Comscore Tracker

Profil PT INKA, Industri Kereta Api Dalam Negeri yang Mendunia 

Filipina dan Bangladesh jadi langganan INKA

Jakarta, IDN Times - Sebagian orang mungkin masih asing dengan nama PT Industri Kereta Api (persero) atau yang lebih dikenal dengan nama PT INKA. INKA merupakan salah satu Badan usaha Milik Negara (BUMN) yang lahir pada 18 Mei 1981. 

BUMN ini bergerak di bidang penyedia jasa layanan transportasi ini merupakan generasi penerus dari Balai Yasa Lokomotif Uap milik PT KAI. Namun, keberadaan kereta uap sudah tidak dibutuhkan lagi, sehingga akhirnya Balai Yasa Lokomotif Uap difungsikan sebagai pabrik kereta api dan namanya berubah menjadi PT INKA.

Baca Juga: PT INKA Siap Kirim Satu Kereta DMU Pesanan Filipina 

1. Bermarkas di Madiun, Jawa Timur

Profil PT INKA, Industri Kereta Api Dalam Negeri yang Mendunia IDN Times/Toni Kamajaya

Kantor pusat PT INKA (Persero) berdiri di kawasan Jalan Yos Sudarso, Madiun, Jawa Timur. Keberadaan kantor pusat dan sekaligus pabrik kereta api yang dulu merupakan Balai Yasa Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA) di atas lahan seluas 22,5 hektar itu menjadi saksi sejarah perjalanan panjang PT INKA (Persero) yang merupakan BUMN manufaktur sarana perkereta-apian pertama dan terbesar di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) ini. 

Selain di Madiun, untuk mendekatkan diri dengan para pemangku jabatan (stakeholders) dan pengambil kebijakan, langkah PT INKA (Persero) pun ditopang oleh Kantor Perwakilan yang berada di Jakarta. Agar selalu dekat dengan pelanggan utama yang sekaligus "saudara tuanya", yakni PJKA yang kini menjadi PT Kereta Api (Persero), INKA didukung pula oleh kantor Perwakilan di Bandung, Jawa Barat.

Baca Juga: PT INKA Siap Ikut Lagi Tender Pengadaan Kereta Api di Bangladesh

2. Sejarah berdirinya INKA

Profil PT INKA, Industri Kereta Api Dalam Negeri yang Mendunia 

Perusahaan plat merah ini berdiri pada tanggal 18 Mei 1981. Selanjutnya dilakukan penyerahan operasional pabrik kereta api oleh pihak PJKA kepada manajemen PT INKA (Persero) pada tanggal 29 Agustus 1981. Tanggal inilah yang kemudian dicatat sebagai Hari Kelahiran PT INKA (Persero).

Ketika berdiri, PT INKA (Persero) berada dalam pembinaan teknis Departemen Perhubungan. Tahun 1983, pembinanya dilakukan oleh Dewan Pembina Industri Strategis (DPIS). Tahun 1989, di bawah Badan Pengelola Industri Strategis (BPIS). Tahun 1998, pengelolaannya di bawah Menteri Pendayagunaan BUMN. 

Dalam tahun yang sama (1998), PT INKA (Persero) menjadi anak perusahaan dari holding PT Bahana Pakarya Industri Strategis (BPIS). Menyusul dibubarkannya PT BPIS pada 2002, PT INKA (Persero) berada dalam pengelolaan Kementerian BUMN hingga sekarang.

3. Diakui dunia

Profil PT INKA, Industri Kereta Api Dalam Negeri yang Mendunia 

Kualitas INKA dalam industri kereta api sudah tidak perlu diragukan lagi. Sejak 1996, banyak negara lain yang berminat pada produksi INKA. Contohnya adalah PT INKA merakit lokomotif pertamanya (GE Lokindo) pada tahun 1996, hebatnya lagi, produksi tersebut langsung diekspor ke Filipina. 

Tidak butuh lama bagi perseroan untuk mengepakkan sayap bisnisnya. Dua tahun berselang, mereka melakukan ekspor kereta ke Thailand. INKA mengekspor Ballast Hopper Wagon, yaitu jenis gerbong barang yang digunakan untuk mengangkut komoditas curah lepas seperti batubara, biji-bijian, dan lain-lain.

PT INKA juga memenangkan lelang pengadaan kereta penumpang untuk Bangladesh Railway pada 2017 dengan total kontrak senilai US$ 100,89 Juta. 

4. Perluas pangsa ekspor

Profil PT INKA, Industri Kereta Api Dalam Negeri yang Mendunia IDN Times/Dhana Kencana

INKA pada 2018 lalu sangat berhasrat untuk memperluas pasar ekspornya ke sejumlah negara di Afrika hingga Asia Tenggara. Sejak akhir tahun lalu, INKA ingin memperluas pasar ekspor Diperkirakan ada 8 negara potensial yang menjadi pangsa pasar INKA yakni Mozambik, Sudan, Nigeria, Senegal, Zambia, Mesir, Sri Lanka dan Myanmar. 

Saat ini, INKA telah berhasil meyakinkan Bangladesh dan Filipina untuk menjadi konsumennya. Dua negara tersebut menaruh kepercayaan terhadap kualitas produksi anak bangsa.

Memperingati HUT ke-75 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, IDN Times meluncurkan kampanye #MenjagaIndonesia. Kampanye ini didasarkan atas pengalaman unik dan bersejarah bahwa sebagai bangsa, kita merayakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI dalam situasi pandemik COVID-19, di saat mana kita bersama-sama harus membentengi diri dari serangan virus berbahaya. Di saat yang sama, banyak hal yang perlu kita jaga sebagai warga bangsa, agar tujuan proklamasi kemerdekaan RI, bisa dicapai.

Baca Juga: 15 Kereta Penumpang Pesanan Bangladesh di PT INKA Siap Kirim

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya