Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ekspor Jam Tangan Swiss Turun di April 2026 akibat Penyesuaian Tarif AS
Bendera Swiss (unsplash.com/Ingrid Martinussen)
  • Ekspor jam tangan Swiss turun 16,6 persen pada April 2026 menjadi 2,13 miliar franc Swiss, terutama karena penurunan tajam ekspor ke Amerika Serikat hingga 56,4 persen.
  • Tanpa pasar AS, ekspor jam tangan Swiss justru naik 3 persen dengan pertumbuhan signifikan di Prancis, Singapura, China, dan Hong Kong yang menunjukkan tren pemulihan positif.
  • Penurunan terjadi pada jam tangan logam mulia dan segmen premium di atas 3.000 franc Swiss, sementara kelas menengah masih tumbuh positif sebesar 7,7 persen.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Ekspor jam tangan Swiss tercatat turun pada April 2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penurunan ini paling banyak dipengaruhi oleh normalisasi kondisi pasar di Amerika Serikat (AS).

Kondisi tersebut dipicu oleh tingginya pengiriman barang ke Amerika Serikat pada April 2025. Saat itu, banyak perusahaan mempercepat pengiriman produk sebelum kebijakan kenaikan tarif bea masuk mulai diberlakukan.

1. Ekspor ke AS merosot tajam

Federation of the Swiss Watch Industry (FH) mencatat nilai ekspor jam tangan Swiss berkurang 16,6 persen secara tahunan pada April 2026. Nilai keseluruhan ekspor tersebut mencapai 2,13 miliar franc Swiss (Rp48,39 triliun).

Amerika Serikat menjadi negara dengan angka penurunan terbesar. Ekspor ke negara tersebut menyusut hingga 56,4 persen menjadi 372,3 juta franc Swiss (Rp8,45 triliun).

"Kondisi ini merupakan akibat dari pengiriman lebih awal yang dilakukan menyusul pengumuman kenaikan tarif di Amerika Serikat," kata Analis Vontobel, Jean-Philippe Bertschy, dilansir The Business Times.

2. Penjualan di luar AS mulai memulih

Apabila pasar Amerika Serikat dikecualikan, ekspor jam tangan Swiss sebenarnya tumbuh 3 persen pada bulan April 2026. Secara kumulatif sejak awal tahun, angka ekspor ke negara-negara lain tercatat naik 1,7 persen.

"Angka kenaikan tersebut sejalan dengan proses pemulihan penjualan di pasar jam tangan yang terjadi secara bertahap," ujar Analis Vontobel, Manuel Lang.

Beberapa negara tujuan utama lainnya tetap menunjukkan tren positif. Ekspor ke Prancis naik 46,3 persen, Singapura naik 17,3 persen, China naik 17,1 persen, dan Hong Kong naik 13,5 persen.

Lonjakan angka di Prancis sebagian besar didorong oleh perpindahan jalur pengiriman logistik di Eropa. Sementara itu, angka ekspor ke China dan Hong Kong perlahan membaik, meski belum menyamai capaian penjualan pada 2024.

3. Nilai ekspor jam tangan logam dan kelas premium menyusut

Penurunan jumlah pengiriman melanda hampir semua jenis material jam tangan. Nilai ekspor jam tangan dari logam mulia terkoreksi 24,3 persen, sedangkan jam tangan berbahan baja turun 18,1 persen.

Secara volume, ekspor jam tangan Swiss berkurang 10 persen menjadi sekitar 1,2 juta unit. Pelemahan ini juga terlihat pada kelompok jam tangan segmen premium. Ekspor jam tangan dengan harga di atas 3.000 franc Swiss (Rp68,15 juta) anjlok sebesar 19 persen.

Sebaliknya, ekspor jam tangan kelas menengah dengan rentang harga 200 hingga 500 franc Swiss (Rp4,54 juta-Rp11,35 juta) masih mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 7,7 persen.

"Pasar di Amerika Serikat saat ini masih sulit diprediksi. Pengaruh perubahan tarif dan ketersediaan barang membuat pola penjualan terus berfluktuasi," tutur Bertschy.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article