Comscore Tracker

Indonesia Segera Alami Resesi, Apa Dampaknya bagi Kita?

Sri Mulyani memastikan Indonesia jadi akan resesi

Jakarta, IDN Times - Perekonomian Indonesia sudah dalam bayang-bayang resesi dalam tiga bulan terakhir. Kemarin, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan hitungannya memprediksi a Indonesia benar-benar akan mengalami resesi pada kuartal III ini.

Asumsinya, resesi bakal terjadi bila pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II dan III tumbuh negatif. Jika kondisi penurunan ekonomi itu hanya kuartal II, kita bisa bernapas lega.

Namun sayangnya, menurut Sri Mulyani, ekonomi Indonesia bakal kembali negatif di kuartal III 2020. Dia pin memperkirakan pertumbuhan ekonomi Tanah Air di 2020 bakal berkisar minus 1,7 persen sampai minus 0,6 persen.

Dengan adanya pernyataan dari pemerintah bahwa Indonesia benar-benar diperkirakan akan resesi, kita sebagai masyarakat harus bersiap. Apa dampaknya bagi masyarakat, bila Indonesia benar-benar mengalami resesi?

Berikut dampak resesi pada suatu negara. 

1. Terjadi gelombang PHK hingga berujung pada peningkatan pengangguran dan kemiskinan

Indonesia Segera Alami Resesi, Apa Dampaknya bagi Kita?Ilustrasi PHK (IDN Times/Arief Rahmat)

Ekonom INDEF Bhima Yudhistira mengatakan bila resesi ekonomi melanda Indonesia, bakal terjadi gelombang PHK besar-besaran. Hal itu bakal berimbas pada peningkatan pengangguran, penurunan pendapatan masyarakat. 

"Artinya daya beli tertekan. Padahal kebutuhan di tengah situasi krisis kan terus ada. Bayar listrik, air, biaya anak sekolah, sewa rumah dan cicilan motor jalan terus," paparnya.

Baca Juga: Bank Dunia Ramalkan Ancaman Resesi Ekonomi Indonesia

2. Masyarakat kencangkan ikat pinggang, harga barang melambung

Indonesia Segera Alami Resesi, Apa Dampaknya bagi Kita?Ilustrasi Menabung (IDN Times/Mardya Shakti)

Dampak lain adalah pelemahan nilai tukar bisa sebabkan harga barang naik tinggi khususnya yang impor. Dia pun menyarankan masyarakat mengencangkan ikat pinggang sementara waktu di tengah pandemik COVID-19 ini.

Di sisi lain, masyarakat juga perlu mempersiapkan dana darurat untuk kebutuhan penting. "Tidak memboroskan belanja untuk gaya hidup. Jadi kebutuhan esensial aja yang prioritas yaitu pangan dan kesehatan," ucapnya.

Dari sisi pemerintah, Bhima menyarankan agar stimulus ekonomi ditingkatkan dan dibarengi oleh penyaluran yang cepat. "Kemudian bentuk stimulus yang extraordinary. Ini kan masa WFH, jadi ada perubahan perilaku masyarakat," imbuhya.

"Kalau UMKM diberi subsidi internet gratis akan menolong sekali. Bisa lebih banyak masyarakat yang beli produk UMKM di e-commerce," jelas dia.

Baca Juga: Sibuk Bahas Resesi Ekonomi, Apa sih Artinya?

3. Kemiskinan hingga melambungnya tingkat kriminalitas

Indonesia Segera Alami Resesi, Apa Dampaknya bagi Kita?Ilustrasi kemiskinan (IDN Times/Arief Rahmat)

Dampak dari pendapatan berkurang atau pekerjaan yang hilang ialah bertambahnya angka kemiskinan. Menurut Bhima, butuh waktu untuk menyerap kembali masyarakat yang kehilangan pekerjaan. Bahkan, tingkat pengangguran yang tinggi berpotensi menciptakan kriminalitas.

Senada dengan Bhima, Ekonom CORE Indonesia Piter Abdullah mengatakan bahwa umumnya resesi ekonomi di suatu negara akan berdampak pada kemiskinan dan pengangguran. Hal itu terjadi lantaran banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan.

"Sekarang ini Singapura itu resesi, dia karena sudah 6 bulan kontraksi ekonominya. Pertanyaannya apakah akan berkepanjangan? ya iya karena penyebab resesi itu wabah COVID-19, sementara belum diketahui kapan akan berakhir," ucapnya.

"Kemudian apakah resesi ini akan berdampak pada sosial masyarakat Singapura? ya iya. karena penurunan income dan sebagainya, jumlah pengangguran meningkat, jumlah kemiskinan meningkat, ya itu," imbuh dia.

Baca Juga: Sri Mulyani Pastikan Indonesia Bakal Resesi Kuartal 3 Ini

Topic:

  • Anata Siregar
  • Septi Riyani

Berita Terkini Lainnya