Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Dexa Group Raih IHYA 2026, Fasilitas Produksi Tersertifikasi Halal
Dexa Group Raih IHYA 2026, Seluruh Fasilitas Produksi Tersertifikasi Halal. (Dok/Istimewa).
  • PT Ferron Par Pharmaceuticals dari Dexa Group meraih IHYA 2026 dari Kemenperin atas konsistensi penerapan Sistem Jaminan Produk Halal.
  • Dexa Group menerapkan SJPH sejak 2019; lebih dari 1.800 SKU, seluruh produk, dan fasilitas produksinya kini telah tersertifikasi halal.
  • Melalui Ferron, Dexa Group mengekspor 16 SKU ke Polandia, Belanda, dan Inggris, serta memproduksi 105 SKU ekspor di Cikarang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Dexa Group dapat hadiah IHYA 2026 dari Kementerian Perindustrian. PT Ferron dari Dexa Group membuat obat. Semua tempat membuat obat dan lebih dari 1.800 produknya sudah bersertifikat halal. Mereka memakai aturan halal sejak 2019. Sekarang, produk Ferron juga dikirim ke Polandia, Belanda, dan Inggris.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Penghargaan IHYA 2026 mencerminkan konsistensi Dexa Group dalam membangun standar halal secara bertahap sejak 2019, hingga mencakup seluruh fasilitas dan lebih dari 1.800 SKU produknya. Pendekatan ini memperlihatkan kesiapan yang terintegrasi, sekaligus mendukung pengelolaan produksi dan pemenuhan kebutuhan pasar ekspor.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - PT Ferron Par Pharmaceuticals, bagian dari Dexa Group, meraih Indonesia Halal Industry Awards (IHYA) 2026 dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

Penghargaan tersebut diberikan atas konsistensi Dexa Group dalam menerapkan Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH). Hingga saat ini, seluruh fasilitas produksi dan produk Dexa Group telah tersertifikasi halal.

1. Industri halal jadi bagian perkuat daya saing

Menperin Agus Gumiwang dalam acara Forum Pemred di kantor Kementerian Perindustrian, Kamis (30/5/2024). (IDN Times/Eko Ardiyanto)

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, pengembangan industri halal menjadi bagian dari strategi Indonesia untuk memperkuat daya saing industri nasional dan meningkatkan penetrasi produk Indonesia di pasar global.

Mengacu pada State of the Global Islamic Economy Report 2025–2026, konsumsi masyarakat Muslim dunia pada enam sektor ekonomi syariah mencapai sekitar 2,6 triliun dolar AS pada 2024 dan diproyeksikan meningkat menjadi 3,6 triliun dolar AS pada 2029.

"Sertifikasi itu bukan tujuan akhir. Pelaku industri juga harus memiliki kapasitas produksi yang baik dan akses pasar yang semakin luas, khususnya pasar-pasar internasional," ujar Agus.

Menurut Agus, penguatan industri halal juga perlu diarahkan untuk memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global. Hal ini sejalan dengan Peta Jalan Pengembangan Industri Halal 2025–2029 yang menargetkan Indonesia menjadi pusat industri halal global.

2. Dexa Group telah menerapkan sistem jaminan produk halal sejak 2019

Ilustrasi harus halal (kemenag.go.id)

Direktur Utama PT Ferron Par Pharmaceuticals Benny Sutisna Suwarno mengatakan, penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi pemerintah terhadap konsistensi Dexa Group dalam menerapkan standar halal di industri farmasi.

"Kami sangat bersyukur bahwa Dexa Group yang tahun ini diwakili oleh PT Ferron mendapatkan penghargaan IHYA dari Kemenperin. Ini sebagai bukti bahwa Dexa Group menjadi salah satu pionir dalam industri halal, khususnya di industri farmasi," ujar Benny.

Benny mengatakan, Dexa Group telah menerapkan Sistem Jaminan Produk Halal sejak 2019. Hingga saat ini, lebih dari 1.800 SKU produk serta seluruh fasilitas produksi Dexa Group telah tersertifikasi halal.

Menurut dia, penerapan standar halal tersebut telah dilakukan secara bertahap sehingga bukan sekadar merespons kewajiban regulasi yang mulai berlaku pada tahap berikutnya pada 2026.

"Sejak 2019, kami telah berkecimpung dalam pemenuhan kaidah halal. Seluruh site dan produk Dexa Group telah memenuhi persyaratan sertifikasi halal," kata Benny.

3. Bidik Pasar Global

Ilustrasi ekspor-impor (Pixabay)

Penerapan standar halal juga menjadi bagian dari upaya Dexa Group memperluas pasar produk farmasi ke luar negeri. Melalui PT Ferron Par Pharmaceuticals, sejumlah produk telah dipasarkan dan diekspor ke berbagai negara.

Ferron secara langsung mengekspor 16 SKU produk ke Polandia, Belanda, dan Inggris. Selain itu, Ferron memproduksi 105 SKU produk ekspor di fasilitas produksinya di Cikarang.

Benny mengatakan, penerapan sistem jaminan produk halal menjadi salah satu bagian dari kesiapan perusahaan dalam memenuhi kebutuhan pasar ekspor.

"Dengan sistem yang telah dibangun sejak 2019, aspek halal tidak hanya menjadi sertifikasi produk, tetapi juga diterapkan dalam pengelolaan produk dan fasilitas produksi," jelasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article