Garuda Gandeng SAS, Perjalanan Indonesia-Nordik Makin Mudah

- Garuda Indonesia resmi menjalin kerja sama codeshare dengan Scandinavian Airlines (SAS) untuk memperluas konektivitas penerbangan antara Indonesia dan kawasan Nordik, ditandatangani pada 7 Juni 2026 di Rio de Janeiro.
- Kolaborasi ini membuka akses perjalanan lebih mudah ke kota-kota utama seperti Copenhagen, Stockholm, dan Oslo, serta mendorong pertumbuhan pariwisata, perdagangan, dan investasi antara kedua wilayah.
- Anggota GarudaMiles dan EuroBonus mendapat keuntungan tambahan berupa pengumpulan dan penukaran miles lintas maskapai, dengan penerbangan perdana dijadwalkan mulai 15 Juni 2026.
Jakarta, IDN Times – Garuda Indonesia memperluas jaringan penerbangan internasionalnya melalui kerja sama codeshare dengan Scandinavian Airlines (SAS). Kolaborasi ini membuka akses perjalanan yang lebih mudah antara Indonesia dan kawasan Nordik, sekaligus memperkuat konektivitas menuju Eropa Utara.
Kerja sama tersebut ditandatangani pada 7 Juni 2026 di sela penyelenggaraan IATA Annual General Meeting di Rio de Janeiro, Brasil. Melalui kemitraan ini, pelanggan kedua maskapai akan mendapatkan pilihan rute yang lebih luas dengan koneksi yang lebih terintegrasi.
1. Penumpang bisa terhubung ke kota-kota utama Nordik

Melalui kerja sama codeshare ini, pelanggan Garuda Indonesia dan SAS dapat mengakses berbagai destinasi utama di Indonesia maupun kawasan Skandinavia. Penumpang dari Indonesia akan lebih mudah menuju Copenhagen, Stockholm, dan Oslo melalui sejumlah hub internasional seperti Amsterdam, Tokyo (Haneda), dan Bangkok.
Wakil Direktur Utama Garuda Indonesia, Thomas Oentoro mengatakan, kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis dalam memperluas jaringan global kedua maskapai.
"Di tengah dinamika industri penerbangan global yang terus berkembang, kolaborasi menjadi elemen penting dalam menghadirkan jaringan yang semakin relevan dan bernilai bagi pelanggan. Melalui kemitraan ini, Garuda Indonesia dan SAS berbagi visi yang sama untuk menghadirkan konektivitas yang lebih luas, seamless, dan berdaya saing, sekaligus membuka akses yang lebih besar antara Indonesia, Asia Tenggara, dan kawasan Nordik," tutur Thomas, dikutip Senin (15/6/2026).
2. Dorong pariwisata, perdagangan, dan investasi

Menurut Thomas, kerja sama ini tidak hanya berdampak pada sektor penerbangan, tetapi juga berpotensi memperkuat hubungan ekonomi antara Indonesia dan negara-negara Nordik.
"Sebagai bagian dari transformasi yang tengah kami jalankan, kerja sama ini tidak hanya memperkuat pangsa pasar kedua maskapai, namun juga menghadirkan peluang baru bagi pertumbuhan sektor pariwisata, perdagangan, investasi, hingga mobilitas masyarakat antarwilayah. Kami optimistis kolaborasi ini akan semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu gerbang utama perjalanan di kawasan Asia Tenggara," tutur dia.
Sementara itu, President and CEO SAS, Anko Van der Werff menilai Indonesia merupakan pasar strategis bagi pengembangan jaringan maskapainya di Asia.
"Garuda Indonesia merupakan mitra strategis dalam menghubungkan Skandinavia dengan Indonesia dan kawasan sekitarnya. Bersama-sama, kami berupaya menghadirkan pengalaman perjalanan yang semakin mudah dan lancar bagi pelanggan, pelaku usaha, maupun komunitas yang memiliki hubungan erat antara kedua wilayah," ujar Van der Werff.
3. Anggota GarudaMiles dan EuroBonus dapat keuntungan tambahan

Selain memperluas pilihan rute, kerja sama ini juga memberikan manfaat bagi anggota program loyalitas GarudaMiles dan EuroBonus. Pelanggan dapat mengumpulkan maupun menukarkan miles pada penerbangan dalam jaringan gabungan kedua maskapai.
Garuda Indonesia menyebutkan penjualan tiket melalui kanal resmi kedua maskapai akan dimulai pada pertengahan Juni 2026. Adapun penerbangan perdana dalam skema kerja sama ini dijadwalkan mulai beroperasi pada 15 Juni 2026.
Melalui kolaborasi tersebut, Garuda Indonesia berharap dapat semakin memperluas konektivitas global dari Indonesia ke berbagai destinasi internasional, sekaligus mendukung peningkatan arus wisatawan, aktivitas bisnis, dan hubungan ekonomi dengan kawasan Eropa Utara.



















