Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Blackout Sumatra Jadi Alarm Penguatan Backbone Listrik Nasional

Blackout Sumatra Jadi Alarm Penguatan Backbone Listrik Nasional
Aktivitas warga kembali normal pasca kondisi kelistrikan pulih (Dok. PT. PLN)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Fenomena blackout di Sumatra dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat sistem kelistrikan nasional. Pengamat energi sekaligus Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi), Sofyano Zakaria menilai, gangguan listrik berskala besar sebenarnya juga pernah terjadi di negara-negara maju.

Menurutnya, blackout tidak bisa langsung dipandang sebagai kegagalan tunggal suatu negara karena sistem kelistrikan modern memiliki tingkat kompleksitas tinggi, terutama pada jaringan interkoneksi besar seperti Sumatra.

1. Blackout juga pernah melanda negara maju

WhatsApp Image 2026-05-22 at 20.11.50.jpeg
Kemacetan panjang terjadi di pertigaan Jalan Jamin Ginting - dr Mansur (USU) karena pemadaman listrik. (IDN Times/Prayugo Utomo)

Sofyano mengatakan, pemadaman besar pernah terjadi di sejumlah negara maju akibat gangguan transmisi dan cuaca ekstrem. Karena itu, ia meminta publik melihat kejadian blackout di Sumatra secara proporsional.

“Sistem kelistrikan negara maju juga pernah mengalami blackout. Jadi gangguan berskala besar seperti ini bukan hanya terjadi di Indonesia,” ujar Sofyano dalam pernyataannya, Rabu (27/5/2026).

Dia mencontohkan blackout di Australia Selatan pada 2016 akibat cuaca ekstrem yang memicu gangguan beruntun pada jaringan transmisi. Selain itu, Inggris juga sempat mengalami gangguan kelistrikan pada 2019 yang berdampak pada layanan transportasi publik.

Tak hanya itu, Spanyol dan Portugal juga baru-baru ini mengalami gangguan sistem kelistrikan berskala besar sehingga proses pemulihan harus dilakukan bertahap untuk menjaga kestabilan jaringan.

2. Penormalan sistem listrik tidak bisa dilakukan instan

IMG-20260523-WA0011.jpg
PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Lampung berhasil memulihkan 100 persen sistem kelistrikan di Provinsi Lampung pascagangguan pada sistem interkoneksi Sumatra. (Dok. PLN Lampung).

Menurut Sofyano, dalam sistem interkoneksi besar seperti Sumatra, gangguan transmisi akibat cuaca ekstrem dapat berdampak luas terhadap stabilitas pasokan listrik.

Oleh karena itu, proses pemulihan sistem harus dilakukan secara hati-hati agar frekuensi, tegangan, dan pasokan listrik kembali berada dalam kondisi aman.

“Yang terpenting adalah bagaimana proses penanganan dan penormalan sistem dilakukan secara terkoordinasi agar sistem kembali stabil,” kata Sofyano.

Dia menjelaskan operator sistem kelistrikan tidak bisa langsung menyalakan seluruh jaringan secara bersamaan karena ada prosedur pengamanan yang harus dijalankan untuk mencegah gangguan lanjutan.

3. Penguatan backbone Sumatra dinilai jadi solusi jangka panjang

ilustrasi listrik
Ilustrasi listrik (IDN Times/Arief Rahmat)

Sofyano pun menilai pemerintah perlu mempercepat penguatan backbone kelistrikan Sumatra guna meminimalkan risiko gangguan serupa di masa mendatang.

Dia menyebut pengembangan jaringan transmisi 500 kV, 275 kV, hingga 150 kV yang masuk dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 menjadi langkah strategis memperkuat ketahanan energi nasional.

“Penguatan backbone Sumatra akan menjadi fondasi penting dalam menciptakan sistem kelistrikan yang lebih terintegrasi dari Aceh hingga Lampung. Selain itu, pengembangan pembangkit fast response, modernisasi sistem proteksi, serta pemeliharaan berbasis digital dan prediktif juga menjadi langkah penting untuk memperkuat stabilitas sistem,” tutur Sofyano.

Share Article
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar

Related Articles

See More

5 Dampak Suku Bunga Tinggi bagi Bisnis Rintisan yang Baru Berkembang

27 Mei 2026, 23:42 WIBBusiness