Jakarta, IDN Times - Raksasa ritel produk fesyen, H&M yang berasal dari Swedia akan menutup 160 gerainya sepanjang tahun ini.
Dilansir Logos Press, Kamis (9/4/2026), tahun lalu H&M telah menutup 163 gerainya.

Jakarta, IDN Times - Raksasa ritel produk fesyen, H&M yang berasal dari Swedia akan menutup 160 gerainya sepanjang tahun ini.
Dilansir Logos Press, Kamis (9/4/2026), tahun lalu H&M telah menutup 163 gerainya.
Penutupan ratusan gerainya merupakan bagian dari perbaikan kinerja perusahaan.
Pada Februari 2026, pendapatan grup turun 1 persen secara year on year (yoy). Namun, pendapatan bersih tercatat mencapai 5,3 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp90,15 triliun (kurs Rp17.009 per dolar AS), dan laba operasional tercatat mencapai 200 juta dolar AS atau setara Rp3,4 triliun.
Meski berencana menutup 160 gerai, namun H&M akan membuka sejumlah toko offline di lokasi yang menjanjikan.
Perusahaan bahkan berencana membuka 80 toko di lokasi baru, seperti di Paraguay dan Malta.
Di sisi lain, H&M juga akan menggenjot penjualan online, dan melakukan optimalisasi toko bertujuan untuk memiliki margin yang lebih tinggi per kaki persegi sambil mengurangi biaya yang terkait dengan staf dan kelebihan persediaan.
“Optimalisasi portofolio toko telah berdampak agak negatif pada penjualan pada kuartal pertama tahun 2026 karena penutupan dan pembangunan kembali toko,” kata H&M dalam laporan pendapatan.
“Namun, untuk tahun penuh 2026, efek penjualan dari optimalisasi toko diperkirakan akan sedikit positif,” sambung laporan itu.