Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Rupiah Melemah Signfikan ke Level Rp17.966 per Dolar AS

2 min read
Rupiah Melemah Signfikan ke Level Rp17.966 per Dolar AS
Ilustrasi dolar AS (freepik.com/jcomp)
  • Rupiah ditutup melemah 72 poin atau 0,40 persen ke Rp17.966 per dolar AS pada perdagangan Kamis, 1 Oktober 2026.
  • Pelemahan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang Asia, dipicu penguatan dolar AS setelah revisi PDB Amerika Serikat menunjukkan pertumbuhan lebih kuat dari perkiraan.
  • Sentimen pasar juga dipengaruhi inflasi September 2026 sebesar 0,30 persen bulanan dan 3,28 persen tahunan, serta surplus perdagangan Januari-Agustus senilai 193,64 miliar dolar AS.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pergerakan nilai tukar atau kurs rupiah ditutup makin melemah pada akhir perdagangan, Kamis (1/10/2026). Berdasarkan data Bloomberg, rupiah melemah ke level Rp17.966 per dolar AS per dolar AS.

Rupiah tercatat melemah 72 poin atau 0,40 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

  1. 1. Daftar mata uang Asia yang melemah

    Lebih rinci, rupiah tidak melemah sendirian karena mayoritas mata uang di kawasan Asia ikut melemah terhadap dolar AS, beberapa di antaranya:

    • Ringgit Malaysia melemah 0,15 persen
    • Bath Thailand melemah 0,34 persen 
    • Rupee India melemah 0,40 persen
    • Pesso Filipina melemah 0,23 persen
    • Won Korea melemah 0,41 persen
    • Dolar Taiwan melemah 0,49 persen

  2. 2. Alasan rupiah melemah seharian

    Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyebut laju nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS pada perdagangan Kamis (1/10/2026).

    Hal ini dipicu oleh penguatan dolar AS, yang menjadi salah satu faktor penekan pergerakan rupiah setelah revisi data produk domestik bruto (PDB) Amerika Serikat (AS) menunjukkan pertumbuhan yang lebih kuat dari perkiraan.

  3. 3. Data BPS ikut pengaruhi pergerakan rupiah sore ini

    Lebih lanjut, data yang disampaikan oleh BPS turut mempengaruhi sentimen pasar. Bila mengacu data BPS, kinerja inflasi tercatat sebesar 0,30 persen secara bulanan (month-to-month/MtM) pada September 2026. Sementara itu, inflasi secara tahunan (year-on-year/YoY) tercatat sebesar 3,28 persen. Adapun inflasi tahun kalender (year-to-date/YTD) mencapai 2,17 persen.

    Kemudian kinerja neraca perdagangan sepanjang Januari-Agustus 2026 mencapai 193,64 miliar dolar AS. Nilai tersebut meningkat 4,74 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kemudian khusus pada Agustus 2026, nilai ekspor Indonesia mencapai 26,61 miliar dolar AS atau meningkat 6,72 persen secara tahunan.

Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More