Comscore Tracker

Perbandingan Harga Tiket Kereta Cepat di Indonesia dengan Negara Lain

Tiket KCJB mungkin memiliki harga lebih murah

Jakarta, IDN Times - Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) yang bakal dibangun oleh PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) menjadi topik pembicaraan hangat dalam beberapa waktu terakhir.

Hal itu tak terlepas dari keputusan pemerintah untuk membiayai pembangunan KCJB menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Selain itu, tudingan pembengkakan biaya konstruksi juga jadi polemik yang membuat KCJB menuai kontroversi apakah layak dibangun atau tidak.

Berkaca dari negara lain, kereta cepat alias high speed train menjadi sebuah infrastruktur transportasi yang mampu menunjang mobilitas masyarakat atau turis yang berkunjung. Niat yang sama bisa saja menjadi alasan kontruksi KCJB tersebut.

Namun, untuk menikmati infrastruktur transportasi secanggih kereta cepat memang diperlukan ongkos yang tidak murah. Tiket kereta cepat di berbagai negara di dunia cenderung cukup mahal. Lantas bagaimana dengan KCJB?

Pada medio 2019 silam atau sebelum adanya perkiraan peningkatan biaya konstruksi, harga tiket KCJB dipatok di atas kisaran Rp200 ribu sekali jalan.  Namun, kisaran harga ini tetap akan diperhitungkan dengan melihat kurs dolar AS terakhir sebelum kereta cepat digunakan masyarakat.

"Sekitar 16 dolar AS. Kurs dolar kan naik turun, tapi bisa dikunci," ujar Direktur Utama PT KCIC, Chandra Dwiputra kala itu.

Dengan adanya perkiraan kenaikan biaya konstruksi maka harga tiket KCJB nantinya mungkin bisa menyentuh lebih dari Rp200 ribu ketika resmi beroperasi nanti.

Nah, sebelum mengetahui secara pasti berapa harga tiket kereta cepat di Indonesia, Redaksi IDN Times berikan daftar harga tiket kereta cepat yang ada di negara lain. Berikut daftarnya.

Baca Juga: Letak Stasiun di Pinggiran Kota, Proyek Kereta Cepat Kurang Strategis?

1. China

Perbandingan Harga Tiket Kereta Cepat di Indonesia dengan Negara Lainistockphoto/huad262

Kereta cepat China mampu menempuh kecepatan hingga 350 kilometer per jam. Ada lebih dari 2.800 pasang kereta cepat di China yang menghubungkan lebih dari 550 kota dan meliputi 33 dari 34 provinsi di negara tersebut.

Kereta cepat China memiliki jalur terpanjang sedunia yakni sepanjang lebih dari 37.900 kilometer dan membentang dari Beijing hingga Hong Kong.

Mengutip dari travelchinaguide.com, harga tiket kereta cepat di China lebih mahal daripada harga tiket kereta biasa. Namun, harga tersebut jauh lebih murah ketimbang harga tiket pesawat.

Sebagai perbandingan, kereta biasa alias non-bullet trains dengan rute Beijing-Shanghai memiliki tiket dengan harga 500 yuan atau sekitar Rp1,1 juta, sedangkan harga tiket kereta cepat untuk kelas kedua dengan rute yang sama hanya 550 yuan atau Rp1,2 juta.

Adapun harga tiket pesawat kelas ekonomi dari Beijing ke Shanghai bisa lebih dari 1.000 yuan atau Rp2,2 juta ke atas.

Baca Juga: 5 Fakta Bengkaknya Biaya Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

2. Spanyol

Perbandingan Harga Tiket Kereta Cepat di Indonesia dengan Negara LainKereta cepat Spanyol (eurail.com)

Kereta cepat di Spanyol bernama Alta Velocidad Espanola (AVE) yang dioperasikan oleh BUMN Kereta-nya Spanyol, yakni Renfe. AVE memiliki kecepatan hingga 310 kilometer per jam.

