Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Datangi BEI Usai Rilis MSCI, Dasco: Bursa Sudah Proses Review
Konferensi pers di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (16/10/2026). (IDN Times/Vadhia Lidyana)
  • Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mendatangi BEI bersama pimpinan Polri, OJK, dan Danantara pada 16 Oktober 2026.
  • Kunjungan berlangsung setelah MSCI lebih awal merilis evaluasi yang mempertimbangkan perubahan status pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.
  • Dasco menyatakan OJK dan BEI telah menjalankan reformasi serta proses mengakomodasi masukan lembaga internasional, lalu menggelar rapat koordinasi untuk menyikapi evaluasi tersebut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mendatangi Bursa Efek Indonesia setelah MSCI merilis evaluasi yang mempertimbangkan perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.
  • Who?
    Sufmi Dasco Ahmad hadir bersama Kapolri Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, Rosan Roeslani, Dony Oskaria, Friderica Widyasari Dewi, dan Hasan Fawzi.
  • Where?
    Kunjungan dan rapat koordinasi berlangsung di Bursa Efek Indonesia, Jakarta.
  • When?
    Dasco dan sejumlah pejabat mendatangi BEI pada Jumat, 16 Oktober 2026, siang hari.
  • Why?
    Kunjungan dilakukan karena kondisi pasar modal Indonesia menjadi sorotan setelah MSCI mengeluarkan evaluasi lebih awal dari jadwal konsultasi yang semula direncanakan pada November 2026.
  • How?
    OJK dan BEI disebut telah menjalankan reformasi serta proses untuk mengakomodasi evaluasi lembaga rating internasional. Para pejabat menggelar rapat koordinasi dan akan memberikan keterangan sesuai porsi masing-masing.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pak Dasco datang ke Bursa Efek Indonesia bersama polisi, OJK, dan Danantara. Mereka membahas penilaian dari MSCI tentang pasar saham Indonesia. MSCI mungkin ingin mengubah kelompok pasar Indonesia. Pak Dasco bilang bursa dan OJK sudah memperbaiki banyak hal. Sekarang mereka rapat dan akan memberi penjelasan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Respons cepat OJK, BEI, DPR, Danantara, dan kepolisian menunjukkan perhatian bersama terhadap evaluasi MSCI. BEI disebut telah menjalankan proses reformasi dan mengakomodasi masukan lembaga pemeringkat sebelum jadwal konsultasi November, sementara rapat koordinasi lintas institusi membuka ruang penanganan yang terarah sesuai kewenangan masing-masing.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menyambangi Bursa Efek Indonesia (BEI) siang ini, Jumat (16/10/2026).

Dasco menyambangi BEI bersama pejabat papan atas lainnya, yakni Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Komjen Pol. Suyudi Ario Seto; CEO Danantara Rosan Roeslani; COO Danantara Dony Oskaria; Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi, serta Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi.

Kehadiran para pejabat itu seiring kondisi pasar modal Indonesia yang menjadi sorotan, usai Morgan Stanley Capital International (MSCI) Inc mempertimbangkan untuk mengubah klasifikasi pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.

“Kami mengawasi kejadian-kejadian yang selama ini ada di bursa. Dan dalam peristiwa-peristiwa yang kemudian kami memonitor serta meminta kepada bursa untuk terus melakukan perbaikan-perbaikan dalam rangka juga mengakomodir pendapat-pendapat dari lembaga-lembaga rating internasional,” kata Dasco.

Evaluasi MSCI terhadap pasar modal Indonesia itu rilis lebih awal dari yang dijadwalkan, yakni pada November 2026 mendatang. Hal itu juga diakui Dasco.

“Termasuk dari MSCI yang seharusnya baru akan melakukan review atau konsultasi pada bulan November. Tapi kemudian pada hari tadi itu sudah mengeluarkan semacam review,” ucap Dasco.

Dasco mengatakan, selama ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) sudah melakukan reformasi pasar modal, termasuk mempertimbangkan evaluasi dari penyedia indeks global.

“Sebenarnya bahwa bursa juga sudah melakukan proses-proses dalam rangka mengakomodir review-review yang sebenarnya baru akan (dikeluarkan) di bulan November,” tutur Dasco.

Dasco mengatakan, pihaknya melakukan rapat koordinasi terkait langkah yang diambil menyikapi evaluasi ini.

“Dalam hal ini OJK dan bursa sudah melakukan proses-proses tersebut dan pada hari ini tadi kami sudah melakukan rapat koordinasi dengan Bu Kiki, dan Pak Hasan dari OJK, Pak Rosan serta Pak Dony dari Danantara. Dan tadi kami juga meminta Kapolri untuk hadir, untuk kemudian nanti dari semua pihak akan memberikan keterangan sesuai dengan porsi masing-masing,” tutur Dasco.

Curated For You

Editorial Team

Related Article