Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Desa BRILiaN Ketapanrame, Bukti Pemberdayaan Berbasis Potensi Lokal
Desa BRILiaN Ketapanrame, Bukti Pemberdayaan Berbasis Potensi Lokal (dok. BRI)
  • Desa Ketapanrame di Mojokerto berkembang pesat lewat Program Desa BRILiaN BRI sejak 2021, mengoptimalkan potensi wisata dan usaha desa berbasis kolaborasi serta digitalisasi.
  • Melalui destinasi seperti Sumber Gempong dan produk unggulan kopi serta jeruk Nagami, masyarakat berhasil menciptakan ekonomi lokal berkelanjutan dengan dukungan BUMDes dan pengelolaan sampah TPS3R.
  • Keberhasilan Ketapanrame membuktikan efektivitas Program Desa BRILiaN dalam mendorong pemberdayaan ekonomi desa, dibuktikan dengan berbagai penghargaan nasional di sektor pariwisata dan inovasi desa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Desa Ketapanrame di Mojokerto mengembangkan potensi lokal melalui sektor wisata, produk unggulan, dan pengelolaan usaha desa terintegrasi dalam Program Desa BRILiaN yang digagas PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
  • Who?
    Warga Desa Ketapanrame, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), kelompok tani, pelaku UMKM, serta PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebagai inisiator program pemberdayaan.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur.
  • When?
    Program dimulai sejak tahun 2021 dan terus berjalan hingga saat ini dengan berbagai capaian penghargaan pada 2021, 2023, dan 2024.
  • Why?
    Pemberdayaan dilakukan untuk mengoptimalkan potensi lokal agar menjadi sumber pertumbuhan ekonomi berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
  • How?
    Peningkatan dilakukan melalui pengembangan wisata seperti Sumber Gempong dan Taman Ghanjaran, pengolahan produk kopi dan jeruk Nagami oleh UMKM, serta pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular melalui TPS3R Mutiara Welirang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Desa Ketapanrame di Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, menunjukkan bagaimana potensi lokal dapat diolah menjadi sumber pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Berbekal sektor wisata, produk unggulan masyarakat, dan pengelolaan usaha desa yang terintegrasi, desa ini berkembang menjadi salah satu contoh keberhasilan pemberdayaan berbasis potensi lokal.

Perjalanan tersebut semakin berkembang sejak Desa Ketapanrame bergabung dalam Program Desa BRILiaN yang diinisiasi oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk pada 2021. Program inkubasi desa ini mendorong lahirnya desa-desa unggul melalui penguatan kepemimpinan, tata kelola, inovasi, kolaborasi, dan digitalisasi.

1. Tempat wisata beriringan dengan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)

Desa BRILiaN Ketapanrame, Bukti Pemberdayaan Berbasis Potensi Lokal (dok. BRI)

Salah satu wujud nyata transformasi tersebut terlihat melalui Wisata Sawah Sumber Gempong yang dibangun pada 2021 sebagai pengembangan kawasan Taman Ghanjaran di atas Tanah Kas Desa. Kehadirannya lahir dari sinergi berbagai pihak melalui pemanfaatan Pendapatan Asli Desa (PADes), Dana Desa, serta investasi masyarakat. Dengan panorama sawah terasering dan sumber mata air alami, kawasan ini tidak hanya menjadi daya tarik wisata, tetapi juga membuka peluang usaha bagi warga sekitar. Seiring perkembangannya, Sumber Gempong menjadi salah satu destinasi unggulan yang memperkuat identitas Ketapanrame sebagai desa wisata.

Selain Sumber Gempong, Desa Ketapanrame juga mengembangkan sejumlah destinasi lain seperti Taman Ghanjaran, Air Terjun Dlundung, Camping Ground Dlundung, wisata religi Ka’bah, hingga kawasan wisata kuliner yang turut mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Aktivitas ekonomi tersebut berjalan beriringan dengan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang mengelola lima unit usaha strategis, mulai dari pengelolaan air minum desa, kios dan kandang ternak, wisata desa, kebersihan lingkungan, hingga permodalan dan kemitraan.

2. Kelompok tani dan pelaku UMKM juga turut berperan

Desa BRILiaN Ketapanrame, Bukti Pemberdayaan Berbasis Potensi Lokal (dok. BRI)

Potensi ekonomi Ketapanrame juga tecermin dari berbagai produk unggulan berbasis komoditas setempat. Kelompok tani dan pelaku UMKM mengolah kopi Arabica dan Robusta menjadi berbagai produk bernilai tambah, termasuk cookies kopi dan cascara. Masyarakat juga mengembangkan beragam produk turunan jeruk Nagami, mulai dari selai, sirup, puding hingga cookies, yang melengkapi aneka kuliner khas desa dan menjadi bagian dari aktivitas ekonomi lokal.

Komitmen terhadap keberlanjutan diwujudkan melalui pengelolaan TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah dengan prinsip Reduce, Reuse, Recycle) Mutiara Welirang yang bergerak di bidang pengelolaan dan pemilahan sampah masyarakat. Hingga saat ini, unit tersebut telah bermitra dengan 1.571 konsumen dan menjadi bagian penting dalam mendukung ekonomi sirkular sekaligus menjaga kualitas lingkungan desa.

3. Program Desa BRILiaN dapat mendorong potensi lokal berkembang

Gedung BRI (dok. BRI)

Corporate Secretary BRI Dhanny menyampaikan bahwa keberhasilan Desa Ketapanrame menunjukkan bagaimana Program Desa BRILiaN dapat mendorong potensi lokal berkembang menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat. Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa desa memiliki peran penting sebagai penggerak ekonomi kerakyatan ketika masyarakat diberi ruang untuk tumbuh dan mengembangkan keunggulannya.

“Melalui Program Desa BRILiaN, BRI berupaya mendorong masyarakat desa agar mampu mengembangkan potensi menjadi sumber nilai tambah ekonomi yang berkelanjutan. Keberhasilan Desa Ketapanrame menunjukkan bahwa ketika potensi lokal dikelola secara kolaboratif dan berorientasi pada pemberdayaan, desa dapat tumbuh menjadi pusat aktivitas ekonomi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ungkapnya.

Berbagai inovasi dan pengembangan yang dilakukan Desa Ketapanrame turut mendapat pengakuan di tingkat regional maupun nasional. Sejak bergabung dalam Program Desa BRILiaN, desa ini berhasil meraih Juara II Desa BRILiaN Tahun 2021, predikat Desa Wisata Terbaik dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia Tahun 2023 dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Terbaik I Lomba Desa Wisata Nusantara Kategori Maju Mandiri Tahun 2023 dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, serta penghargaan Desa Wisata Edukasi dari Gubernur Jawa Timur pada 2024. (WEB)

Editorial Team

Related Article