KEK Industropolis Batang Gaet Investasi PLTS Raksasa dari Eropa

- KEK Industropolis Batang sukses mengamankan komitmen investasi energi hijau dan teknologi utilitas dari Hungaria dalam forum bisnis Indonesia-Hungaria di Budapest untuk memperkuat posisi industri berkelanjutan Indonesia.
- Proyek utama mencakup pembangunan PLTS berkapasitas 100–200 MW di lahan 200 hektare dengan skema PPA jangka panjang, serta penerapan teknologi pengolahan air modern berbasis circular economy.
- Pemerintah menilai keberhasilan ini sebagai bukti daya saing global KEK Batang dan langkah nyata menuju ekonomi hijau, menjadikannya simbol transformasi industri berkelanjutan Indonesia.
Jakarta, IDN Times – KEK Industropolis Batang kembali menarik perhatian investor global. Dalam forum bisnis Indonesia-Hungaria di Budapest, kawasan industri tersebut berhasil mengamankan komitmen investasi energi hijau dan teknologi utilitas yang diproyeksikan memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat industri berkelanjutan di Asia Tenggara.
Kesepakatan strategis itu mencakup pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hingga teknologi pengolahan air modern dari Hungaria untuk mendukung operasional industri berbasis ESG (Environmental, Social, and Governance).
1. Investor Hungaria siap bangun PLTS hingga 200 MW

Salah satu proyek terbesar yang dijajaki adalah pembangunan PLTS berkapasitas 100-200 Megawatt di atas lahan 200 hektare bersama Merlion Teck Ltd.. Proyek tersebut akan menggunakan skema Power Purchase Agreement (PPA) jangka panjang untuk memasok energi bersih bagi tenant kawasan industri.
Langkah ini dinilai penting karena semakin banyak perusahaan global mencari kawasan industri yang memiliki standar keberlanjutan tinggi. KEK Batang pun mencoba memosisikan diri sebagai kawasan industri hijau yang siap memenuhi kebutuhan tersebut.
Direktur Utama KEK Industropolis Batang, Ngurah Wirawan, mengatakan investasi tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Batang siap menjadi rumah industri masa depan.
“Kami tidak hanya membangun kawasan, kami sedang membangun masa depan industri yang bersih dan mandiri. Komitmen PLTS skala besar dan teknologi utilitas air mutakhir ini akan memastikan bahwa setiap investor di Batang tumbuh dalam ekosistem yang berkelanjutan,” tutur Ngurah, dalam pernyataan resminya, Rabu (27/5/2026).
2. Teknologi air modern Hungaria masuk KEK Industropolis Batang

Tak hanya fokus pada energi hijau, KEK Industropolis Batang juga menjalin kerja sama dengan Iconic Energy Kft dan Hungarian Water Partnership untuk menghadirkan teknologi pengolahan air dan sistem monitoring kualitas air dari Hungaria.
Kolaborasi tersebut diarahkan untuk menciptakan sistem utilitas berbasis circular economy dan operasional zero-waste. Nantinya, teknologi ini akan mendukung layanan utilitas kawasan industri agar lebih efisien sekaligus ramah lingkungan.
Model pengelolaan air terintegrasi juga dinilai bisa menjadi daya tarik tambahan bagi investor asing yang membutuhkan kepastian infrastruktur kelas dunia.
3. Pemerintah sebut KEK Industropolis Batang jadi wajah ekonomi hijau RI

Keberhasilan menggaet investor Eropa ini mendapat apresiasi dari Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus. Plt Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang menyebut capaian tersebut sebagai bukti kuat daya saing kawasan ekonomi khusus Indonesia di level global.
“KEK Industropolis Batang kini berdiri tegak sebagai pilihan utama di Asia Tenggara bagi investor global yang mengincar efisiensi sekaligus keberlanjutan. Prestasi di Budapest ini adalah sinyal kuat bahwa Indonesia siap menjadi pemimpin ekonomi hijau dunia,” ujar Edwin.
Forum bisnis Indonesia-Hongaria sendiri melibatkan berbagai lembaga pemerintah dan promosi investasi, mulai dari KBRI Budapest, Kantor Staf Presiden, hingga IIPC London. Fokus utamanya adalah membuka peluang investasi di sektor infrastruktur, farmasi, dan ekosistem kendaraan listrik.


















