Rusun Subsidi Meikarta Ditarget Rampung 2028, Totalnya 141 Ribu Unit

- Pemerintah menargetkan proyek rusun subsidi di Meikarta, Bekasi selesai Agustus 2028 dengan tahapan pembangunan dimulai Februari 2026 dan progres saat ini sudah mencapai uji tiang pancang.
- Proyek ini merupakan kolaborasi antara Kementerian PKP sebagai regulator, Danantara sebagai pelaksana pembiayaan dan pembangunan, serta Lippo yang menghibahkan lahan seluas 30 hektare untuk tiga lokasi.
- Pembangunan 141 ribu unit rusun subsidi ini diharapkan membantu masyarakat berpenghasilan rendah memperoleh hunian layak sekaligus menekan backlog perumahan di wilayah penyangga Jakarta.
Jakarta, IDN Times - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyatakan proyek pembangunan rumah susun (rusun) subsidi di kawasan Meikarta, Kabupaten Bekasi ditargetkan selesai pada Agustus 2028.
Dia menjelaskan seluruh tahapan pembangunan masih berjalan sesuai jadwal, yang dimulai dari land clearing pada Februari 2026 dan ground breaking pada Maret 2026.
“Proses pembangunan dimulai dari land clearing pada Februari 2026, kemudian ground breaking pada Maret 2026, dilanjutkan pembangunan struktur ke atas pada Agustus 2026, dan ditargetkan selesai pada Agustus 2028,” katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (27/5/2026).
1. Progres pembangunan masih sesuai jadwal

Pria yang akrab disapa Ara itu mengatakan pengerjaan di lapangan terus berprogres sesuai rencana awal dan kini sudah memasuki fase pengujian tiang pancang atau test pile. Sebanyak 1.836 tiang pancang berhasil dipasang dari keseluruhan target 8.600 unit.
“Kita harus memastikan pembangunan rusun subsidi ini berjalan cepat, tetapi tetap sesuai aturan dan menjaga kualitas pembangunan,” ujar Ara.
2. Skema kerja sama pemerintah, Danantara dan Lippo

Terkait mekanisme pelaksanaan proyek, Ara membeberkan bentuk kerja sama antarpihak yang terlibat. Dalam program tersebut, Kementerian PKP memegang peran sebagai regulator atau penyusun kebijakan.
"Untuk pembiayaan dan pembangunan dilakukan melalui Danantara, sementara tanah merupakan hibah dari Lippo seluas 30 hektare untuk tiga lokasi pembangunan,” tuturnya.
Melalui pemanfaatan ketiga lokasi lahan tersebut, proyek tersebut diproyeksikan mampu menyediakan sekitar 141 ribu unit hunian untuk membantu para pekerja mendapatkan tempat tinggal layak yang dekat dengan kawasan industri dan pusat ekonomi.
3. Mengatasi backlog perumahan di wilayah penyangga Jakarta

Pemerintah memfasilitasi lahirnya inovasi dalam penyediaan hunian vertikal murah, terutama bagi wilayah-wilayah yang berbatasan langsung dengan Jakarta.
Ara menyatakan langkah tersebut diambil agar masyarakat berpenghasilan rendah bisa memiliki akses terhadap rumah yang harganya terjangkau, bermutu baik, serta memiliki mobilitas yang mudah ke tempat kerja maupun pusat kegiatan ekonomi.
Lebih lanjut, keberadaan rusun subsidi dinilai menjadi strategi krusial dalam menekan angka kekurangan kebutuhan rumah (backlog) sekaligus menjawab tantangan menyempitnya ketersediaan lahan di perkotaan.
Model hunian vertikal dipandang sebagai opsi yang paling realistis untuk masa depan, khususnya pada daerah-daerah dengan permintaan properti yang tinggi namun harga tanahnya terus melambung.
“Kita tidak hanya mengejar jumlah unit, tetapi juga kualitas bangunan, fasilitas, akses transportasi, dan lingkungan yang baik bagi masyarakat,” kata Ara.


















