Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ekspektasi Kenaikan Bunga AS Mereda, Rupiah Ditutup Menguat
ilustrasi rupiah menguat (IDN Times/Aditya Pratama)
  • Rupiah menguat 84 poin ke level Rp17.882 per dolar AS pada penutupan perdagangan Jumat.

  • Sinyal hati-hati dari sejumlah pejabat The Fed dan inflasi AS yang lebih rendah menurunkan perkiraan kenaikan suku bunga pada Oktober.

  • Rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif dan berpotensi melemah pada perdagangan Senin.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Jumat (2/10/2026)

Rupiah menguat 84 poin atau 0,47 persen dan ditutup pada level Rp17.882 per dolar AS.

Senin (5/10/2026)

Rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif dan berpotensi ditutup melemah, dengan proyeksi kisaran Rp17.880 hingga Rp17.930 per dolar AS.

sepanjang pekan depan

Mata uang Garuda diperkirakan bergerak dalam rentang Rp17.750 hingga Rp18.050 per dolar AS.

kini

Pelaku pasar menunggu data nonfarm payrolls September yang menunjukkan jumlah tenaga kerja baru di AS di luar sektor pertanian.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Rupiah menguat 84 poin atau 0,47 persen dan ditutup pada level Rp17.882 per dolar AS.
  • Who?
    Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, dengan analisis dari pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi.
  • Where?
    Jakarta, pada penutupan perdagangan berdasarkan data Bloomberg.
  • When?
    Jumat (2/10/2026).
  • Why?
    Sinyal hati-hati sejumlah pejabat The Fed dan data inflasi AS yang lebih rendah membuat perkiraan kenaikan suku bunga Oktober berkurang.
  • How?
    Rupiah bergerak dari pembukaan Rp17.961 hingga kisaran Rp17.872-Rp17.961, lalu ditutup pada Rp17.882 per dolar AS.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Rupiah menguat terhadap dolar AS pada Jumat. Nilainya menjadi Rp17.882 untuk satu dolar. Pengamat Ibrahim menjelaskan pejabat The Fed ingin hati-hati soal bunga. Pasar juga menunggu data pekerjaan AS. Untuk Senin, rupiah diperkirakan bergerak naik turun dan bisa melemah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Penguatan rupiah pada penutupan perdagangan menunjukkan nilai tukar domestik mampu bergerak lebih baik dibandingkan sesi sebelumnya. Di saat yang sama, berkurangnya perkiraan kenaikan suku bunga The Fed memberi ruang bagi pelaku pasar untuk mencermati data ekonomi AS dengan sikap yang lebih hati-hati.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah tercatat menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Jumat (2/10/2026). Rupiah ditutup pada level Rp17.882 per dolar AS.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah menguat 84 poin atau 0,47 persen ke level Rp17.882 per dolar AS. Penguatan tersebut terjadi dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp17.966 per dolar AS.

Pada awal perdagangan, rupiah dibuka di level Rp17.961 per dolar AS. Sepanjang perdagangan, rupiah bergerak dalam rentang Rp17.872-Rp17.961 per dolar AS.

1. Pejabat The Fed beri sinyal hati-hati soal suku bunga

Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan sejumlah pejabat Bank Sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) memberikan sinyal kebijakan suku bunga perlu diterapkan secara hati-hati.

Wakil Ketua The Fed Philip Jefferson menyebut kondisi perekonomian AS saat ini berada di dekat tingkat lapangan kerja maksimal. Karena itu, dia menilai The Fed perlu bersabar dalam menentukan langkah selanjutnya terkait suku bunga acuan.

"Para pejabat The Fed, yang dipimpin oleh Wakil Ketua Philip Jefferson, menyatakan bahwa perekonomian berada di dekat kondisi lapangan kerja maksimal, sembari menekankan perlunya sikap sabar terkait penyesuaian suku bunga," kata Ibrahim.

Di sisi lain, Presiden The Fed Minneapolis Neel Kashkari masih mengambil sikap lebih ketat. Dia mendorong adanya kenaikan suku bunga lebih lanjut untuk menjaga inflasi tetap terkendali.

2. Pasar menunggu data lapangan kerja AS

Menurut Ibrahim, pelaku pasar kini menunggu data nonfarm payrolls (NFP) September yang akan menunjukkan jumlah tenaga kerja baru di AS di luar sektor pertanian.

Ekonom memperkirakan perusahaan-perusahaan di AS menambah sekitar 90 ribu pekerja pada September. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan penambahan 162 ribu pekerja pada Agustus.

Sementara itu, tingkat pengangguran diperkirakan tetap berada di 4,1 persen. Di sisi lain, data inflasi AS yang lebih rendah membuat pasar mulai mengurangi perkiraan adanya kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober.

"Pasar kini memperkirakan peluang kenaikan pada bulan Oktober hanya sekitar 26 persen, turun tajam dari 69 persen pada pekan sebelumnya," tuturnya.

3. Rupiah diperkirakan bergerak melemah awal pekan depan

Untuk perdagangan Senin (5/10), Ibrahim memperkirakan rupiah akan bergerak fluktuatif dan berpotensi ditutup melemah. Rupiah diproyeksikan bergerak di kisaran Rp17.880 hingga Rp17.930 per dolar AS.

Sementara itu, sepanjang pekan depan, mata uang Garuda diperkirakan bergerak dalam rentang Rp17.750 hingga Rp18.050 per dolar AS. Sementara itu, pelemahan rupiah sejak awal tahun (year-to-date/ytd) tercatat sebesar 7,21 persen. Dalam 52 minggu terakhir, nilai tukar rupiah bergerak pada kisaran Rp16.515-Rp18.209 per dolar AS.

Curated For You

Editorial Team

Related Article