PMI Manufaktur Naik, Rupiah Menguat Pagi Ini

Rupiah menguat pada awal perdagangan Jumat, dengan posisi Rp17.939 per dolar AS berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 09.09 WIB.
Kenaikan harga minyak dan ketegangan geopolitik Timur Tengah masih menjadi tekanan bagi pergerakan rupiah terhadap dolar AS.
PMI manufaktur Indonesia kembali masuk zona ekspansi pada September 2026, sementara rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif.
Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah tercatat menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan Jumat (2/10/2026). Pada awal perdagangan, rupiah dibuka di level Rp17.961 per dolar AS.
Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 09.09 WIB, rupiah berada di level Rp17.939 per dolar AS. Rupiah menguat 27 poin atau 0,15 persen dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp17.966 per dolar AS.
1. Harga minyak dan konflik Timur Tengah masih membayangi rupiah
Pengamat pasar uang Lukman Leong mengatakan rupiah masih berpotensi mengalami tekanan terhadap dolar AS. Menurutnya, tekanan tersebut salah satunya berasal dari kenaikan kembali harga minyak mentah dunia.
Kenaikan harga minyak terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Situasi tersebut turut dipengaruhi oleh pengerahan kapal induk ketiga oleh AS serta munculnya sinyal bahwa serangan udara terhadap Iran berpotensi berlanjut.
"Rupiah diperkirakan masih tertekan terhadap dolar AS seiring kenaikan kembali harga minyak mentah dunia, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah," katanya.
2. Aktivitas pabrik Indonesia mulai membaik
Di sisi lain, pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi melihat sejumlah data ekonomi dalam negeri memberikan sentimen positif bagi rupiah. Salah satunya terlihat dari aktivitas industri manufaktur Indonesia yang kembali tumbuh pada September 2026.
Berdasarkan data Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur yang dirilis S&P Global, indeks tersebut berada di level 52,4 pada September 2026. Angka di atas 50 menunjukkan aktivitas industri sedang tumbuh.
Capaian tersebut membaik dibandingkan Agustus 2026 yang berada di level 49,8. Saat itu, aktivitas manufaktur masih berada dalam fase kontraksi atau penurunan. PMI manufaktur September juga menjadi yang tertinggi dalam tujuh bulan terakhir, atau sejak Februari 2026.
"Aktivitas manufaktur Indonesia kembali ke zona ekspansi pada September 2026 setelah mengalami kontraksi di Agustus," ujar Ibrahim.
3. Rupiah diperkirakan bergerak di Rp17.900-Rp18.030
Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp17.900 hingga Rp18.000 per dolar AS pada perdagangan Jumat.
Sementara itu, Ibrahim memperkirakan rupiah masih akan bergerak naik-turun sepanjang perdagangan dan berpotensi ditutup melemah. Menurut proyeksinya, rupiah akan bergerak dalam kisaran Rp17.960 hingga Rp18.030 per dolar AS.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)


















![[QUIZ] Dari Bisnis Upin & Ipin, Mana yang Paling Cocok Untukmu?](https://image.idntimes.com/post/20250525/untitled-design-12-562983c5178e50a291d5512aeeae6236.jpg)



