Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
H&M Bakal Tutup 160 Cabang Sepanjang 2026
Ilustrasi H&M, Singapore (IDN Times/Sunariyah)
  • H&M akan menutup 160 gerai sepanjang 2026 sebagai bagian dari upaya memperbaiki kinerja setelah pendapatan grup turun 1 persen secara tahunan.
  • Meski banyak gerai ditutup, H&M tetap ekspansif dengan membuka sekitar 80 toko baru di lokasi potensial seperti Paraguay dan Malta.
  • Perusahaan fokus menggenjot penjualan online dan mengoptimalkan toko agar margin lebih tinggi serta efisiensi biaya meningkat sepanjang tahun 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
H&M mau tutup banyak toko, ada 160 toko yang ditutup tahun ini. Katanya uang yang masuk sekarang lebih sedikit dari dulu. Tapi mereka masih punya banyak uang dan untung juga. H&M mau buka toko baru di tempat lain yang bagus, kayak di Paraguay dan Malta. Mereka juga mau jual baju lewat internet supaya makin laku.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Raksasa ritel produk fesyen, H&M yang berasal dari Swedia akan menutup 160 gerainya sepanjang tahun ini.

Dilansir Logos Press, Kamis (9/4/2026), tahun lalu H&M telah menutup 163 gerainya.

1. Pendapatan perusahaan menurun

H&M mendapat ancaman boikot dari pembeli di Tiongkok. (unsplash.com/Sei)

Penutupan ratusan gerainya merupakan bagian dari perbaikan kinerja perusahaan.

Pada Februari 2026, pendapatan grup turun 1 persen secara year on year (yoy). Namun, pendapatan bersih tercatat mencapai 5,3 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp90,15 triliun (kurs Rp17.009 per dolar AS), dan laba operasional tercatat mencapai 200 juta dolar AS atau setara Rp3,4 triliun.

2. Bakal buka gerai di lokasi yang menjanjikan

H&M (Dok. Istimewa)

Meski berencana menutup 160 gerai, namun H&M akan membuka sejumlah toko offline di lokasi yang menjanjikan.

Perusahaan bahkan berencana membuka 80 toko di lokasi baru, seperti di Paraguay dan Malta.

3. Genjot penjualan online

Ilustrasi H&M (unsplash.com/@shorstudio)

Di sisi lain, H&M juga akan menggenjot penjualan online, dan melakukan optimalisasi toko bertujuan untuk memiliki margin yang lebih tinggi per kaki persegi sambil mengurangi biaya yang terkait dengan staf dan kelebihan persediaan.

“Optimalisasi portofolio toko telah berdampak agak negatif pada penjualan pada kuartal pertama tahun 2026 karena penutupan dan pembangunan kembali toko,” kata H&M dalam laporan pendapatan.

“Namun, untuk tahun penuh 2026, efek penjualan dari optimalisasi toko diperkirakan akan sedikit positif,” sambung laporan itu.

Editorial Team