiga provinsi menunjukkan angka yang beragam. Di Aceh, dari target 72 unit MCK, sebanyak 54 unit sudah selesai. Sementara untuk sumur bor, telah terbangun 369 titik dari rencana 578 lokasi.

​Sumatra Utara mencatatkan progres tertinggi untuk sanitasi, di mana 128 dari 139 unit MCK telah selesai dikerjakan, dan sumur bor mencapai 84 titik dari target 152. Sementara di Sumatra Barat, tercatat 21 unit MCK dan 21 sumur bor telah rampung dari masing-masing target 46 MCK dan 107 sumur bor.

2. Pemerintah soroti kerusakan jaringan air akibat bencana

Situasi pasca banjir dan longsor di Kabupaten Agam, Sumatra Barat, Minggu (30/11/2025)
Situasi pasca banjir dan longsor di Kabupaten Agam, Sumatra Barat, Minggu (30/11/2025) (Dok. BNPB)

Tito menjelaskan percepatan dilakukan demi memenuhi kebutuhan dasar penyintas dan mencegah terjadinya krisis kesehatan. Dia menyebut rusaknya jaringan air bersih akibat longsor dan banjir pada akhir tahun lalu menjadi kendala utama yang harus segera diatasi.

Tito juga menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi antara PLN, Danantara, serta Kementerian ESDM dalam proyek ini. Meski progres MCK sudah cukup tinggi, dia mengakui pembangunan sumur bor masih perlu digenjot karena kompleksitas kerusakan infrastruktur di lapangan.

3. Rakor dihadiri sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih

Situasi pasca banjir dan longsor di Kabupaten Agam, Sumatra Barat, Minggu (30/11/2025).
Situasi pasca banjir dan longsor di Kabupaten Agam, Sumatra Barat, Minggu (30/11/2025) (Dok. BNPB)

Rapat koordinasi dipimpin Menko PMK Pratikno dan dihadiri jajaran menteri koordinator, yakni Menko Polkam Djamari Chaniago, Menko Infrastruktur dan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, serta Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar.

Hadir pula Menteri PPN/Bappenas Rachmat Pambudy dan Kepala LKPP Sarah Sadiqa dalam pertemuan tatap muka tersebut.

​Sementara itu, sejumlah pejabat lainnya mengikuti jalannya koordinasi secara daring, di antaranya Menteri Dikti, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto; Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid; serta Wakil Menteri PPPA Veronica Tan.

Selain jajaran kabinet, Kepala BNPB Suharyanto dan Kepala BRIN Arif Satria juga turut memberikan laporan melalui sambungan virtual.

Share
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More