Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Susunan Pengurus Baru Garuda Indonesia, Ada Komisaris Jadi Direktur

Susunan Pengurus Baru Garuda Indonesia, Ada Komisaris Jadi Direktur
Potret Garuda Indonesia, di bandara, (IDN Times/Dhiya Awlia Azzahra)
Intinya Sih
  • RUPST Garuda Indonesia 2026 menetapkan susunan direksi baru, termasuk pengangkatan Frans Dicky Tamara sebagai Direktur Human Capital & Corporate Service dan Sugito Anjasmoro sebagai komisaris.
  • Pada kuartal I-2026, jumlah penumpang Garuda naik 6,76 persen menjadi 5,42 juta dengan frekuensi penerbangan meningkat 5,87 persen, menandakan progres positif transformasi bisnis perusahaan.
  • Pendapatan usaha konsolidasian tumbuh 5,36 persen menjadi 762,35 juta dolar AS dan rugi bersih turun 45 persen, mencerminkan hasil awal penguatan fundamental serta efisiensi operasional Garuda Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA) telah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 dan menyetujui perubahan susunan direksi. Dalam agenda perubahan pengurus, RUPST resmi mengangkat Frans Dicky Tamara sebagai Direktur Human Capital & Corporate Service dan Sugito Anjasmoro sebagai komisaris.

Selain itu, RUPST memberhentikan dengan hormat Eksitarino Irianto dari jabatan Direktur Human Capital & Corporate Service dan Frans Dicky Tamara dari komisaris, yang sebelumnya dijabat sejak 15 Oktober 2025.

1. Jajaran direksi dan komisaris baru Garuda Indonesia

Susunan Pengurus Baru Garuda Indonesia, Ada Komisaris Jadi Direktur
Garuda Indonesia (Instagram/garudaindonesia)

Berdasarkan keputusan RUPST per 13 Mei 2026, susunan Dewan Komisaris dan Direksi PT Garuda Indonesia Tbk sebagai berikut:

Komisaris:

  • Komisaris Utama & Independen: Fadjar Prasetyo
  • Komisaris Independen: Mawardi Yahya
  • Komisaris: Chairal Tanjung
  • Komisaris: Sugito Anjasmoro

Direksi:

  • Direktur Utama: Glenny Kairupan
  • Wakil Direktur Utama: Thomas Sugiarto Oentoro
  • Direktur Keuangan & Manajemen Risiko: Balagopal Kunduvara
  • Direktur Operasi: Dani Haikal Iriawan
  • Direktur Teknik: Mukhtaris
  • Direktur Niaga: Reza Aulia Hakim
  • Direktur Human Capital & Corporate Service: Frans Dicky Tamara
  • Direktur Transformasi: Neil Raymond Mills

2. Jumlah penumpang dan frekuensi penerbangan naik di kuartal I

Susunan Pengurus Baru Garuda Indonesia, Ada Komisaris Jadi Direktur
ilustrasi sedang mencatat pendapatan (unsplash.com/Jakub Żerdzicki)

Sementara itu, Garuda Indonesia juga mencatat kinerja positif pada kuartal I-2026. Jumlah penumpang yang diangkut mencapai 5,42 juta orang, naik 6,76 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 5,08 juta penumpang. Frekuensi penerbangan juga meningkat 5,87 persen, dari 18.265 menjadi 19.337 penerbangan.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan mengatakan, capaian ini menjadi sinyal positif bagi konsistensi penguatan fundamental operasional dan bisnis perseroan yang terus dijalankan secara bertahap.

“Pertumbuhan trafik penumpang, peningkatan kapasitas penerbangan, serta perbaikan kinerja keuangan pada kuartal I 2026 menunjukkan bahwa langkah transformasi dan penguatan fundamental bisnis yang dijalankan perusahaan mulai menunjukkan progres positif secara bertahap. Fokus kami saat ini tetap menjaga operational discipline, memperkuat service reliability, serta memastikan pertumbuhan bisnis berjalan lebih sehat dan sustainable,” ujar Glenny dalam keterangan tertulis, dikutip, Kamis (14/5/2026).

Kinerja positif ini mencerminkan efektivitas strategi transformasi yang diterapkan perseroan, sekaligus memperkuat ekspektasi pemulihan dan pertumbuhan bisnis di tengah pemulihan industri penerbangan global.

3. Garuda catat pendapatan naik 5,36 persen, rugi bersih susut 45 persen

Ilustrasi pesawat Garuda Indonesia
Ilustrasi pesawat Garuda Indonesia(www.garuda-indonesia.com)

Sementara itu, pendapatan usaha konsolidasian naik 5,36 persen menjadi 762,35 juta dolar AS dibanding kuartal I-2026 sebesar 723,56 juta dolar AS. Kenaikan ini terutama didorong oleh pendapatan penerbangan berjadwal yang melonjak 7,36 persen menjadi 648,10 juta dolar AS, seiring meningkatnya frekuensi penerbangan dan okupansi penumpang.

"Perseroan juga berhasil menekan rugi bersih hingga 45,2 persen menjadi 41,62 juta dolar AS, dibanding 75,93 juta dolar AS pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pencapaian ini mencerminkan hasil awal transformasi operasional dan penguatan fondasi keuangan untuk pertumbuhan berkelanjutan," tuturnya.

Tingkat ketepatan waktu penerbangan (on time performance/OTP) meningkat menjadi 91,01 persen, dari 87,93 persen pada kuartal -2026. Dari sisi armada, hingga akhir kuartal I-2026, Garuda mengoperasikan 102 armada serviceable sebagai bagian dari program return-to-service (RTS) secara bertahap. Pada periode yang sama, Garuda mengangkut 2,47 juta penumpang, sedangkan anak usaha Citilink mengangkut 2,94 juta penumpang.

Glenny menekankan fokus perusahaan pada penguatan fundamental bisnis melalui operational excellence, cost discipline, penguatan service reliability, optimalisasi jaringan penerbangan, serta transformasi layanan dan digitalisasi operasional.

“Transformasi yang dijalankan adalah proses rebuilding fundamentals secara menyeluruh, agar Garuda Indonesia tumbuh dengan fondasi bisnis yang sehat, agile, dan berkelanjutan. Susunan manajemen baru diharapkan mempercepat fase turnaround dan menjadikan Garuda sebagai national flag carrier yang berdaya saing serta memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa,” ujar Glenny.

Share
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More