AVE beroperasi bukan hanya dalam kota Spanyol, melainkan juga antar negara yang menghubungkan Spanyol dan Prancis. Di dalam kota Spanyol, AVE memiliki rute-rute yang menghubungkan Madrid dengan Barcelona, Sevilla, Leon, Alicante, Malaga, dan Valencia.

Harga tiket yang dipatok untuk kereta cepat AVE pun bervariasi tergantung rute dan status penumpang. Berdasarkan ACP Rail Internasional, tiket kereta cepat AVE dengan rute Madrid-Barcelona dibanderol dengan harga 111 euro atau Rp1,8 juta untuk penduduk lokal dan 154 euro atau setara Rp2,5 juta untuk turis asing.

Baca Juga: Jokowi Tunjuk Luhut Pimpin Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

3. Jepang

Perbandingan Harga Tiket Kereta Cepat di Indonesia dengan Negara Lainunsplash.com/Markus Winkler

Kereta cepat di Jepang atau biasa disebut Shinkansen mungkin yang paling terkenal di antara kereta cepat lainnya di dunia. Shinkansen atau kereta peluru adalah pelopor kereta cepat asal Jepang yang digunakan untuk perjalanan jauh dari kota satu ke kota lain di Jepang.

Kecepatan Shinkansen mencapai 320 km per jam sehingga memungkinkan siapa saja untuk mencapai suatu kota di Jepang dengan waktu yang singkat.

Jika kamu memiliki kesempatan berkunjung ke Jepang, kamu bisa menggunakan Japan Rail Pass untuk bisa merasakan bepergian menggunakan Shinkansen. Japan Rail Pass merupakan tiket terusan yang bisa membuat siapapun bepergian menggunakan kereta, termasuk Shinkansen.

Harga Japan Rail Pass untuk masa tujuh hari dibanderol sebesar 29.110 yen atau setara dengan Rp3,6 juta. Harga ini dapat dikatakan lebih murah dibandingkan jika harus membeli tiket satu arah Shinkansen yang mencapai 14.450 yen atau Rp1,7 juta untuk rute Tokyo--Osaka.

4. Korea Selatan

Perbandingan Harga Tiket Kereta Cepat di Indonesia dengan Negara LainKereta cepat Korea Selatan KTX Train (ktxtrains.com)

Kereta cepat di Korea Selatan (Korsel) dikenal sebagai KTX bullet trains dan memiliki kecepatan 305 kilometer per jam. KTX trains dioperasikan langsung oleh BUMN kereta-nya Korea Selatan, Korail.

Rute populer yang paling sering digunakan masyarakat Korsel dan para turis adalah Seoul--Busan. Namun, pada dasarnya kereta cepat beroperasi pada lima jalur, yakni Gyeongbu, Honam, Gyeongjan, Jeolla, dan Gangneung.

Harga tiket yang dibanderol untuk kereta cepat KTX dengan rute Seoul--Busan adalah 80,5 won atau setara dengan Rp976 ribu untuk satu kali perjalanan.

5. Taiwan

Perbandingan Harga Tiket Kereta Cepat di Indonesia dengan Negara LainKereta cepat Taiwan atau Taiwan High Speed Train (eng.taiwan,net.tw)

Taiwan memiliki kereta cepat yang diberi nama Taiwan High Speed Rail atau THSR. Dengan THSR, masyarakat dan turis di Taiwan bisa berkunjung dari Taipei hingga Kaohsiung hanya dalam sehari.

THSR dapat melaju dengan kecepatan hingga 300 kilometer per jam. Adapun harga tiket yang dibanderol untuk kereta cepat Taiwan atau THRS mulai dari 40 dolar Taiwan (Rp20 ribu) hingga 2.500 dolar Taiwan (Rp1,2 juta) tergantung rute mana yang dipilih dan tipe tiketnya.

Untuk harga 40 dolar Taiwan berlaku dari Stasiun Taipei ke Stasiun Nangang, sedangkan harga paling mahal 2.500 dolar Taiwan berlaku untuk keberangkatan dari Stasiun Nangang hingga Stasiun Zuoying.

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya