- Cabai Merah deflasi terbesar sebesar 0,49 persen.
- Cabai Rawit deflasi sebesar 0,14 persen.
- Kelapa deflasi sebesar 0,11 persen.
- Bawang Merah deflasi sebesar 0,09 persen.
- Bayam deflasi sebesar 0,06 persen.
Deflasi Terjadi di 3 Provinsi Sumatra Pascabencana Hidrometeorologi

- Deflasi di Aceh capai 0,15 persenSecara lebih rinci, Aceh mencatatkan deflasi sebesar 0,15 persen pada Januari 2026, setelah pada Desember 2025 mengalami inflasi sebesar 3,60 persen.
- Deflasi di Sumatra Utara capai 0,75 persen per Januari 2026Di Sumatra Utara, inflasi Desember 2025 yang mencapai 1,66 persen berbalik menjadi deflasi 0,75 persen pada Januari 2026.
- Sumatra Barat catatkan deflasi 1,15 persen di Januari 2026Sementara itu, Sumatra Barat juga mencatatkan deflasi pada Januari sebesar 1,15
Jakarta, IDN Times – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tiga provinsi di Sumatra yang sebelumnya dilanda bencana hidrometeorologi mengalami deflasi atau penurunan harga. Padahal, sebelum bencana tersebut, ketiga provinsi ini sempat mengalami inflasi.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengatakan penurunan harga pada kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau menjadi faktor utama yang menekan indeks harga di wilayah-wilayah yang terdampak banjir.
"Ini adalah inflasi pascabencana di tiga provinsi yang terkena bencana hidrometeorologi. Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat mengalami deflasi pada Januari 2026 setelah sebelumnya mengalami inflasi yang cukup tinggi," ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (2/2/2026).
1. Deflasi di Aceh capai 0,15 persen

Secara lebih rinci, Aceh mencatatkan deflasi sebesar 0,15 persen pada Januari 2026, setelah pada Desember 2025 mengalami inflasi sebesar 3,60 persen.
"Penurunan harga terutama disebabkan oleh telur ayam ras sebesar 0,26 persen, diikuti oleh cabai merah 0,23 persen, beras 0,18 persen, bahan bakar rumah tangga 0,13 persen, dan minyak goreng 0,13 persen," ucapnya.
2. Deflasi di Sumatra Utara capai 0,75 persen per Januari 2026

Di Sumatra Utara, inflasi Desember 2025 yang mencapai 1,66 persen berbalik menjadi deflasi 0,75 persen pada Januari 2026. Berikut, komoditas penyumbang deflasi terbesar di provinsi ini:
3. Sumatra Barat catatkan deflasi 1,15 persen di Januari 2026

Sementara itu, Sumatra Barat juga mencatatkan deflasi pada Januari sebesar 1,15 persen setelah pada Desember 2025 tercatat inflasi sebesar 1,48 persen.
Komoditas yang paling dominan dalam penyumbang deflasi di Sumatra Barat:
- Cabai Merah sebesar 1,16 persen.
- Tarif Air Minum PAM sebesar 0,12 persen.
- Bawang Merah sebesar 0,08 persen.
- Tarif Angkutan Antarkota deflasi sebesar 0,05 persen.
- Cabai Hijau deflasi sebesar 0,05 persen.

















